Diposting Senin, 14 Februari 2011 jam 11:20 am oleh Dianna Firefly

Enterobacter sakazakii

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 14 Februari 2011 -


Enterobacter sakazakii adalah bakteri penyebab meningitis, enteritis dan septicaemia. Bayi yang sehat cukup sulit terkena, tapi bayi yang sakit bila terkena infeksi kemungkinannya menjadi fatal adalah 40-80%.

Nama Enterobacter sakazakii sebenarnya sudah tidak modern lagi. Secara ilmiah, namanya sudah diganti menjadi Cronobacter spp. Tapi kita lebih senang menyebutnya Enterobacter sakazakii ketimbang menyebut nama yang mirip iuran sekolah. Namanya diganti karena Enterobacter sebenarnya nama family Enterobacteriaceae. Jadi dibuatlah genus baru, yaitu Cronobacter.

Survey badan perlindungan kesehatan Inggris menemukan bahwa bakteri ini dapat ditemukan di rumah sakit, rumah tangga, pabrik sereal dan pabrik susu bubuk. Ia juga ditemukan di berbagai produk makanan. Sudah banyak penelitian tentang bakteri ini dan memang benar kalau bakteri jenis ini suka tinggal di berbagai produk makanan termasuk formula bayi. Jadi WHO sendiri telah menggariskan standar-standar untuk menjaga agar formula bayi tidak tercemar Cronobacter.

Bakteri ini tumbuh paling cepat pada suhu 25 atau 37 derajat celsius, tapi penelitian Tareq Osaili dari Universitas Sains dan Teknologi Yordania menemukan bahwa formula bayi yang dicampur dengan jus buah ternyata menghambat pertumbuhan kuman ini. Campuran ini bahkan mampu menghentikan pertumbuhannya secara total bila formula tersebut dibekukan.

Tareq Osaili kemudian menyarankan agar formula untuk bayi yang berbasis gandum jika belum dikonsumsi dengan segera, lebih baik diberi campuran jus buah dan disimpan di kulkas pada suhu 4 derajat celsius. Dengan cara ini Enterobacter sakazakii tidak dapat tumbuh. Studi Osaili menggunakan jus buah apel dan anggur. Organismenya sendiri tidak mati sih, hanya tidak bertambah banyak.

Referensi :

  1. Enterobacter sakazakii infections associated with the use of powdered infant formula Tennessee 2001. MMWR Morb Mortal Wkly Rep 2002;51:297-300.
  2. Farber JM. 2004. Enterobacter sakazakii new foods for thought? Lancet;363:5-6.
  3. Nazarowec-White M, Farber JM. 1997. Enterobacter sakazakii: a review. Int J Food Microbiol;34:103-13.
  4. Osaili, T., Shaker, R., Ayyash, M., Al-Nabulsi, A. and Forsythe, S. 2009. Survival and growth of Cronobacter species (Enterobacter sakazakii) in wheat-based infant follow-on formulas. Letters in Applied Microbiology, 48: 408–412.
Dianna Firefly
I don't wanna explain who I am. Just a woman who has big dreams. I don't get to choose how i'm going to die, or When. But i can to decide how i'm going to live now. That's why i am Luminous ! Dianna Firefly
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.