Diposting Minggu, 6 Maret 2011 jam 1:34 am oleh Evy Siscawati

Kecerdasan Koloni Semut

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 6 Maret 2011 -


Seekor semut adalah mahluk yang bodoh, ukurannya kecil dan tidak mampu melihat jauh. Dilihat dari ukurannya, lansekap dimana ia bergerak ke mana-mana mestilah sangat tidak beraturan baginya. Lalu bagaimana semut dalam koloni semut mampu menemukan makanan dengan cepat dan umumnya lewat rute terpendek, ketimbang fakta kalau tidak satupun memberikan perintah operasi?
Kembali, ini adalah masalah feromon dan kecerdasan gerombolan. Sebuah koloni semut adalah mesin pemproses paralel yang mengesankan. Kevin Kelly mengatakan : “Semut adalah masa lalu organisasi sosial dan masa depan komputer.” Semut berfungsi secara mandiri dan serempak serta berkomunikasi satu sama lain ‘tanpa sadar’ lewat feromon.
Sejumlah semut perintis dilepas untuk mencari makanan, pergi ke berbagai arah secara mandiri dan acak. Mereka terus menerus melepaskan feromon baik saat pergi dari sarang maupun kembali. Dengan cara ini, jejak yang digunakan oleh banyak semut akan memiliki aroma feromon yang kuat. Feromon adalah zat yang menguap sangat lambat sehingga waktu peluruhan jejak semut sangat panjang.

Semut robot buat Mars. Kitik kitik...

Anggap satu ekor semut secara tidak sengaja menemukan jalan berguna terpendek menuju makanan. Katakanlah jalur A. Lalu ia akan mampu menemui makanan dan kembali dengan jalur yang sama dalam waktu terpendek, dibandingkan dengan semut lain yang tidak menempuh rute ini. Perjalanan pergi dan pulang sepanjang jalur A akan menghasilkan kekuatan feromon dua kali lipat, dibandingkan jalur yang dua kali lebih panjang. Berbagai semut dapat melewati berbagai jalur dan jalur-jalur ini dapat berpotongan. Pada persimpangan dimana banyak jalur berpotongan, semut memilih jalur yang mengeluarkan bau paling kuat, dan karenanya memperkuat bau jalur itu sendiri (hukum kembalian menanjak atau umpan balik positif).
Kemunculan paksa mandiri jalur optimum ini adalah contoh dari AUTOKATALISIS, dan ia hanyalah satu contoh dari berbagai proses pembentukan pola dalam sistem kompleks.

Logika Semut

Penyelidikan satu tipe sistem kompleks dapat memberikan petunjuk pada apa yang dapat terjadi dalam sistem kompleks lainnya. Kasus yang paling jelas adalah : Bagaimana memahami kecerdasan manusia sebagai sejenis kecerdasan gerombolan. Kecerdasan manusia muncul dari interaksi antar sel syaraf, padahal kenyataannya tiap sel syaraf itu bodoh sebodoh-bodohnya.

Diterjemahkan dari
Vinod Kumar Wadhawan. 2009. Complexity Explained.
Referensi lanjut

  1. J. Doyne Farmer dan Alletta Bellini. 1991. Artificial Life: The Coming Evolution. Dalam Artificial Life II, SFI Studies in the Sciences of Complexity, vol. X, disunting oleh C.G. Langton, C. Taylor, J.D. Farmer dan S. Resmussen, Addison-Wesley.
  2. Kevin Kelly, 1995. Out of Control: The New Biology of Machines, Social Systems, and the Economic World. Basic Books.
  3. M. Dorigo and T. Stützle. Ant Colony Optimization. MIT Press, Cambridge, MA, 2004.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.