Diposting Kamis, 3 Maret 2011 jam 7:59 pm oleh Evy Siscawati

Evolusi Kamar Lebah Madu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 3 Maret 2011 -


Teori evolusi lewat seleksi alam merupakan teori menyeluruh mengenai kehidupan di bumi: bila ia tidak dapat menjelaskan kamar lebah, ia tentunya merupakan teori yang cacat. Untuk membuktikan bahwa kamar lebah madu berevolusi, harus ada dua pertanyaan yang dijawab: pertama, bagaimana kemampuan lebah berevolusi, dan kedua, bagaimana lebah membangun kamarnya dengan hanya menggunakan naluri dan kecerdasan yang telah di evolusikannya. Kedua jawaban atas pertanyaan ini telah ditemukan sejak zaman Darwin.

Bagaimana kemampuan membuat kamar lebah madu berevolusi?

Kamar lebah madu berbentuk segi enam dan merupakan struktur yang rumit. Struktur yang paling sederhana dibuat di alam adalah struktur melingkar, sebagai contoh, sarang burung berbentuk melingkar. Dapat diduga bahwa struktur segi enam berasal dari struktur purba yang melingkar. Pada masa Darwin bukti nyatanya telah dibuktikan. Di saat itu ditemukan adanya lebah Meksiko, Melipona domestica, yang unik. Lebah ini memiliki kamar berbentuk melingkar. Jadi, penjelasan teori evolusi adalah : sarang melingkar seperti yang dimiliki Melipona berevolusi menjadi sarang segi enam. Seleksi alam yang bekerja dapat saja musim dingin, kekurangan makanan, dsb, sehingga koloni lebah yang membangun struktur yang lebih efisien akan lebih mampu bertahan hidup dan berkembang. Struktur segi enam lebih efisien karena menggunakan lebih sedikit lilin untuk menyimpan lebih banyak madu. Jadi sekarang lebah telah memiliki struktur segi enam. Bagi lebah yang tidak mengalami tekanan seleksi alam seperti Melipona domestica, struktur kamar di sarang mereka tidak berubah dan tetap melingkar.

Sarang Melipona satu lobang bulat rame-rame

Sarang Melipona rame-rame

Sarang Tawon

Sarang lebah madu

Bagaimana lebah membangun kamarnya?

Menurut George Robert Waterhouse, lebah bekerja berdasarkan dua prinsip antagonis: satu yang menyebabkan mereka menumpuk dan menggali lilin, yang lain membatasi derajat penggalian. Dalam pandangan ini, lebah membangun kamar melingkar yang menjadi segi enam karena mereka bekerja dalam kendala dua prinsip antagonis ini dan kedekatan dengan kamar-kamar lainnya.

Waterhouse mengamati bagaimana lebah pemotong daun membuat struktur melingkar dari tanah liat. Dengan menjaga tubuhnya tetap dalam satu posisi dan bekerja ke segala arah sejauh yang bisa dijangkaunya saat menggali, lebah dapat membentuk rongga dalam busur lingkaran dan diameternya ditentukan oleh kekuatannya menggapai.

Waterhouse juga menjelaskan mengenai perdebatan mengenai sarang tawon yang ditunjukkan dalam pertemuan masyarakat entomologi London tahun 1858. Sarang tawon dibuat hanya oleh satu tawon (sang ratu) dan juga berbentuk segi enam. Bukti ini menyanggah pendapat yang ia ajukan sebelumnya. Waterhouse menyatakan bahwa tawon yang bekerja sendiri selalu bekerja pada beberapa kamar sekaligus, karenanya kendala formal yang dihadapinya juga sama dengan yang dihadapi oleh sekelompok lebah yang bekerja bersama-sama.

Lihat Hidung Gue

Bulan April 1858, Darwin pergi menemui William Hallowes Miller, seorang kristalografer untuk membahas geometri kamar lebah. Miller adalah penemu teknologi kristalografi yang saat itu merupakan alat kalkulasi matematis paling maju. Kesimpulan dari pertemuan ini adalah lebah tampaknya memang dapat membuat bola atau tabung sejati, lebah tidak pernah mulai bekerja pada satu kamar namun selalu bekerja bersamaan, mereka dapat memperhitungkan jarak dan lebah yang membuat kamar melingkar (tabung) pada akhirnya akan berhimpit dengan kamar melingkar lain yang dibuat oleh temannya. Perpotongan antara dua lingkaran ini membentuk dinding tipis yang datar. Maka dengan asumsi perhitungan jarak sempurna, dapat dipahami bagaimana prisma segi enam dapat terwujud dari pertemuan-pertemuan ini.

Sementara itu, menurut Waterhouse mengenai kasus tawon, sisi kamar tawon yang tidak dibatasi kamar lain juga berdinding datar. Hal ini menurutnya karena petunjuk yang diperoleh tawon berdasarkan sisi satunya lagi (sisi seberang) yang datar karena berpotongan.

