Otot Jantung Bayi Tikus yang Baru Lahir dapat Tumbuh Kembali
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 1 Maret 2011 - Ini seperti fiksi ilmiah, tapi ternyata benar. Para ilmuan dari Pusat Medis Barat Daya UT menemukan bahwa jantung mamalia yang baru lahir dapat menyembuhkan dirinya sendiri, sepenuhnya!
Para peneliti, bekerja dengan tikus, menemukan kalau sepotong jantung yang diambil pada minggu pertama kelahiran ternyata tumbuh kembali seluruhnya dan dengan benar – seolah tidak terjadi sesuatu apapun.
“Ini langkah penting dalam penelitian kita untuk menyembuhkan penyakit jantung, pembunuh nomer satu di negara berkembang,” kata Dr Hesham Sadek, asisten profesor kedokteran internal. “Kami menemukan kalau jantung mamalia yang baru lahir dapat memperbaiki dirinya sendiri; ia hanya lupa bagaimana melakukannya saat ia menjadi tua. Tantangannya sekarang adalah mencari cara mengingatkan jantung orang dewasa untuk membetulkan dirinya sendiri kembali.”
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan kalau organisme tingkat rendah seperti beberapa jenis ikan dan amfibi yang dapat menumbuhkan kembali sirip dan ekornya, juga dapat menumbuhkan kembali bagian-bagian jantungnya setelah terluka.
“Sebaliknya, jantung mamalia dewasa tidak mampu menumbuhkan kembali jaringan yang hilang ataupun rusak, akibatnya, saat jantung terluka, misalnya akibat serangan jantung, ia semakin lemah dan akhirnya menyebabkan gagal jantung,” kata Dr Sadek.
Para peneliti menemukan bahwa dalam tiga minggu setelah membuang 15 persen jantung tikus yang baru lahir, jantung tersebut mampu menumbuhkan kembali jaringan yang hilang sepenuhnya, dan hasilnya ia berfungsi sama seperti jantung yang normal. Para peneliti percaya kalau sel jantung yang berdetak tanpa terluka, yang disebut kardiomiosit, adalah sumber utama sel baru. Mereka berhentu berdetak cukup lama untuk membelah dan menyediakan kardiomiosit segar untuk jantung. Dr Eric Olson, kepala biologi molekuler dan juga ilmuan yang melakukan penemuan ini mengatakan kalau penemuan ini mengesankan.
“Ketidakmampuan jantung orang dewasa melakukan regenerasi setelah cedera menjadi kendala utama dalam kedokteran kardiovaskuler,” kata Dr Olson, yang mengepalai Pusat Penelitian Dasar Kanker Nancy B dan Jake L Hamon di Pusat Penelitian Dasar dan Klinis Oncologi Pediatrik Keluarga Nearburg. “Penelitian ini menunjukkan kalau regenerasi jantung itu mungkin pada jantung mamalia saat ia baru lahir, namun kemampuan regenerasi ini kemudian lenyap. Dengan pengetahuan ini, kita dapat selanjutnya mencari cara membangkitkan regenerasi jantung pada orang dewasa”
Langkah selanjutnya, kata para peneliti, adalah mempelajari waktu singkat dimana jantung masih mampu melakukan regenerasi dan mencari bagaimana dan mengapa jantung memadamkan kemampuan mengesankan ini saat ia menjadi dewasa.
Diterjemahin dari
UT Southwestern Medical Center.
Referensi Jurnal Ilmiahnya:
E. R. Porrello, A. I. Mahmoud, E. Simpson, J. A. Hill, J. A. Richardson, E. N. Olson, H. A. Sadek. Transient Regenerative Potential of the Neonatal Mouse Heart. Science, 2011; 331 (6020): 1078 DOI: 10.1126/science.1200708
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah

