Diposting Minggu, 6 Maret 2011 jam 1:04 am oleh Evy Siscawati

Bulan Ini Merkurius akan Diawasi MESSENGER

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 6 Maret 2011 -


Salah satu penyebab mengapa misi antariksa baru sekarang bisa menjelajahi merkurius karena teknologi yang dibutuhkan sangat menantang. Pertengahan 70an, pesawat yang lewat tercemplung ke dalam Matahari karena teknologi yang dipaksakan.

Teknologi Canggih

Saat ini, Messenger dilengkapi dengan mesin roket utama yang canggih. Pesawat ini dibangun seperti tangki gas terbang dengan struktur minimal dan ringan mengelilingi tangki propellan. Saat peluncuran, massa total pesawat adalah 1,100 kilogram, dan lebih separuh darinya adalah bahan bakar (600 kg). Jadi secara total, berat kosong pesawat ini hanya setengah ton. Dengan kondisi seperti ini, Messenger tidak akan tertarik gravitasi Matahari dan dapat mempertahankan orbitnya dengan bantuan percepatan dari jalur jelajah yang direncanakan dengan hati-hati.

Selain itu, matahari di Merkurius 11 kali lebih terang daripada matahari di Bumi. Hal ini berakibat pada suhu permukaan yang sedemikian panasnya hingga mampu melelehkan seng. Pesawat harus melindungi diri dari sinar dan suhu ini. Messenger mengatasinya dengan membuat sebuah payung dari serabut keramik. Pesawat aslinya bersembunyi di balik payung yang menghadap matahari ini. Di pinggiran payung terdapat panel-panel surya yang khusus dirancang untuk suhu tinggi. Panel ini berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi listrik untuk kebutuhan pesawat.

Walau begitu, perangkat ilmiah tidak dapat ditutupi payung. Perangkat ilmiah ini harus terpapar ke permukaan Merkurius untuk memperoleh data. Tapi permukaan ini bersuhu sangat tinggi. Para ilmuan NASA mengatasinya dengan melapisi kamera dan perangkat lain dengan parafin. Saat berada dekat dengan Merkurius, parafin ini meleleh karena menyerap panas dari planet sekaligus melindungi perangkat. Saat Messenger menjauh, parafin akan kembali membeku dan siap untuk pendekatan selanjutnya ke Merkurius.

Tantangan lain adalah Merkurius berotasi sangat lambat pada sumbunya. Satu hari surya di Merkurius – dari terbit hingga terbenam matahari – berlangsung selama 176 hari Bumi. Banyak lokasi hanya dapat diamati pada geometri pengamatan ideal dalam waktu singkat dalam misi setahun waktu Bumi di sana.

Komposisi bahan planet Merkurius : Vulkanis (coklat),daerah tua (abu-abu), daerah titanium dan besi oksida (biru) (Credit: Scientific American)

Apakah Ada Air di Merkurius?

Citra yang akan ditangkap Messenger dipastikan minimal tiga kali lebih terang daripada sebelumnya dan perangkat ilmiah yang sebelumnya mengumpulkan data lewat penghampiran-penghampiran beberapa tahun ini akan mulai mengirim datanya. Spektrometer Sinar Gamma dan Neutron misalnya akan melanjutkan penemuan yang dibuat tahun 1990an dari pengamatan radar berbasis Bumi: daerah kutub Merkurius mengandung bahan yang sangat reflektif terhadap radar, yang mungkin saja adalah es air.  Es mungkin hal yang paling tidak masuk akal ada di planet sedekat ini dengan matahari, namun daerah gelap abadi di dekat kutub dapat saja cukup ramah untuk menangkap uap air dari komet atau meteoroid kaya air yang menabrak Merkurius di masa lalu.

Misteri Medan Magnet Merkurius

Sebelumnya Messenger menemukan bahwa magnetosfer Merkurius terus berubah. Pada saat pelintasan pertama, medan antar planet menunjuk ke utara, sehingga ia sejajar dengan medan magnet khatulistiwa planet. Magnetosfer cukup tenang. Pada kunjungan kedua Messenger, medan antar planet menunjuk ke selatan, berlawanan dengan medan magnet Merkurius di khatulistiwa. Medan magnet yang tersusun berlawanan arah ini dapat saling potong dalam fenomena yang disebut rekoneksi, yang menyebabkan sejumlah besar energi dan menusukkan plasma dari tiap daerah ke daerah lainnya – dalam kasus ini, melemparkan plasma angin matahari ke magnetorsfer Merkurius. Messenger mengukur laju rekoneksi sebesar 10 kali lebih kuat daripada yang diamati dari Bumi. Dalam pelintasan ketiga, pengamatan menunjukkan kalau garis-garis medan planet sangat tersimpangkan, dalam satu waktu, ia terhubung sepenuhnya dengan angin surya lalu lima menit selanjutnya, garis ini kembali menghubungkan antara kutub utara dan kutub selatan. Dengan dinamika begitu kuatnya, jarum kompas tidak ada gunanya lagi di permukaan, karena ia akan berganti arah tiap lima menit. Apa lagi kemampuan magnetosfer Merkurius?

Pengaruh Angin Matahari pada Medan Magnet Merkurius (Credit: Scientific American)

Denyutan Cahaya

Misteri lain Merkurius adalah denyutan eksosfer. Eksosfer Merkurius benar-benar berdenyut secara harfiah dimana ia menjadi terang tiap dua kali orbit Merkurius. Hal ini diakibatkan oleh efek Doppler yang terjadi pada cahaya yang disiramkan matahari ke Merkurius. Karena orbit planet ini sangat lonjong, maka pada saat planet menjauh dan mendekat, spektrum matahari bergeser sehingga lebih banyak cahaya mencapai eksosfer yang membuat ia menjadi kian terang. Saat merkurius berada sangat dekat atau sangat jauh dari matahari, cahayanya menjadi redup.

Dalam setahun ini, Messenger akan melihat banyak hal baru di Merkurius. Ia juga akan menguji prediksi teori-teori kita tentang Merkurius ini di sana. Entah apa lagi kejutan yang akan diberikannya dari dunia terdekat dengan matahari.

Disarikan dari

Murchie, S.L., Vervack, R.J.Jr., Anderson, B.J. 2011. Journey to the Innermost Planet. Scientific American, March 2011, pp. 34-39

Referensi lanjut

Anderson, B.J. et al. 2010. The Magnetic Field of Mercury. Space Science Reviews, Vol. 152, No. 1-4, pp. 307-339

Denevi, B.W. et al. 2009. The Evolution of Mercury’s Crust: A Global Perspective from MESSENGER. Science, Vol. 324, pp. 613-618

Vervack, R.J.Jr, et al. 2010. Mercury’s Complex Exosphere: Results from MESSENGER’s Third Flyby. Science, Vol. 329, pp. 672-675

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.