Diposting Rabu, 15 Desember 2010 jam 6:16 am oleh Gun HS

Orangutan Sumatera Terancam Proyek Penebangan Hutan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 15 Desember 2010 -


Sebuah lahan hutan tropis Sumatera yang menjadi prioritas global bagi harimau dan rumah untuk menyelamatkan orangutan telah ditargetkan untuk  penebangan oleh salah satu pemasok  kertas terbesar di dunia.

Dalam sebuah investigasi ditemukan bahwa sejak tahun 2004, perusahaan afiliasi dengan Asia Pulp & Paper/Sinar Mas Group telah mencari konsesi penebangan selektif hutan alam lebat di kawasan Bukit Tigapuluh. Perusahaan-perusahaan ini kemudian memperoleh izin pemerintah untuk mengalihkan status  hutan itu menjadi konsesi hutan tanaman industri, terkadang memang dalam keadaan hukum yang dipertanyakan. Hal ini memungkinkan bagi penebangan dan penanaman perkebunan komersial, membuat suku yang tinggal di hutan itu menjadi tunawisma dan berbagai spesies terancam punah. Ini melanggar klaim perusahaan yang bersedia menjaga kualitas hutan tetap tinggi.

“Investigasi kami menemukan bahwa dalam enam tahun terakhir, perusahaan dalam kawasan ini saja menyebabkan kerugian sekitar 60.000 hektar hutan tanpa penilaian profesional yang sesuai atau konsultasi stakeholder,” kata Susanto Kurniawan dari Eyes on the Forest. “Ini adalah salah satu hutan yang tersisa sangat sedikit di Sumatera bagian tengah; karena itu kami mendesak Pemerintah untuk tidak memberikannya kepada APP/SMG, yang tanpa ampun akan menghilangkan dan merugikan masyarakat lokal dan keanekaragaman hayati.”

Pelabuhan Bukit Tigapuluh berdekatan dengan 320.000 hektar hutan alam, dengan sekitar 30 harimau, 150 gajah dan 130 orangutan yang sebelumnya diselamatkan dan kemudian dilepaskan di sini. “Ini adalah kera besar yang selamat dari perdagangan hewan peliharaan ilegal yang disita dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk hidup dan berkembang biak lagi di alam liar,” kata Julius Paolo Siregar dari Frankfurt Zoological Society. “rencana konversi hutan berarti kematian tertentu bagi sebagian besar dari mereka.”

Ini juga rumah bagi dua suku yang tinggal di hutan - Orang Rimba  dan Talang Mamak – yang “diusir dari tanah leluhur mereka oleh APP dan perusahaan lain,” kata Diki Kurniawan dari WARSI. “Banyak sekarang dari mereka yang harus mengemis demi sesuap nasi agar bisa bertahan hidup.”

Bukit Tigapuluh telah dianggap sebagai salah satu dari 20 kawasan penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang bagi harimau oleh para ilmuwan internasional. Pada bulan November, Indonesia berjanji pada pertemuan puncak harimau global untuk membuat area yang difokuskan bagi konservasi harimau.

“Kawasan Bukit Tigapuluh adalah ujian utama perjanjian iklim Indonesia sebesar $1miliar dengan Kerajaan Norwegia,” kata Aditya Bayunanda WWF-Indonesia. “Kami siap membantu Pemerintah menemukan cara untuk melindungi hutan dan warisan alam Indonesia.”

Sumber artikel: Unique orangutan reintroduction project under imminent threat (eurekalert.org)
Kredit: World Wildlife Fund

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.