Diposting Sabtu, 26 Februari 2011 jam 6:08 pm oleh Evy Siscawati

Ahli Matahari menemukan gelombang dalam lubang Magnet seukuran dua kali pulau Jawa

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 26 Februari 2011 -


Ada ombak besar di lubang magnet raksasa di permukaan matahari.. Penemuan ombak-ombak besar ini dilakukan oleh para ilmuan dari Universitas Sheffield dan Universitas Ratu di Belfast.
Matahari itu seperti gulungan benang rajutan nenek. Bulatannya diselubungi oleh jaringan garis-garis medan magnet berseliweran kesana kemari dan dapat dilihat dalam atmosfer matahari. Daerah yang gelap, hitam, raksasa, seperti lubang, sebenarnya adalah daerah dimana benang-benang medan magnet menerobos masuk ke kedalaman matahari, menelusup di antara gas-gas mendidih menuju ke ke sebelah belakang matahari, dan terpelanting ke atmosfer matahari yang sangat panas, lebih dari sejuta derajat. Bintik hitam terbesar disebut bintik matahari (bukan bintik hitam bekas jerawat di wajahmu itu loh, kepedean), dan sudah dipelajari sejak penemuannya, umm, tahun 364 SM.
Tim ilmuan yang menemukan gelombang raksasa ini dipimpin oleh profesor Robertus von Fay-Siebenburgen, Kepala Pusat Penelitian Plasma Antariksa dan Fisika Matahari (SP2RC) di Universitas Sheffield. Mereka mempelajari daerah magnetik Matahari yang jauh lebih kecil dari bintik matahari. Walaupun kecil, tapi ukurannya masih, yah, kira-kira lebih besar dari dua kali pulau Jawa.

Ukuran Inggris itu dua kali pulau jawa, oke?

Para ilmuan astronomi sepertinya sudah kehabisan kata untuk memberi nama ilmiah pada objek di langit. Tebak apa istilah yang dipilih untuk lubang hitam kecil matahari? Pori! Bahasa inggrisnya pore. Eh, berhenti mencetin komedo di hidungmu itu!
Penelitian mereka menunjukkan kalau pori yang mereka amati ternyata mampu menyalurkan energi yang dibangkitkan jauh di dalam perut matahari, bersama dengan medan magnet ke atmosfer atas matahari. Medan magnet yang keluar dari pori ini lebih dari seribu kali medan magnet Bumi. Energi yang dikirimkan dalam gelombang dengan bentuk khusus. Ups, gelombang ini harus diberi nama. Saat para ilmuan itu meneliti, mungkin mereka asal saja memberi nama. Ada mahasiswi mencetin komedo, keluarlah pori. Sekarang menurutmu apa nama untuk gelombang ini. Ya, mungkin saja sang astronom waktu menemukan ini tiba-tiba merasa lapar. Jadi, mereka namakan gelombang khusus di dalam pori matahari sebagai gelombang sosis! (Sausage Waves)
Para ilmuan bisa melihat gelombang sosis dengan menggunakan, uh, siap-siap untuk nama aneh. ROSA. Rapid Oscillations of the Solar Athmosphere alias ayunan cepat atmosfer matahari (acem … hahaha). ROSA adalah mesin pencitra matahari buatan Inggris yang dirancang oleh Universitas Ratu Belfast (oh! Pantesan). ROSA dioperasikan di Teleskop Matahari Dunn di Puncak Sacramento, Amerika. Ini adalah pengamatan pertama gelombang sosis di permukaan matahari. Ciri-ciri keberadaan gelombang sosis adalah mengembang dan mengecilnya pori (lubang magnet) secara periodis.

Permukaan pori pori matahari

Tim para pakar, termasuk Dr Richard Morton dari Universitas Sheffield dan Profesor Mihalis Mathioudakis serta Dr David Jess dari Universitas Ratu Belfast berharap kalau lubang magnet besar ini akan berperan penting dalam mengungkapkan rahasia besar dibalik pemanasan korona matahari. Anda ingatkan kalau korona artinya mahkota. Jadi para ilmuan ratu berharap sosis di dalam pori dapat mengungkapkan rahasia mahkota!
Kenapa korona itu misterius? Karena permukaan matahari suhunya hanya beberapa ribu derajat, tapi korona matahari – wow, ribuan kali lebih panas. Korona itu bagian matahari paling luar, paling misterius dan paling bikin pusing. Koq bisa suhu atmosfer matahari meningkat justru saat kita menjauh dari matahari, dari pusat produksi energi, yang ada di bawah permukaan. Ini salah satu misteri astrofisika loh. Penemuan gelombang sosis ini menunjukkan transfer energi dalam skala besar dan menawarkan penjelasan baru atas teka-teki ini.
Para anggota tim berharap akan menggunakan citra matahari yang sama dari ROSA untuk memahami sub struktur halus dari lubang magnet besar ini dengan merekonstruksi citranya sehingga mereka bisa melihat ke dalam lubang. Sekali lagi, mereka ingin melihat ke dalam lubang!

Untuk mengungkapkan rahasia ini?

Professor Robertus von Fay-Siebenburgen bilang “Ini adalah penemuan baru yang mengesankan bersama sejumlah penemuan lainnya yang berhasil kami buat dalam tahun-tahun terakhir. Ini pertama kalinya gelombang sosis terdeteksi di Matahari dengan detail sebaik itu. Dengan menganalisa gelombang ini, kita dapat semakin dekat dalam memahami mekanisme fisika dalam atmosfer sebuah bintang.”

Jurnal Ilmiahnya :
R. J. Morton, R. Erdélyi, D. B. Jess, M. Mathioudakis. Observations Of Sausage Modes In Magnetic Pores. The Astrophysical Journal, 2011; 729 (2): L18 DOI: 10.1088/2041-8205/729/2/L18

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.