Diposting Sabtu, 26 Februari 2011 jam 4:18 am oleh Evy Siscawati

Misteri Pertumbuhan Penduduk di Kota Besar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 26 Februari 2011 -


Fisikawan teoritis, Geoffrey West mempelajari pertumbuhan populasi dari berbagai kota besar dan menemukan sesuatu yang aneh. Pada dasarnya, setiap kali kota melipatgandakan penduduknya, ada peningkatan 15 persen dalam … segalanya! Laju kejahatan, tingkat polusi, penyakit, hal-hal baik seperti produktivitas dan kreativitas dan bahkan hal-hal spesifik seperti kecepatan orang berjalan di trotoar. Dua kali lipatkan jumlah penduduk, semuanya akan naik hampir tepat 15 persen tidak peduli di kota mana.
Bagi West, dunia selalu selalu mengesankan bahkan pada gambarannya yang paling abstrak. Sebagai fisikawan teoritis yang memburu hukum-hukum dasar, ia senang membandingkan karyanya dengan karya Kepler, Galileo dan Newton. “Saya selalu ingin menemukan aturan yang mengatur segalanya,” kata beliau. “Mengesankan kalau ternyata aturan tersebut ada. Lebih mengesankan lagi ketika kita bisa menemukannya.”
Bagi West, langkah pertama berarti mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin data perkotaan. Bersama dengan Luis Bettencourt, fisikawan teoritis lainnya yang telah meninggalkan fisika konvensional dan satu tim peneliti, West mulai menjelajahi perpustakaan dan situs pemerintah untuk memperoleh data statistik. Para ilmuan mengunduh data raksasa dari Biro Sensus, mempelajari infrastruktur negara Jerman dan membeli buku statistik mahal yang tebal mengenai tiap ibu kota provinsi di China. Sayangnya, bukunya dalam bahasa Mandarin. Mereka melihat tiap tetesan air hujan data, seperti film Matrix. Dari jumlah total kabel listrik di kota Frankfurt hingga jumlah lulusan universitas di Boise. Mereka mengobrak-abrik data statistik mengenai pom bensin dan pendapatan warga, wabah flu dan kasus bunuh diri, jumlah kedai kopi dan kecepatan berjalan pejalan kaki.
West sudah tertarik ke bidang berbeda sebelumnya. Tahun 1997, kurang dari lima tahun setelah ia bertransisi dari fisika energi tinggi, ia menerbitkan salah satu makalah paling berpengaruh dalam biologi modern. Penelitian ini yang muncul dalam jurnal Science telah dikutip lebih dari 1500 kali. Kalimat terakhir dalam makalah tersebut merangkum sapuan ambisinya, saat West dan rekan-rekannya menyatakan bahwa mereka baru saja memecahkan “tema paling menantang dalam semua keanekaragaman hayati,” yang menunjukkan bagaimana fakta paling vital mengenai hewan – detak jantung, ukuran, kebutuhan kalori – semua saling kait secara tak terduga.

Ah manusia, kau ternyata sama juga denganku.

Sisi gelap di kehidupan kota bermanifestasi dalam perilaku superlinier ini. Tampaknya, hal baik dan buruk berjalan beriringan secara terintegrasi, terprediksi dan terpaket. Seseorang yang tertarik ke kota besar karena inovasi atau gaji yang tinggi dapat juga menyebabkan peningkatan setara dalam sampah, pencurian, polusi, flu dan bahkan AIDS.
Pertumbuhan populasi kota besar adalah tema besar dalam kehidupan modern yang muncul di berbagai belahan dunia, dari ledakan penduduk di kota industri di China Selatan hingga favela di Rio de Janeiro. Sebagai hasilnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, mayoritas manusia hidup di kota besar. Jumlah orang yang hidup di kota besar malah jauh lebih banyak di negara berkembang. Lebih jauh lagi, laju urbanisasi dipercepat saat orang di penjuru dunia meninggalkan pedesaan dan memenuhi jalanan di kota.
Jaringan sosial yang berada di bawah skala superlinier pada kekayaan inovasi, kreativitas, kejahatan dan polusi berperilaku justru secara bertentangan: semakin besar organisasi, semakin cepat laju kehidupan. Di kota besar, penyakit menyebar lebih cepat, transaksi bisnis lebih cepat, dan orang berjalan lebih cepat pula – semua bekerja secara sistematis dan terprediksi, semuanya mengikuti aturan 15 persen.
Nah, sekarang mari kita uji teori West ini untuk kota Jakarta. Tahun 1971, jumlah penduduk Jakarta adalah 4,579,303 jiwa, dan tahun 1995 meningkat dua kali lipat menjadi 9,112,652 jiwa. Menurut teori West, berarti ada peningkatan 15% pada segala hal di dalam kota tersebut antara tahun 1971 dan 1995. Buat pembaca, ini bisa jadi PR atau bahkan makalah ilmiah untuk tugas kuliah. Silakan dicoba. Coba cek data hal-hal yang disebutkan West di atas, siapa tahu ada datanya.
Referensi :

  1. Bettencourt, L.M.A.,  Lobo, J., Helbing, D., Kühnert,  C., West, G.B. 2007. Growth, innovation, scaling, and the pace of life in cities PNAS April 16
  2. West, G.B., J.H. Brown, and B.J. Enquist. 1997. A general model for the origin of allometric scaling laws in biology. Science 276:122-126.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.