Diposting Selasa, 21 Desember 2010 jam 2:29 pm oleh Gun HS

Simpanse Memperlakukan Tongkat Kayu Sebagai Mainan Boneka

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 21 Desember 2010 -


Para peneliti telah melaporkan beberapa bukti pertama bahwa anak-anak simpanse di alam liar cenderung bermain secara berbeda tergantung pada jenis kelamin mereka, sama seperti yang dilakukan anak-anak manusia di seluruh dunia.

Para ilmuwan dari Universitas Harvard dan Bates College mengatakan bahwa simpanse betina tampaknya memperlakukan tongkat kayu sebagai boneka, membawanya ke mana-mana hingga mereka memiliki keturunan sendiri. Jantan muda lebih jarang berperilaku seperti itu.

Pekerjaan baru oleh Sonya M. Kahlenberg dan Richard W. Wrangham ini, dideskripsikan minggu ini dalam jurnal Current Biology, memberikan bukti sugestif pertama dari spesies non-manusia liar yang bermain dengan boneka dasar, serta perbedaan kelamin pertama dalam pemilihan permainan pada hewan liar.

Kedua peneliti ini mengatakan bahwa pekerjaan mereka menambah bagan bukti-bukti bahwa anak-anak manusia mungkin lahir dengan ide-ide mereka sendiri tentang bagaimana mereka ingin berperilaku, bukan sekedar meniru gadis lain yang bermain dengan boneka dan anak laki-laki yang bermain dengan truk mainan. Bermain boneka di antara manusia mungkin saja merupakan asal-usul ‘membawa-objek’ oleh kera sebelumnya, menunjukkan bahwa seleksi mainan ini mungkin tidak sepenuhnya karena sosialisasi.

“Pada manusia, ada perbedaan kuat jenis kelamin dalam bermain mainan anak-anak, dan ini sangat mirip di seluruh budaya,” kata Kahlenberg, dosen biologi di Bates yang melakukan riset ini sebagai peneliti pasca doktoral dalam kelompok Wrangham di Harvard. “Sementara sosialisasi oleh yang lebih tua dan rekan-rekan telah menjadi penjelasan utama, pekerjaan kami justru menyarankan bahwa biologi mungkin juga berperan penting dalam preferensi aktivitas.”

Berdasarkan data 14 tahun pada perilaku simpanse di Taman Nasional Kibale di Uganda, Kahlenberg dan Wrangham menghitung lebih dari 100 sampel pembawa tongkat. Dalam banyak kasus, betina muda tidak menggunakan tongkat untuk mencari makan atau berkelahi, sebagaimana yang terkadang dilakukan simpanse dewasa, atau untuk tujuan lainnya.

Beberapa simpanse muda membawa tongkat ke sarang untuk tidur bersama, dan pada satu kesempatan membangun sarang terpisah untuk tongkatnya itu. Para peneliti bahkan menyaksikan hewan itu memainkan  versi dari “permainan pesawat”, berbaring di punggung mereka dengan keseimbangan “pendaratan” di tangan mereka yang terangkat.

“Kami telah melihat remaja simpanse terkadang membawa tongkat selama bertahun-tahun, dan karena mereka terkadang memperlakukan tongkatnya agak seperti boneka, kami ingin tahu apakah dalam perilaku umum ini cenderung merupakan sesuatu yang seperti bermain dengan boneka,” kata Wrangham, Ruth Moore Professor Antropologi Biologi di Harvard. “Jika hipotesis boneka ini benar, kami menduga, betina semestinya membawa tongkat lebih sering dari yang dilakukan jantan, dan simpanse semestinya berhenti membawa tongkat ketika mereka memiliki anak pertama. Kami sekarang telah cukup menyaksikan simpanse muda untuk menguji kedua titik tersebut.”

Pengamatan Kahlenberg dan Wrangham meliputi beberapa betina dewasa yang membawa tongkat, tapi hanya sebelum mereka menjadi ibu untuk pertama kalinya. Temuan mereka dengan jelas menghubungkan bermain anak-anak dengan perilaku dewasa, karena simpanse betina, bukan jantan, membawa bayi lebih dari 99 persen dari waktu yang mereka miliki.

“Jelas pada manusia ada peran besar bagi rekan-rekan, orangtua, dan lain-lainnya untuk mempengaruhi preferensi anak pada berbagai jenis mainan, dan hal yang sama juga mungkin terjadi pada simpanse,” kata Wrangham. “Salah satu hal yang membuat kami tertarik adalah bahwa terdapat sedikit bukti dari apa pun yang sebanding di komunitas simpanse lainnya, yang meningkatkan kemungkinan bahwa simpanse menyalin tradisi perilaku lokal. Jadi, ini mungkin kasus indah dari pengaruh biologis dan sosial yang terkait.”

Penelitian Kahlenberg dan Wrangham ini didukung oleh National Science Foundation, Yayasan Leakey, National Geographic Society, Yayasan Getty, dan Yayasan Wenner-Gren.

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.