Diposting Kamis, 16 Desember 2010 jam 9:38 am oleh Gun HS

Korteks Perirhinal: Area Otak Pembentuk Memori Bawah Sadar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 16 Desember 2010 -


Suatu wilayah kecil jauh di kedalaman otak, yang disebut korteks perirhinal, sangat penting untuk membentuk memori konseptual bawah sadar, demikian hasil yang telah ditemukan oleh para peneliti di Center for Mind and Brain UC Davis.

Korteks perirhinal sebelumnya dianggap seperti hipokampus, terlibat dalam memori  sadar atau “deklaratif”, namun hasil terbaru menunjukkan bahwa area ini jauh lebih kompleks, kata penulis utama, Wang Wei-chun, seorang mahasiswa pascasarjana di UC Davis.

Hasilnya dipublikasikan pada tanggal 9 Desember dalam jurnal Neuron.

Kita semua akrab dengan memori yang bangkit dari pikiran bawah sadar. Bayangkan pemandangan pantai, kata Wang. Beberapa saat kemudian, seseorang menyebutkan surfing, dan pemandangan pantai muncul kembali ke dalam kepala Anda.

Memori deklaratif, sebaliknya, adalah orang-orang yang kita ingat berada di pantai itu dan menyaksikan pertandingan surfing: “Saya ingat berada di sana.”

Kerusakan struktur yang disebut hipokampus mempengaruhi memori deklaratif “Aku ingat”, tapi tidak dengan memori konseptual, kata Wang. Para ilmuwan syaraf sebelumnya menduga hal sama berlaku bagi korteks perirhinal, yang terletak tepat di sebelah hipokampus.

Wang beserta para koleganya melakukan tes memori pada orang yang didiagnosis menderita amnesia, yang diketahui telah mengalami kerusakan pada korteks perirhinal atau area otak lainnya. Mereka juga melakukan pemindaian functional magnetic resonance imaging (fMRI) pada para sukarelawan yang sehat ketika mereka melakukan tes memori.

Dalam tes yang khusus, mereka memberi pada subjek daftar panjang kata-kata, seperti kursi, meja atau sendok, dan meminta mereka memikirkan kata-kata itu dengan cara yang menyenangkan.

Kemudian, mereka meminta subjek untuk memikirkan kata-kata dalam kategori yang berbeda, seperti “mebel.”

Penderita amnesia dengan kerusakan pada korteks perirhinal melakukan tugasnya dengan buruk pada tes, sedangkan area otak yang sama menyala dalam pemindaian fMRI subjek yang sehat.

Studi ini membantu kita memahami bagaimana memori terkumpul di dalam otak dan bagaimana berbagai jenis kerusakan otak mungkin merusak memori, ucap Wang. Misalnya, penyakit Alzheimer  sering  menyerang  hipokampus dan korteks perirhinal sebelum terjadi pada area otak lainnya.

Rekan penulis pada penelitian ini adalah Andy Yonelinas, profesor psikologi di Center for Mind and Brain; Charan Ranganath, profesor di Center for Neuroscience; mantan mahasiswa pascasarjana UC Davis, Michele Lazzara, yang saat ini menjadi koordinator proyek di Universitas Illinois di Chicago ; dan Robert Knight, profesor psikologi di UC Berkeley.

Riset ini didanai oleh National Institutes of Health.

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.