Diposting Senin, 7 Maret 2011 jam 4:51 am oleh Evy Siscawati

Penduduk paling miskin di Afrika sekarang dilayani oleh para dokter terbaik di dunia secara gratis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 7 Maret 2011 -


Paul Farmer adalah penulis yang giat dan telah ditampilkan dalam karya besar Tracy Kidder, Mountains beyond Mountains. Karya Farmer telah menginspirasi banyak negara dan organisasi internasional untuk lebih berfokus pada penyakit kanker terutama di negara berkembang. Hal ini disebabkan dari segala penyakit, kanker adalah penyakit yang semakin umum ditemukan di negara berkembang padahal biaya perawatannya masih tergolong mahal dalam standar negara tersebut. Dalam jurnal ilmiah Lancet, Oktober 2010, ia dan tim peneliti lain dari Global Task Force on Expanded Access to Cancer Care and Control in Developing Countries mengumumkan sebuah rencana ambisius jangka panjang untuk meningkatkan akses negara-negara berkembang pada sumber daya medis kanker – dengan meningkatkan dana, menurunkan harga obat-obatan dan mencari cara baru menyalurkan obat-obatan tersebut kepada pasien yang membutuhkan. Negara pertama yang meraih kesempatan ini adalah Malawi, Haiti dan Rwanda.

Menurut wawancaranya dengan Scientific American, Farmer menuturkan bahwa tahun 2003, langka sekali program diagnosa dan perawatan AIDS dan lebih sedikit lagi pada tuberkulosis dan malaria. Sekarang perhatian global sudah cukup baik pada ketiga penyakit tersebut dan kini saatnya kita merintis hal yang sama untuk kanker.

Walau begitu, ada banyak jenis kanker. Farmer menunjuk pada yang paling penting untuk ditanggulangi: kanker leher rahim. Kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV (human papillomavirus) yang ditularkan secara seksual. Pencegahan primer atas penyakit ini adalah penggunaan kondom atau penundaan usia aktivitas seksual, langkah yang kurang lebih sama dengan pencegahan HIV. Sekarang, para ilmuan menduga masih ada varian virus demikian dan di masa depan, sudah pasti ia akan berevolusi menghadapi tekanan dari obat-obatan ciptaan manusia yang tidak berhasil membasmi yang terkuat. Langkah yang lebih baik lagi adalah pemberian vaksin. Memang vaksin khusus HPV tidak mampu mengatasi penyakit menular seksual lainnya, tapi langkah awal harus dilakukan. Kanker leher rahim penting karena penyakit ini sangat mempengaruhi wanita miskin dan sekarang kita telah memiliki vaksin Gardasil yang dapat menanggulangi sebagian besar kasus. Sebuah langkah awal yang baik untuk memulai.

hayooo, siapa yang jaga

Kondisi menarik dan mendukung di Afrika di tuturkan oleh Farmer. Farmer menceritakan saat ia membangun pusat kesehatan di pedesaan di sana. Masyarakat miskin sangat antusias dan yang datang justru kebanyakan berasal dari kota besar. Para oncologis dan hematologis di kota besar merujuk kemari. Di Rwanda utara, dengan bantuan kementrian kesehatan, Framer dan kawan-kawan membangun Rumah Sakit. Para dokter dari Harvard berdatangan dan tidak meminta biaya sedikitpun atas layanan yang mereka berikan. Dengan kata lain, penduduk paling miskin di Afrika sekarang dilayani oleh para dokter terbaik di dunia secara gratis.

Sementara itu, bagi penduduk miskin lainnya di belahan dunia, pengobatan kanker masih sangat mahal. Upaya rintisan di Rwanda, Haiti dan Malawi akan memberi jalan bagi masa depan cerah penduduk miskin di negara lain yang menghadapi penyakit serupa.

Referensi

Carmichael, M. 2011. Not Just an Illness of the Rich. Scientific American, March 2011, pp.66-69

Farmer, P. et al. 2010. Expansion of Cancer Care and Control in Countries of Low and Middle Income: A Call to Action. Lancet, vol. 376, pp. 1186-1193.

Hanna, T.P., Kangolle, A.C.T. 2010. Cancer Control in Developing Countries: Using Health Data and Health Services Research to Measure and Improve Access, Quality and Efficiency. BMC International Health and Human Rights, Vol. 10, No. 24.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.