Diposting Minggu, 13 Februari 2011 jam 2:04 pm oleh Dianna Firefly

Endometriosis, Musuh Menakutkan bagi Wanita

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 13 Februari 2011 -


Apakah yang dimaksud dengan endometriosis ?

Kata endometriosis berasal dari kata endometrium, endo berarti di dalam dan metrium yang berarti ibu. Endometrium adalah lapisan yang terdapat pada rahim. Apabila seorang wanita tidak hamil, lapisan tersebut tumbuh dan kemudian meluruh setiap bulannya, hal ini disebut menstruasi. Endometriosis terjadi ketika jaringan yang terdapat di bagian dalam kandungan tumbuh di luar  kandungan (uterus), umumnya pada permukaan organ atau berada di  bagian badan dalam  area abdominal dan panggul (pelvic), dengan kata lain tidak tumbuh pada tempat seharusnya. Pada endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim. Lapisan endometrium yang terdapat di luar rahim juga member respon terhadap siklus menstruasi, sama seperti lapisan endometrium di dalam rahim dimana pada menstruasi, lapisan endometrium akan meluruh dan berdarah. Bagaimanapun juga lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak.

Dimana endometriosis dapat tumbuh ?

Kebanyakan endometriosis ditemukan dalam rongga yang mengenai panggul yaitu pada bagian atas atau di bawah indung telur,  di belakang uterus, pada bagian atas jaringan yang melindungi uterus, pada bagian atas perut atau kandung kemih, dan pada beberapa kasus yang jarang terjadi, endometriosis dapat berkembang dalam bagian lain atau pada paru-paru.

Apakah gejala umum dari endometriosis ?

Gejala umum endometriosis yaitu kram atau nyeri haid yang sangat menyakitkan (dapat semakin buruk dari waktu ke waktu), nyeri panggul, sakit saat melakukan hubungan seksual atau sesudah berhubungan seksual, sakit yang berhubungan dengan usus, sulit buang air besar selama masa menstruasi, periode menstruasi yang panjang, terjadi pendarahan selama masa hamil, dan ketidaksuburan atau kemandulan.

Apa yang meyebabkan endometriosis?

Penyebab endometriosis belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian mencoba mengungkapkan penyebab endometriosis. Para peneliti sedang berusaha mencari tahu mengapa terdapat jaringan yang tumbuh di dalam rahim wanita namun tidak terdapat pada semua rahim wanita. Ada teori penyebab endometriosis yang dinyatakan oleh para ahli sebagai berikut.

Metaplasia

Metaplasia yaitu perubahan dari satu tipe jaringan normal menjadi tipe jaringan normal lainnya. Beberapa jaringan endometrium memiliki kemampuan dalam beberapa kasus untuk menggantikan jenis jaringan lain di luar rahim. Beberapa peneliti percaya hal ini terjadi pada embrio, ketika pembentukan rahim pertama. Lainnya percaya bahwa beberapa sel dewasa mempertahankan kemampuan mereka dalam tahap embrionik untuk berubah menjadi jaringan reproduksi.

Menstruasi Mundur dan Transplantasi

Aliran menstruasi mundur (“retrograde menstrual flow”) di mana sebagian dari jaringan rahim (endometrium) seorang wanita luruh menuju pelvic atau area panggul selama masa mentruasinya. Cairan ini mengalir melalui saluran tuba dan tersimpan pada organ panggul yang kemudian tumbuh menjadi kista. Namun, ada sedikit bukti bahwa sel-sel endometrium dapat benar-benar melekat dan tumbuh ke organ panggul perempuan. Bertahun-tahun kemudian, para peneliti menemukan bahwa 90% wanita memiliki aliran mundur.

Predisposisi genetik

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat keluarga menderita endometriosis lebih mungkin untuk terkena penyakit ini. Dan ketika diturunkan maka penyakit ini cenderung menjadi lebihuruk pada generasi berikutnya. Studi di seluruh dunia yang sedang berlangsung yaitu studi Endogene Internationalmengadakan penelitian berdasarkan sampel darah dari wanita dengan endometriosis dengan harapan mengisolasi sebuah gen endometriosis.

Hormon dan Imunitas

Peneliti  sedang menyelidiki penyebab lain dari endometriosis yaitu yang berkaitan dengan estrogen. Esterogen adalah suatu hormon yang terlibat dalam siklus reproduktif wanita dan tampaknya ikut berperan dalam pertumbuhan endometriosis. Oleh karena itu, beberapa riset sedang mempelajari endometriosis sebagai penyakit system endokrin, sistem kelenjar tubuh, hormon dan sekresi lainnya. Mungkin saja sistem kekebalan tubuh wanita tidak membuang cairan menstruasi dalam lubang pelvic secara benar atau senyawa kimia yang dibuat dalam area endometriosis mengiritasinya dan berperan aktif dalam pertumbuhan endometriosis.

Wanita yang mengkonsumsi daging merah lebih dari tujuh kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko untuk menderita endometriosis. Dan wanita yang mengkonsumsi daging setiap hari akan dua kali lipat lebih besar kemungkinannya menderita endometriosis dibanding dengan wanita yang mengkonsumsi hanya sedikit daging dan lebih banyak makan sayuran dan buah-buahan.

Penelitian ini dilakukan di Italia, dengan melakukan interview terhadap 500 wanita yang menderita endometriosis dan 500 wanita sehat, dengan usia dan latar belakang yang sama. Ternyata wanita yang mengkonsumsi daging dengan kategori jumlah terbanyak (daging sapi, daging merah lainnya dan daging ham), meningkat risikonya 80 hingga 100% untuk menderita endometriosis. Dibanding dengan wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan segar, risiko untuk menderita endometriosis hanya sekitar 40%. Makanan yang mengandung fitoestrogen, seperti kacang kedelai, sayuran hijau dan kacang-kacangan, dapat menurunkan tingkat sirkulasi dari estrogen dalam darah dan tampaknya akan melindungi kita dari penyakit-penyakit seperti endometriosis dan kanker indung telur. Sedang makanan yang tinggi akan lemak jenuh akan meningkatkan konsentrasi estrogen dalam darah.

Pengaruh lingkungan

Beberapa studi menunjukan bahwa faktor lingkungan dapat menjadi kontributor terhadap perkembangan endometriosis, khususnya senyawa-senyawa yang bersifat racun memiliki efek pada hormon-hormon reproduksi dan respon sistem kekebalan tubuh,walaupun teori ini tidak terbukti dan masih kontroversial.

Referensi :

  1. Journal of Human Reproduction (http://www.oxfordjournals.org)
  2. Endometriosis by U.S. Department of Health and Human Services NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH (http://www.nichd.nih.gov)
  3. Sampson JA. 2009. Peritoneal endometriosis due to menstrual dissemination of Endometrial tissueinto peritoneal cavity. Am J Obstet Gynecol1927;  No. 14:69-422.
  4. Wood,R. 2008.Causes. (http://www.endometriosis.org/causes.html)
Dianna Firefly
I don't wanna explain who I am. Just a woman who has big dreams. I don't get to choose how i'm going to die, or When. But i can to decide how i'm going to live now. That's why i am Luminous ! Dianna Firefly
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.