Diposting Kamis, 27 Januari 2011 jam 11:57 pm oleh Thomas Adhi Nugroho Chaidir

Apakah semua orang melihat warna yang sama?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 27 Januari 2011 -


Lucunya jawabannya adalah ya!

Pertanyaan ini sebenarnya sudah ada sejak dahulu dan fakta bahwa seseorang tidak bisa memeriksa apakah warna yang dilihat oleh lawan bicaranya itu sama dengan warna yang dirasakannya menjadi topik perbincangan yang menarik, dan pada akhirnya, karena pada masa itu tidak ada cara untuk mengukur, dan fisiologi tubuh manusia belumlah sebaik sekarang (meskipun belum lengkap) sehingga mereka berasumsi saja bahwa warna dan sensasi yang dilihat oleh manusia itu tidak perlu sama, dan seringkali dijadikan analogi untuk menggambarkan bagaimana persepsi orang dapat saja berbeda.

Tapi pada kenyataannya, apa yang dipikirkan oleh manusia pada jaman dahulu, seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan, dan pada akhirnya ketika kita bisa tahu apa yang terjadi pada saat seseorang melihat dengan matanya, tahulah kita bahwa asumsi yang dipakai itu ternyata salah. Fakta membuktikan bahwa warna yang dilihat oleh kita, merupakan pekerjaan dari retina dan pekerjaan dari otak.

Lantas mengapa retina hampir pasti memberikkan sinyal yang sama/ persepsi yang sama tentang warna?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya jika kita membicarakan terlebih dahulu tentang bagaimana mata bekerja.

Beginilah sebuah mata dilihat secara potongan transverse

Kerja mata dapat dibagi 2, yang pertama adalah kerja refraktif, yang berawal dari kornea dan berakhir pada lensa, dan hal ini sudah pasti dimengerti oleh semua orang yang telah lulus dari SMA,tapi yang seringkali menjadi sebuah misteri adalah bagaimana retina dapat menangkap cahaya, dan beruntung sekali karena saya belajar bidang kedokteran, sehingga saya bisa menjawabnya

Jadi sebenarnya bagaimana cara retina menangkap cahaya? dan bagaimana hal ini bisa diteruskan ke otak?

histologi dari mata, beginilah sel mata jika berada di dalam mikroskop, arah cahaya adalah dari atas disini

kalian bisa melihat gambar diatas, dan begitulah bentuk dari sel-sel di dalam mata,  arah cahaya adalah dari atas jika berdasarkan gambar, dimana pertama-tama cahaya akan menembus sel-sel saraf/ganglion, dan kemudian menembus badan sel-sel fotoreceptor, masuk ke bagian yang bernama sel-sel kerucut dan sel-sel batang. Sebenarnya apa sih yang spesial dari kedua sel ini? mengapa mereka bisa menangkap cahaya?

Yang spesial dari kedua sel ini adalah adanya protein yang bernama opsin, dan retinal, yang merupakan senyawa keluarga vitamin A (sekarang tau kan kenapa vitamin A itu penting?), jadi opsin dan 11-cis-retinal, akan menempel berbarengan membentuk sebuah suprastruktur, dimana ikatan antara kedua zat kimia ini adalah ikatan yang sangat volatile dan dengan mudah lepas dan berubah bentuk. Ketika sebuah photon dengan panjang gelombang tertentu menabrak struktur ini, maka opsin dan 11-cis-retinal akan terlepas, karena 11-cis-retinal sangat rentan berubah menjadi trans-retinal sehingga merubah bentuk ikatan opsin-retinal dan melepaskan hubungan antara kedua zat kimia tersebut. Setelah terlepas, maka giliran opsin menjadi “labil” dan “galau” karena kehilangan beberapa ikatan sehingga elektron-elektron dan medan-medan elektriknya menjadi kacau balau, sehingga terjadi peluruhan protein, dimana protein opsin berubah bentuk melalui serangkaian reaksi menjadi sebuah protein lain, yang merupakan sepupunya, yaitu metarhodopsin II, dan kenyataannya, metarhodopsin II adalah sebuah enzim, dimana ia akan memotong cGMP yang sedang mengaktifkan pompa Na+ ke luar sel, dan karena pompa Na+ ke dalam sel akan terus aktif, akan terjadi hiperpolarisasi dari sel batang sehingga terjadi impuls (bukan aksi potensial) yang nantinya akan diterima oleh sel-sel saraf ganglion pada retina, dan diteruskan deh ke otak.

