Rasi bintang
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Rabu, 9 Maret 2011 - Dalam astronomi, istilah ini digunakan untuk memberikan nama kelompok bintang tertentu. Dari sejarah terawal, kita telah menemukan bahwa kelompok besar bintang (rasi bintang), kelompok kecil bintang (asterisme, seperti Pleiades) dan bintang-bintang tunggal di berikan nama yang melambangkan keyakinan meteorologis, religius atau mitologis. Gagasan kalau nama dan mitos rasi bintang berasal dari Yunani telah terbukti salah. Lebih mungkin nama dan mitos rasi bintang berasal dari Semitis atau pra semitis baru disalurkan ke Yunani kuno oleh bangsa Funiks (bangsa pelayar yang menggunakan bintang terus menerus untuk pekerjaannya).
Catatan sejarah tertua mengenai daftar rasi bintang ditemukan dalam kisah penciptaan dari tahun 650 SM. Legenda ini disalin dalam cuneiform (tulisan paku) dari naskah yang lebih tua lagi. Semenjak saat tersebut, referensi terus diberikan pada legenda-legenda rasi bintang dalam tulisan sastra dan historis. Landasan pembagian rasi bintang modern ditemukan dalam daftar 48 rasi bintang yang dibuat oleh Ptolomeus sekitar tahun 150 M. Daftar berikut berdasarkan tulisan penerus Ptolomeus, terutama Hipparchus.
| Belahan langit Utara | Khatulistiwa langit | Belahan langit selatan |
| Andromeda | Aquarius | Antilia |
| Aquila | Aries | Apus |
| Auriga | Cancer | Ara |
| Bootes | Capricornus | Caelum |
| Camelopardalis | Gemini | Canis major |
| Canes venatici | Leo | Canis minor |
| Cassiopeia | Libra | Carina |
| Cepheus | Ophiuchus | Centaurus |
| Coma berenices | Pisces | Cetus |
| Corona borealis | Sagittarius | Chamaeleon |
| Cygnus | Scorpius | Circinus |
| Delphinus | Taurus | Columba |
| Draco | Virgo | Corona australis |
| Equuleus | Corvus | |
| Hercules | Crater | |
| Lacerta | Crux | |
| Leo minor | Dorado | |
| Lynx | Eridanus | |
| Lyra | Fornax | |
| Pegasus | Grus | |
| Perseus | Horolgium | |
| Sagitta | Hydra | |
| Serpens | Hydrus | |
| Triangulum | Indus | |
| Ursa major | Lepus | |
| Ursa minor | Lupus | |
| Vulpecula | Mensa | |
| Microscopium | ||
| Monoceros | ||
| Musca | ||
| Norma | ||
| Octans | ||
| Orion | ||
| Pavo | ||
| Phoenix | ||
| Pictor | ||
| Piscis austrinus | ||
| Puppis | ||
| Pyxis | ||
| Reticulum | ||
| Sculptor | ||
| Scutum | ||
| Sextans | ||
| Telescopium | ||
| Triangulum australe | ||
| Tucana | ||
| Vela | ||
| Volans |
Perbatasan yang dibuat oleh rasi bintang Ptolomeus sangat tidak jelas dan banyak bintang tampak yang tertinggal. Lebih jauh, daftarnya hanya memuat bagian langit yang terlihat dari daerah Laut Tengah bagian selatan. 1800 tahun sejak masa Ptolomeus, daftar ini telah ditambahkan dan perbatasan-perbatasan dibuat, hingga sekarang, sehingga semua bintang yang ada dilangit termuat dalam rasinya sendiri. Uni Astronomi Internasional menyerahkan masalah pemberian batas rasi bintang pada komite khusus dan di tahun 1930, daftar finalnya sudah diterbitkan.
Beberapa usaha telah dilakukan untuk menggantikan nama mitologis kuno dengan yang lebih modern, seperti Coelum Stellatum Christianum karya Julius Schiller tahun 1627 yang menggantikan nama-nama kuno dengan berbagai nama orang suci gereja, namun usaha ini tidak populer.
Oh iya, jawaban mengenai tes buta ganda horoskop adalah
Satu = Scorpio
Dua = Pisces
Tiga = Virgo
Empat = Leo
Lima = Sagitarius
Enam = Aries
Tujuh = Capricornus
Delapan = Taurus
Sembilan = Cancer
Sepuluh = Aquarius
Sebelas = Libra
Dua belas = Gemini
Sumber
Considine, G.D., Kulik, P.H. (Editors) 2008. Van Nostrand’s Encyclopedia of Science. 10th Edition. John Wiley and Sons.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah

