Diposting Minggu, 26 Desember 2010 jam 9:16 pm oleh Gun HS

Varian Genetik Penyebab Impulsivitas Kekerasan di Bawah Pengaruh Alkohol

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 26 Desember 2010 -


Tim riset multinasional yang dipimpin oleh para ilmuwan di National Institutes of Health, telah menemukan bahwa varian genetik molekul reseptor otak berkontribusi  terhadap kekerasan perilaku impulsif ketika seseorang yang memiliki varian ini berada di bawah pengaruh alkohol. Laporan dari temuan ini, yang meliputi analisis genetik manusia dan riset pelumpuhan gen pada hewan, muncul dalam Nature edisi 23 Desember.

“Impulsivitas, atau tindakan tanpa berpikir panjang, merupakan faktor dalam perilaku patologis, termasuk bunuh diri, agresi, dan kecanduan,” jelas penulis senior, David Goldman, M.D., kepala Laboratorium Neurogenetik di Institut National pada Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme (NIAAA) NIH. “Namun sifat ini juga bisa menjadi berharga jika suatu keputusan cepat harus segera dibuat atau dalam situasi di mana pengambilan risiko lebih disukai.”

Bekerja sama dengan para peneliti dari Finlandia dan Perancis, Dr Goldman beserta para kolega mempelajari sampel pelaku pidana kekerasan di Finlandia. Ciri-ciri kejahatan kekerasan yang dilakukan individu dalam sampel penelitian ini adalah tindakan spontan dan tanpa tujuan.

“Kami melakukan studi ini di Finlandia karena sejarah populasi dan genetika medisnya yang unik,” kata Dr Goldman. “Orang Finlandia modern adalah keturunan dari sejumlah relatif kecil penduduk asli. Hal ini telah mengurangi kompleksitas penyakit genetik di dalam negara tersebut. Mempelajari genetika dari pelaku pidana kekerasan di Finlandia meningkatkan peluang kami menemukan gen yang mempengaruhi perilaku impulsif.”

Para peneliti mengurutkan DNA subjek yang impulsif dan membandingkannya dengan DNA dari subjek Finlandia yang non-impulsif. Mereka menemukan bahwa perubahan DNA tunggal yang memblokir sebuah gen, yang dikenal sebagai HTR2B, memprediksi perilaku yang sangat impulsif. HTR2B ini menyandikan satu jenis reseptor serotonin di otak. Serotonin adalah neurotransmiter yang diketahui mempengaruhi berbagai perilaku, termasuk impulsivitas.

“Yang menarik, kami menemukan bahwa varian genetik saja tidaklah cukup untuk menyebabkan seseorang bertindak seperti itu,” catat Dr. Goldman. “Pemilik varian HTR2B yang telah melakukan kejahatan impulsif adalah laki-laki, dan semua kekerasan yang terjadi hanya ketika mabuk alkohol, yang dengan sendirinya mengarah pada perilaku yang memalukan.”

“Penemuan varian genetik yang memprediksi perilaku impulsif dalam kondisi tertentu pada suatu populasi manusia mungkin memiliki implikasi yang jauh lebih luas,” kata Penjabat Direktur NIAAA, Kenneth R. Warren, Ph.D., “Interaksi di bawah pengaruh alkohol adalah menarik, sebagaimana halnya keterlibatan nyata lintasan neurotransmiter yang dianggap penting dalam hal kecanduan dan perilaku lainnya.”

Para peneliti kemudian melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa ketika gen HTR2B dilumpuhkan, tikus pun menjadi lebih impulsif. Studi terhadap setiap interaksi alkohol pada tikus masih terus berlangsung.

Secara keseluruhan, temuan ini bisa menghasilkan pemahaman yang lebih baik pada beberapa aspek impulsivitas, dan akhirnya bisa menciptakan strategi untuk mendiagnosa dan mengobati beberapa manifestasi yang penting secara klinis terhadap perilaku impulsif. Bagaimanapun juga, para peneliti memperingatkan bahwa impulsivitas merupakan sifat kompleks yang memiliki berbagai penyebab genetik dan lingkungan.

“Meskipun relatif umum di Finlandia, varian genetik yang kami identifikasi dalam penelitian ini tidaklah mungkin untuk menjelaskan sebagian besar dari keseluruhan varians dalam perilaku impulsif, karena terdapat banyak kemungkinan jalur impulsivitas dalam berbagai manifestasi,” kata Dr Goldman.

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.