Diposting Selasa, 1 Maret 2011 jam 9:01 am oleh Evy Siscawati

Antena Atom Mengirimkan Informasi Kuantum dalam Mikrochip

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 1 Maret 2011 -


Enam tahun lalu, para ilmuan di Universitas Innsbruck merealiasikan byte kuantum pertama – sebuah komputer kuantum dengan enam partikel kuantum terjebak. Rekor yang sampai sekarang masih bertahan. “Walau demikian, untuk membuat komputer kuantum praktis yang dapat digunakan, yang mampu melakukan perhitungan, kita perlu jauh lebih banyak bit kuantum,” kata Profesor Rainer Blatt, yang bersama tim penelitinya di Lembaga Fisika Eksperimental, menciptakan byte kuantum pertama dalam penjebak ion elektromagnet. “Dalam jebakan ini, kami tidak dapat menyusun sejumlah besar ion dan mengendalikannya secara serempak.”
Untuk memecahkan masalah ini, para ilmuan telah memulai rancangan komputer kuantum berbasis pada sistem banyak register kecil yang harus dihubungkan. Untuk mencapai hal ini, fisikawan kuantum Innsbruck sekarang telah mengembangkan pendekatan revolusioner baru berbasis pada sebuah konsep yang dirumuskan fisikawan Ignacio Cirac dan Peter Zoller. Dalam eksperimen ini, fisikawan secara elektromagnetis mengkopel dua kelompok ion dalam jarak sekitar 50 mikron. Disini, gerakan partikel bertindak sebagai antena. “Partikel bergetar seperti elektron dalam tiang antena TV dan karenanya membangkitkan medan elektromagnet,” jelas Blatt. “Bila satu antena disetel selaras dengan satunya lagi, ujung penerima mengambil sinyal pengirim, yang menghasilkan kopling.” Pertukaran energi terjadi dalam proses ini dapat menjadi dasar operasi perhitungan dasar komputer kuantum.

Antenna memperkuat transmisi
“Kami mengimplementasikan konsep baru ini secara sangat sederhana,” jelas Rainer Blatt. Dalam penjebak ion miniatur, sebuah potensial kolam ganda diciptakan, menjebak dua ion kalsium. Kedua kolam ini terpisah 54 mikron. “Dengan memberikan tegangan pada elektroda penjebak ion, kami mampu menyesuaikan frekuensi osilasi ion,” kata Blatt.

Gimana rasanya di dalam sumur?

“Hal ini menghasilkan proses kopling dan pertukaran energi, yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi kuantum.” Kopel langsung dua osilasi mekanis pada tingkat kuantum tidak pernah ditunjukkan sebelumnya. Selain itu, para ilmuan menunjukkan kalau pengkopelan diperkuat dengan menggunakan lebih banyak ion dalam tiap kolam. “Ion tambahan ini berfungsi sebagai antena dan meningkatkan jarak dan kecepatan transmisi,” kata Rainer Blatt, yang terkesan pada konsep baru ini. Penelitian ini menjanjikan pendekatan untuk membangun komputer kuantum yang bekerja sepenuhnya.
“Teknologi baru ini menawarkan kemungkinan menyebarkan penjebakan. Pada saat yang sama, kami mampu mentargetkan tiap sel memori secara individual,” jelas Rainer Blatt. Komputer kuantum baru dapat berdasarkan pada sebuah chip dengan banyak penjebak mikro, dimana ion-ion berkomunikasi satu sama lain lewat pengkopelan elektromagnetik. Pendekatan baru ini menjadi langkah penting menuju teknologi kuantum praktis untuk prosesing informasi.
Para peneliti kuantum didukung oleh Dana Sains Austria FWF, Uni Eropa, Dewan Penelitian Eropa dan Federasi Industri Austria Tyrol.

Tulisan diterjemahkan dari:

University of Innsbruck

Jurnal ilmiahnya :
M. Harlander, R. Lechner, M. Brownnutt, R. Blatt, W. Hänsel. Trapped-ion antennae for the transmission of quantum information. Nature, 2011; DOI: 10.1038/nature09800

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.