Diposting Sabtu, 26 Februari 2011 jam 9:23 pm oleh Evy Siscawati

Mengapa orang berjalan sangat lambat kalau ramai

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 26 Februari 2011 -


Kali ini, matematikawan menemukan bahwa saat kerumunan semakin rame, orang yang berjalan kaki cenderung bergeser posisi sehingga mereka dapat saling berkomunikasi dengan temannya dalam lingkungan yang bising. Tapi biasanya kan kita jalan beriringan kayak bebek kalau lagi sepi. Di jalanan yang rame, kelompok orang justru berjalan membentuk huruf V. Orang yang di tengah paling belakang, dan orang yang paling pinggir berada paling depan.

V for Virgin

Dalam kerumunan pejalan kaki, 70% orang yang ada merupakan anggota kelompok pertemanan yang berjalan bersama. Akibatnya, seluruh kerumunan menjadi melambat. Orang-orang pembuat lambat ini meniru bentuk corong loudspeaker agar suara mereka ngobrol lebih terdengar, bukannya meniru bentuk pesawat siluman atau kelompok angsa yang melaju cepat dengan formasi huruf V terbalik.
“Kita hampir tidak ada bedanya dari domba saat ada dalam kerumunan. Apa yang membedakan kita hanya karena kita berinteraksi secara sosial. Berjalan mundur jelas tidak praktis, jadi kita membentuk formasi V atau U dengan mengorbankan kecepatan,” kata Moussaid, matematikawan yang menemukannya. Dalam kelompok, para peneliti menemukan juga kalau mereka yang meminta orang lain bergerak lebih cepat, justru memperburuk keadaan. “Kamu menyebabkan kekacauan. Kerumunan adalah sistem terorganisir secara mandiri, jadi kalau kamu tidak bekerja sama, sistemnya rusak dan kamu memperlambat semua orang,” kata Moussaid.
Wah, jadi gimana. Kamu ternyata gak bisa memaksa orang didepan kamu untuk mempercepat jalannya. Ya, sudah, seharusnya kamu gak usah lewat jalan yang rame.

Referensi :
M. Moussaïd, N.Perozo, S. Garnier, D. Helbing, and G. Theraulaz. The walking behaviour of pedestrian social groups and its impact on crowd dynamics. PLoS ONE, 2010, 5(4):e10047

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.