Diposting Minggu, 12 Desember 2010 jam 8:18 pm oleh Gun HS

Macan dan Beruang Kutub Rentan terhadap Perubahan Lingkungan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 12 Desember 2010 -


Predator besar jauh lebih rentan dibandingkan spesies yang lebih kecil terhadap perubahan lingkungan, seperti perburuan mangsa dan perubahan habitat, karena mereka harus bekerja keras untuk mencari makanan berikutnya, demikian menurut sebuah studi terbaru.

Para ilmuwan mencocokkan studi-studi populasi predator terhadap kelimpahan mangsa, dan menemukan bahwa spesies terbesar, seperti singa, harimau atau beruang kutub, telah mengalami penurunan populasi karena ketersediaan makanan dengan berkurangnya spesies yang lebih kecil, seperti musang atau luak.

Tinjauan studi pada sebelas spesies karnivora oleh para peneliti dari Universitas Durham dan Zoological Society of London, dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Biology Letters. Ini menunjukkan bahwa kerentanan spesies yang lebih besar mungkin berhubungan dengan biaya energik tinggi yang “besar”.

Ketahanan dan ukuran besar dari spesies ini, yang cocok untuk berburu mangsa besar, mungkin menjadi hambatan di masa-masa yang sulit, saat mangsa menjadi langka, dan saat tiap individu harus bekerja lebih keras untuk mencari makanan berikutnya.

Dr Philip Stephens, dari School of Biological and Biomedical Sciences, Universitas Durham, mengatakan, “Kami menemukan bahwa spesies terbesar menunjukkan penurunan lebih besar lima hingga enam kali lipat dalam kelimpahan relatif terhadap penurunan mangsanya.

“Ini kerja keras menjadi pemangsa besar menjelajah dan berburu di seluruh wilayah luas untuk memperoleh makanan. Kerentanan nyata harimau dan beruang kutub terhadap menurunnya ketersediaan mangsa mungkin berhubungan dengan biaya energik menjadi seekor karnivora besar.”

Penelitian ini berimplikasi penting bagi konservasi spesies karnivora terbesar kita, yang tampaknya paling rentan terhadap ancaman lingkungan dan perubahan dalam kelimpahan mangsa.

Dr. Chris Carbone, Senior Research Fellow, Institute of Zoology, Zoological Society of London, mengatakan, “Studi ini membantu kita untuk memahami mengapa karnivora besar sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan, dan mengapa perlindungan, konservasi habitat mereka dan, khususnya, mangsa mereka, sangat penting bagi inisiatif global untuk menyelamatkan karnivora besar di alam liar.”

Dr. Phil Stephens menambahkan, “Studi ini menyoroti kebutuhan bagi studi lebih lanjut untuk membantu konservasi karnivora dan menunjukkan berapa banyak lagi yang masih harus dipahami tentang hubungan antara predator dan mangsa mereka.”

Catatan: Hewan yang termasuk dalam studi ini:

* Musang salju
* Rubah Arktik
* Lynx (sejenis kucing liar) Kanada
* Luak Eropa
* Coyote (sejenis anjing hutan)
* Serigala
* Leopard
* Hyena berbintik
* Singa
* Harimau
* Beruang kutub

Sumber artikel: Tigers and polar bears are highly vulnerable to environmental change (dur.ac.uk)
Kredit: Durham University
Informasi lebih lanjut:
Chris Carbone, Nathalie Pettorelli and Philip A. Stephens. The bigger they come, the harder they fall: body size and prey abundance influence predator–prey ratios. Biol. Lett., November 24, 2010 DOI: 10.1098/rsbl.2010.0996

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.