Diposting Rabu, 9 Maret 2011 jam 7:32 pm oleh Evy Siscawati

Sklerosis Ganda di Blok pada Model Tikus : Sel Imun terhalang dari Otak mencegah Gejala

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 9 Maret 2011 -


Menurut para peneliti dari Sekolah Medis Universitas Washington di St Louis, hal ini penting karena MS diyakini menyebabkan sel-sel imun salah arah yang memasuki otak dan merusakkan myelin, sebuah bahan isolasi di cabang-cabang syaraf yang menghantarkan impuls syaraf.

Pandangan baru mengenai bagaimana otak mengatur masukan sel imun membuat pencapaian ini dimungkinkan. Para ilmuan Universitas Washington telah meminjam sebuah obat anti kanker yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ChemoCentryx hanya untuk menguji teori mereka.

“Hasilnya sangat dramatis sehingga kami berhasil membuat bukti awal bahwa senyawa ini dapat bermanfaat sebagai obat MS,” kata Robyn Klein, MD, PhD, asistem profesor patologi dan imonologi farmasi dan neurobiologi. “Sel-sel imun berbahaya tidak mampu mendapat akses ke jaringan otak, dan tikus yang memperoleh dosis tertinggi terlindungi dari penyakit ini.”

Sel imun ditunjkkan oleh warna hijau dalam gambar ini, digariskan pada perbatasan tulang rusuk (kanan) bukannya masuk kedalamnya (kiri) (Credit: Robyn Klein, MD, PhD)

ChemoCentryx sekarang menguji obatnya dalam uji keamanan Fase I. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Journal of Experimental Medicine.

Klein dan teman-temannya menemukan sebuah jalur kimia yang harus ditempuh sel-sel imun untuk memasuki otak. Sel-sel imun yang keluar dari darah terus ada di sepanjang pembuluh namun di sisi jaringan, menurun dari meninges menuju otak dimana mereka kemudian mampu melintasi penghalang-penghalang tambahan dan menyerang myelin di cabang-cabang sel syaraf.

“Pengaruh masukan sel-sel imun ke otak tergantung pada konteks,” kata Klein. “Dalam kasus infeksi virus, masukan sel imun diperlukan untuk memusnahkan para virus. Namun dalam penyakit-penyakit autoimun seperti sklerosis ganda, masukan mereka berhubungan dengan kerusakan sehingga kita perlu menemukan cara menahannya.”

Jalur tersebut berada di sisi jaringan mikrovaskulatur, pembuluh darah kecil yang membawa darah ke sistem syaraf pusat. Langkah-langkah dibuat dari sebuah molekul bernama CXCL12 yang melokalisir sel-sel imun, bertindak seperti tangga yang memperlambat mereka sehingga mereka dapat di evaluasi untuk menentukan apakah mereka boleh masuk ke otak. Lab Klein sebelumnya menemukan kalau sel-sel pembuluh darah mikrovaskulatur menunjukkan salinan-salinan molekul ini di permukaan mereka.

Klein juga menemukan kalau MS menyebabkan CXCL12 tertarik ke dalam sel-sel pembuluh darah pada manusia dan tikus, membuang langkah tangga dan titik-titik pemeriksaan yang mereka buat. Dalam makalah terbaru mereka, mereka menunjukkan kalau memblok internalisasi molekul tersebut mencegah sel-sel imun masuk ke otak dan menyakiti.

Karya oleh lab lain menarik perhatian Klein ke CXCR7, sebuah reseptor yang terikat dengan CXCL12. Ia menunjukkan kalau reseptor tersebut dibuat oleh sel yang sama dalam mikrovaskulatur yang menunjukkan CXCL12. Mereka mengamati reseptor tersebut mengambil salinan CXCL12 dan membuangnya dalam lisosom sel, kantong-kantong penghancuran dan mendaur ulang molekul yang tidak lagi diperlukan sel.

“Setelah ia membuang muatannya dalam lisosom, reseptor tersebut dapat kembali ke permukaan sel untuk menarik salinan lain CXCL12,” kata Klein. “Mereka seperti ada dalam keseimbangan antara ekspresi dan pembuangan CXCL12. Sebagian protein yang diekspresikan oleh sel-sel imun pada pasien MS mempengaruhi ekspresi dan aktivitas CXCR7, mengganggu keseimbangan dan mencabut anak-anak tangga dari tangga sel imun yang kami pelajari ini.”

Klein menghubungi para peneliti di ChemoCentryx, yang sedang mengembangkan pemblok reseptor CXCR7 sebagai obat kanker. Saat mereka memberikannya ke model tikus MS, sel-sel imun berhenti di meninges.

Klein juga menemukan kalau faktor-faktor imuun dapat mencegah sel-sel mikrovaskulatur membuat CXCR7 yang lebih banyak atau lebih sedikit, memotong atau menambah jumlah anak tangga dalam jalur kimia. Ia sekarang menyelidiki faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi aktivitas CXCR7 dalam sel pembuluh darah. Apakah faktor yang ada membantu atau menghalangi reseptor dapat pula berbeda tergantung pada bagian otak mana yang dipertimbangkan.

“Salah satu pertanyaan terbesar MS adalah mengapa lokasi, keparahan dan kemajuan penyakit ini berbeda dari satu pasien ke pasien lainnya,” kata Klein. “Memahami bagaimana faktor-faktor ini mengatur masukan sel imun dapat menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan tersebut.”

Sumber : Washington University School of Medicine in St. Louis.

Referensi jurnal

L. Cruz-Orengo, D. W. Holman, D. Dorsey, L. Zhou, P. Zhang, M. Wright, E. E. McCandless, J. R. Patel, G. D. Luker, D. R. Littman, J. H. Russell, R. S. Klein. CXCR7 influences leukocyte entry into the CNS parenchyma by controlling abluminal CXCL12 abundance during autoimmunity. Journal of Experimental Medicine, 2011; 208 (2): 327 DOI: 10.1084/jem.20102010

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.