Diposting Kamis, 16 Desember 2010 jam 12:56 am oleh Gun HS

Badai selama 5 Tahun Terdeteksi di Saturnus

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 16 Desember 2010 -


Peneliti dari Universitas Basque Country (UPV/EHU) telah memantau badai di Saturnus selama lebih dari lima tahun. Ini adalah topan paling lama yang terdeteksi hingga saat ini pada salah satu planet raksasa di Tata Surya. Gambar dari Cassini digunakan untuk melakukan penelitian ini.

“Badai – di mana angin berubah ke haluan yang sama – tidak biasanya berlangsung dalam waktu yang lama, jadi kami tertarik untuk menemukan salah satunya yang telah terjadi selama beberapa tahun di Saturnus,” kata Teresa del Río-Gaztelurrutia, pemimpin penulis studi dan seorang peneliti di UPV/EHU Planetary Sciences Group.

Tim ini mulai melacak badai pada tahun 2004, tahun yang sama saat pesawat Cassini (NASA-ESA-Italia Space Agency) mulai mengirim kembali gambar dari Saturnus. Para ilmuwan telah mampu mengkonfirmasi kegigihan badai besar ini, yang ukurannya sama besarnya dengan benua Eropa. Diameter vortex-nya (sirkulasi gangguan berbentuk oval) mencapai lebih dari 4.000 kilometer.

“Pengamatan kami membuat badai ini adalah yang paling lama yang pernah terlihat di planet raksasa dalam Tata Surya, Jupiter dan Saturnus,” kata peneliti, sementara mengakui bahwa “masih sedikit yang kami tahu mengenai jenis-jenis strukturnya.”

Meskipun demikian, tim peneliti telah menganalisis morfologi horizontal dari topan, struktur vertikal awan dan dinamikanya, serta menciptakan model sirkulasi internal badai dan interaksinya dengan angin eksternal, menggunakan simulasi matematika. Hasilnya telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Icarus.

Sebuah badai yang berlangsung lebih dari lima tahun, yang terdeteksi di Saturnus. (Kredit: ISS Cassini/Del Río-Gaztelurrutia, dll)

Angin lemah di bagian dalamnya

Sangat sulit untuk mengukur angin internal pusarannya karena buruknya kontras gambar, namun para peneliti telah bisa mendeteksi bahwa angin itu “tidak sangat intens” dibandingkan dengan pergerakan badai itu sendiri. Angin puyuh badai bergerak dengan kecepatan 245 km/jam, diseret oleh arus jet yang kuat, sementara kecepatan maksimum angin di sekitar tepinya hanya 72 km/jam.

“Alasan lain mengapa badai itu menarik perhatian kami adalah tampilan visualnya, yang sangat mengingatkan kami pada Great Dark Spot di Neptunus, yang – seperti Great Red Spot di Jupiter – merupakan anti-badai,” kata Teresa del Río. Dalam anti-badai, angin berbalik melawan arah rotasi planet, dan jauh lebih stabil. Artinya, vortisitas mereka bertahan lebih lama dibandingkan badai di planet raksasa.

Berbeda dengan anti-badai besar dan jangka panjang di Jupiter, badai di Saturnus memiliki sirkulasi lemah, dengan sifat yang sangat mirip dengan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Para ilmuwan sedang menunggu dengan tidak sabar untuk data tahun 2010 sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana gangguannya telah berkembang selama tahun lalu. Data terbaru yang tersedia adalah untuk tahun 2009, karena NASA melepaskan gambar dari Cassini dengan tenggang waktu satu tahun.

Sumber artikel: Cyclone lasting more than 5 years is detected on Saturn (eurekalert.org)
Kredit: FECYT – Spanish Foundation for Science and Technology
Informasi lebih lanjut:
T. del Río-Gaztelurrutia, J. Legarreta, R. Hueso, S. Pérez-Hoyos y A. Sánchez-Lavega. A long-lived cyclone in Saturn’s atmosphere: Observations and models. Icarus 209 (2): 665-681, 2010. DOI: 10.1016/j.icarus.2010.04.002

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.