Charles Darwin membuat percobaan dengan kamar lebah yang ia laporkan dalam Origin of Species. Ketiga percobaan ini telah diulang oleh John Williams tahun 2009. Hasil yang ditemukan sepenuhnya sesuai dengan apa yang digambarkan Charles Darwin. Tiga percobaan yang dilakukannya adalah sebagai berikut.

Bukan Percobaan yang ini

Percobaan pertama :

Darwin meletakkan balok lilin tebal kedalam sarang lebah. Lebah segera menggali kawah kecil di dalamnya. Saat mereka memperdalam kawah kecil ini, mereka membuatnya melebar dan semakin lebar hingga menjadi cekungan dangkal, tampak terlihat sepenuhnya bagian dari sebuah bola, dan dengan diameter kamar. Ketika beberapa lebah mulai menggali cekungan ini bersamaan, mereka mulai bekerja dalam jarak yang cukup jauh, ketika cekungan mencapai lebar sekitar ukuran kamar lebah biasa, dan kedalaman seperenam diameter lingkaran luar, pinggiran cekungan saling berpotongan dan runtuh. Lebah segera menutupinya dari kedua sisi sehingga membentuk dinding datar dari lilin. Pada akhirnya terbentuklah kamar-kamar berbentuk segi enam. Dasar dari kamar berbentuk cekung karena tidak ada tekanan dari sisi lain yang tergeletak di lantai sarang.

Percobaan kedua:

Darwin meletakkan lembaran tipis lilin berbentuk pisau dalam posisi menyamping di dalam sarang lebah. Lebah segera menggali dari kedua sisi sehingga membentuk cekungan. Namun bila mereka menggali dengan kedalaman yang sama dengan percobaan dengan balok lilin, maka kawah yang mereka gali akan runtuh dalam pertemuan kedua sisi karena lilin yang digunakan berbentuk lembaran tipis, bukannya balok. Para lebah ternyata tidak melakukan ini. Mereka berhenti tepat pada waktunya dan dasar dari kawah mereka berbentuk datar. Dasar datar ini benar-benar berada di daerah pertengahan lembaran lilin. Bagian atas kamar tidak terlalu melingkar dan dibuat tidak rapi. Hal ini karena tidak ada kawah lain yang ada di sampingnya yang sudah sangat tipis bagi lebah. Dengan kata lain, lebah memilih bagian yang tepat untuk menggali sehingga dasarnya tidak menerobos ke bagian lain.

Percobaan ketiga:

Darwin menutupi sisi dinding sebuah kamar segi enam dengan lapisan tipis lilin. Lebah tertipu dan menggali lebih dalam lagi sehingga kamar segi enam berubah bentuk mendekati bentuk bunga dimana tiap sisi segi enam menggelembung keluar.

Berdasarkan teori dan eksperimen yang dilakukan Charles Darwin, telah jelas bahwa struktur segi enam dalam sarang lebah bukanlah dibuat dengan kecerdasan tinggi, namun lewat pemaksaan seleksi alam terhadap sumberdaya lebah. Kamar lebah berevolusi dari bentuk melingkar menjadi bentuk segi enam akibat kegagalan membangun kamar yang bertumpukan secara ketat. Ilustrasinya dapat anda lihat dalam gelembung sabun atau sampo yang anda tiup dengan pipet ke atas lantai datar. Gelembung-gelembung sabun awalnya berbentuk bulat, ketika bertemu mereka membentuk dinding. Dalam kasus lebah, kamar mereka awalnya berbentuk bulat, namun ketika bertemu kamar lainnya, dindingnya runtuh dan lebah harus menutupinya lagi (bukannya merencanakan harus membuat dinding). Proses ini diulang pada sisi lainnya sehingga menjadi segi enam. Ilustrasi lain juga dapat ditemukan dalam bentuk gelembung pada kue pai yang dimasak di oven. Kue pai membentuk gelembung-gelembung akibat udara terjebak yang kemudian saling bersinggungan membentuk segi enam.

Nyam Nyam

Diringkas dari :

Darwin Correspondence Project: The Evolution of Honeycomb

?Referensi lanjutan:

  1. Rougham, H.P. 1858. Recherches analytiques et expérimentales sur les alvéoles des abeilles. Comptes Rendus Hebdomadaires des Séances de l’Académie des Sciences 46: 1024–9.
  2. Waterhouse, G.R. 1835. Bee. In The penny cyclopaedia of the Society for the Diffusion of Useful Knowledge, edited by Charles Knight, vol. 4, pp. 149–56. London: Charles Knight.
  3. Williams, J. 2009. Darwin’s bees. The Central Association of Bee-Keepers.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.