Lantas, apa yang menyebabkan semua orang bisa melihat warna yang sama, lebih tepatnya sensasinya, karena ternyata sensasi ini juga dikirimkan melalui sebuah mekanisme yang sangat berkaitan. Pada paragraf di atas, yang sudah dijelaskan adalah bagaimana cahaya bisa mengaktifkan protein pada retina, tapi yang belum dijelaskan adalah bagaimana warna bisa ditangkap oleh protein tersebut. Caranya sebenarnya cukup mudah, hanya dengan membuat bagian opsin pada kompleks diatas menjadi sensitif terhadap panjang gelombang tertentu, misalnya 420, 524, dan 568 nanometer pada manusia, (biru, hijau, dan merah, sesuai urutan). Dengan begitu mengapa manusia bisa melihat warna sudah bisa jelas bukan? photopigmen biru akan mengirimkan sinyal biru, hijau mengirimkan sinyal hijau, dan merah mengirimkan sinyal hijau, lalu otak mengurus sisanya? Ternyata tidak! Ternyata, beberapa sel kerucut akan terhubung dalam sebuah sirkuit, dan nanti sirkuit tersebut lah yang akan mengirimkan sinyal warna (dan sinyal ini sama untuk semua orang), jadi bagaimana caranya?

Misalkan pada satu sirkuit ada sel kerucut merah, sel kerucut hijau, dan sel kerucut biru,  dan misalnya warna cahaya yang masuk adalah warna oranye, maka yang teraktifkan adalah 99% pigmen pada sel kerucut merah, dan 45% pigmen pada sel kerucut hijau, dan 0% pigmen pada kerucut biru, lalu sel ganglionnya akan mengirimkan sinyal yang tepat menandakkan warna ini, dan barulah nanti masuk ke jalur saraf ke otak, ke Lobus Occipital di belakang otak, lebih tepatnya daerah no.17 pada penggolongan Brodmann, dan kemudian akan diasosiasikan dengan ingatan dari orang tersebut.

Dan sudah saya sebutkan kah bahwa manusia memiliki  3 juta sel kerucut yang peka warna? dan berdasarkan sirkuit seperti yang saya sebutkan diatas (atau lebih tepatnya disebut sel-sel ganglion W) maka maksimal penglihatan warna manusia hanya memiliki ketajaman 1 megapixel! wah, ternyata masih dibawah rata-rata kamera handphone, apalagi kamera DSL-R! Tapi anda sekalian tentu sering melihat kan hasil gambar dari kamera-kamera tersebut, dan pasti kalian sudah bilang (terutama tentang kamera handphone) “Ah masa!? mata saya lebih tajam dari kamera handphone kali!” Ternyata oh ternyata, sel batang pada mata manusia berjumlah sekitar 100 juta! jadi meskipun penglihatan warna kita jelas kalah dengan kamera DSL-R yang 12.1 MP, tapi ketajaman penglihatan tanpa warna kita yang 100MP itu dapat mengakomodasi kurang tajamnya penglihatan warna kita, sehingga kita bisa melihat begitu banyak detail dalam kehidupan sehari-hari kita, meskipun tidak setajam detail yang dilihat oleh kamera-kamera pada teleskop-teleskop mutakhir seperti ESO (300MP full-colour bo! Mau donk di implan :D)

Bibliography and Further Reading:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Eye
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Photosensitive_ganglion_cell
  3. Guyton’s Textbook of Medical Physiology
  4. semua gambar diambil dari wikimedia, hak-hak yang bersangkutan dipegang dan diatur oleh wikipedia foundation
Thomas Adhi Nugroho Chaidir
Thomas adalah seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang kedokteran, dengan minat dan pengetahuan yang tersebar di berbagai bidang, termasuk fisika, astronomi, biologi, dan sejarah ilmu pengetahuan.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.