Diposting Jumat, 17 Desember 2010 jam 3:00 pm oleh Gun HS

Protein P53 Menentukan Ukuran Organ

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 17 Desember 2010 -


Dalam studi yang dilakukan pada lalat buah, peneliti dari IRB Barcelona yang dipimpin Profesor ICREA, Marco Milan, telah mengungkapkan bahwa organ-organ memiliki mekanisme molekuler untuk mengontrol proporsi mereka. Dalam proses ini, protein p53 memainkan peran penting. Studi ini dipublikasikan dalam  jurnal PLoS Biology edisi 15 Desember.

Pembentukan proporsi organ yang tepat, yang terjadi selama perkembangan embrio, sangat penting untuk fungsi yang tepat pada semua organisme. Perubahan dalam  mekanisme yang bertanggung jawab atas proses ini bisa menyebabkan kesalahan fatal dalam embrio dan bahkan menyebabkan kematian. Pada periode Renaissance, Leonardo da Vinci, dalam gambar terkenalnya “manusia Vitruvian,” mencerminkan pentingnya ukuran manusia dan organ yang dimilikinya.

Hormon, seperti hormon insulin dan steroid, berkontribusi menjaga keseimbangan ini. “Apa yang telah kami tunjukkan bahwa organ itu sendiri juga memiliki mekanisme untuk menjaga keseimbangan bentuk dan pertumbuhan secara terkoordinasi,” ungkap Milan.

Sayap lalat dengan ukuran yang berbeda namun proporsional. (Kredit: Milan Lab, Barcelona IRB)

Organ memiliki kemampuan ‘pengambilan keputusan’

Protein p53 penekan tumor ini diaktifkan dalam respon terhadap stres, seperti yang disebabkan oleh mutasi onkogenik, agen kimia atau rangsangan fisik seperti radiasi ultraviolet. Protein ini menginduksi kematian sel-sel di mana stres telah menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diubah dan yang bisa menjadi kanker. Selain itu, p53 menghambat menyebarnya sel-sel yang memiliki kapasitas memperbaiki diri. Dalam studi ini para peneliti menggunakan sayap primordial lalat buah “Drosophila melanogaster” sebagai model. Primordial ini bertanggung jawab dalam membentuk sayap dewasa dan digunakan untuk mempelajari bagaimana stres ini mempengaruhi jaringan sehat yang tersisa.

Dipimpin oleh Milan, penelitian ini menunjukkan bahwa saat beberapa sel tertentu sayap primordial dikenakan stres, bukan hanya pertumbuhan bagian organnya yang berkurang, tapi juga bagian yang tersisa. Akibatnya, lalat dewasa memiliki sayap yang lebih kecil namun proporsional.

“Percobaan ini menunjukkan bahwa memberi stress pada sel mengirimkan sinyal ke jaringan yang tersisa untuk mengurangi pertumbuhan yang memungkinkan jaringan rusak memperbaiki dirinya sendiri dan memungkinkan organ tumbuh secara terkoordinasi,” jelas Milan. Ketika p53 dimasukkan ke dalam sel yang dikenakan stress, yang dihasilkan adalah sayap yang proporsional. Observasi ini menunjukkan bahwa protein ini sangat penting bagi pertumbuhan terkoordinasi  berbagai bagian organ. Sekali lagi, alam mendikte bahwa ukuran tidak relevan selain proporsinya.

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.