Diposting Senin, 13 Desember 2010 jam 10:38 pm oleh Gun HS

Ilmuwan Menemukan Koneksi di Otak yang Meningkatkan Pembelajaran dan Memori

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 Desember 2010 -


Para peneliti medis telah menemukan missing link yang menjelaskan interaksi antara keadaan otak dan pemicu saraf yang bertanggung jawab untuk pembelajaran, berpotensi membuka cara baru dalam meningkatkan fungsi kognitif dalam menghadapi penyakit seperti Alzheimer serta meningkatkan memori bagi orang yang sehat.

Banyak yang diketahui tentang proses syaraf yang terjadi selama pembelajaran, namun hingga kini belum jelas mengapa hal ini terjadi selama keadaan otak tertentu tetapi tidak pada keadaan yang lain. Sekarang, peneliti dari Universitas Bristol telah mampu mempelajari, dalam isolasi, neurotransmiter spesifik yang meningkatkan pembelajaran dan memori.

Asetilkolin dilepaskan dalam otak selama pembelajaran dan sangat penting untuk akuisisi memori baru. Perannya adalah memfasilitasi aktivitas reseptor NMDA, yaitu protein yang mengontrol kekuatan koneksi antara sel-sel saraf di otak.

Saat ini, pengobatan yang hanya efektif bagi gejala kerusakan kognitif, yang  terlihat pada penyakit seperti Alzheimer, adalah melalui penggunaan obat yang meningkatkan jumlah pelepasan asetilkolin, sehingga meningkatkan fungsi kognitif.

Dengan mendeskripsikan temuan mereka dalam jurnal Neuron, para peneliti dari School of Physiology and Pharmacology Bristol telah menunjukkan bahwa memfasilitasi reseptor asetilkolin NMDA adalah dengan menghambat aktivitas protein lain yang disebut saluran SK, yang normalnya berperan membatasi aktivitas reseptor NMDA.

Penemuan peran pada saluran SK ini memberi wawasan baru pada mekanisme yang mendasari pembelajaran dan memori. Saluran SK biasanya bertindak sebagai penghalang fungsi reseptor NMDA, menghambat perubahan pada kekuatan koneksi antara sel saraf, akibatnya membatasi kemampuan otak untuk mengkodekan memori. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan terbaru pada saluran SK dapat dihapus dengan pelepasan asetilkolin di otak untuk meningkatkan kemampuan kita dalam pembelajaran dan mengingat informasi.

Peneliti utama, Dr. Jack Mellor, dari University of Bristol Medical School, mengatakan, “Temuan ini tidak akan merevolusi pengobatan penyakit Alzheimer atau bentuk lain gangguan kognitif hanya dalam semalam. Namun, lembaga donor nasional dan internasional baru-baru ini menjadikan riset tentang penuaan dan demensia sebagai prioritas utama, sehingga kami berharap lebih banyak lagi kemajuan dalam memahami mekanisme yang mendasari pembelajaran dan memori, baik pada yang sehat maupun yang sakit.”

Tim riset mempelajari efek obat yang menargetkan reseptor asetilkolin dan saluran SK pada kekuatan koneksi antara sel-sel saraf dalam jaringan otak hewan. Mereka menemukan bahwa perubahan dalam kekuatan koneksi ini difasilitasi oleh adanya obat yang mengaktifkan reseptor asetilkolin atau memblokir saluran SK untuk membuka hubungan antara kedua protein.

Dr. Mellor menambahkan, “Dari sudut pandang terapi, studi ini menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu yang bekerja pada reseptor asetilkolin tertentu mungkin sangat menarik sebagai pengobatan yang potensial bagi gangguan kognitif. Saat ini, pengobatan yang hanya efektif bagi pasien penderita Alzheimer adalah obat yang meningkatkan efektivitas pelepasan alami asetilkolin. Kami telah menunjukkan bahwa meniru efek asetilkolin pada reseptor spesifik dapat memfasilitasi perubahan kekuatan koneksi antara sel-sel saraf. Hal ini mungkin bisa bermanfaat bagi pasien yang menderita penyakit Alzheimer atau skizofrenia.”

Tim peneliti yang terlibat berasal dari MRC Centre for Synaptic Plasticity University of Bristol dan Divisi Ilmu Saraf di School of Physiology & Pharmacology, bagian dari jaringan Neuroscience Bristol. Pekerjaan ini didukung oleh Wellcome Trust, MRC, BBSRC dan GSK.

Sumber artikel: Scientists discover brain’s inherent ability to focus learning (bristol.ac.uk)
Kredit: University of Bristol
Informasi lebih lanjut:
Buchanan KA, Petrovic MM, Chamberlain SEL, Marrion NV & Mellor JR. Facilitation of Long-Term Potentiation by Muscarinic M1 Receptors is mediated by inhibition of SK channels. Neuron, DOI: 10.1016/j.neuron.2010.11.018

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.