Diposting Selasa, 7 Desember 2010 jam 7:05 am oleh Gun HS

Dinosaurus Bertanduk Pertama yang Ditemukan di Korea Selatan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 7 Desember 2010 -


Para ilmuwan dari Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang menganalisis bukti fosil yang ditemukan di Korea Selatan dan publikasi penelitian mendeskripsikan dinosaurus baru bertanduk. Genus yang baru teridentifikasi ini, yang diberi nama Koreaceratops hwaseongensis, hidup sekitar 103 juta tahun yang lalu pada akhir periode Kapur Awal. Spesimen ini adalah dinosaurus ceratopsian pertama dari semenanjung Korea. Kerangka parsialnya meliputi sebagian besar tulang punggung, tulang pinggul, anggota tubuh bagian belakang dan ekor yang hampir lengkap.

Hasil dari analisis spesimen ini diterbitkan dalam jurnal online Naturwissenchaften: The Science of Nature, edisi 18 November 2010.

Ilustrasi artis, Koreaceratops hwaseongensis (Kredit: ©Julius T. Csotonyi)

Pada tahun 2008, fosil sisa-sisa Koreaceratops hwaseongensis, dinosaurus ceratopsian pertama dari Korea Selatan, ditemukan di sebuah balok batu di sepanjang waduk Lembah Tando di Kota Hwaseong. (Kredit: Naturwissenschaften: The Science of Nature)

Ilustrasi kerangka parsial Koreaceratops hwaseongensis termasuk ringkasan anatomi. (Kredit: Naturwissenschaften: The Science of Nature)

Koreaceratops hwaseongensis diberi nama untuk Korea dan Kota Hwaseong, tempat di mana fosil tersebut bersemayam. Ditemukan pada tahun 2008 dalam sebongkah balok batu di sepanjang waduk Lembah Tando. Ini merupakan salah satu dinosaurus terartikulasi pertama yang diketahui berasal dari Korea.

“Ini adalah temuan langka,” kata Michael J. Ryan, Ph.D., kurator dan kepala Vertebrate Paleontology di Museum Sejarah Alam Cleveland, yang turut menulis penelitian. “Fosil dinosaurus tidak biasanya ditemukan di wilayah ini, sedangkan bukti telur dinosaurus dan jejak kakinya terdapat banyak. Spesimen ini signifikan karena mengisi celah yang hilang sepanjang 20 juta tahun dalam catatan fosil antara asal-usul dinosaurus di Asia dan kemunculan pertama mereka di Amerika Utara.”

Peta geologi regional di sekitar Lembah Tando di Kota Hwaswong, Korea Selatan, di mana kerangka parsial Koreaceratops hwaseongensis ditemukan. (Kredit: Naturwissenschaften: The Science of Nature)

Dengan panjang sekitar 5 hingga 6 kaki dan berat sekitar 60 hingga 100 pon, hewan ini relatif kecil dibandingkan dengan kerabat geologis mudanya seperti Triceratops yang ditemukan di Amerika Utara. Koreaceratops memiliki wajah mirip burung beo dengan paruh berada di depan rahangnya, menandakan ia adalah seekor herbivora. Cakar pada kaki belakang menunjukkan bahwa ia bipedal dan bergerak pada kecepatan yang cukup cepat. Koreaceratops memiliki ekor berbentuk kipas unik yang dibentuk dengan duri saraf panjang, yang menunjukkan ia mungkin menjadi perenang yang baik, dan menghabiskan sebagian waktunya untuk berburu makanan laut.

Yuong-Nam Lee dari Institut Geosains dan Sumber Daya Mineral Korea adalah penulis utama penelitian. Yoshitsugu Kobayashi dari Museum Universitas Hokkaido di Jepang menjadi penulis ketiga.

Sumber artikel: Scientists Announce Discovery of First Horned Dinosaur from South Korea (cmnh.org)
Kredit: Cleveland Museum of Natural History
Informasi lebih lanjut:
Yuong-Nam Lee, Michael J. Ryan, Yoshitsugu Kobayashi. The first ceratopsian dinosaur from South Korea. Naturwissenschaften, 2010; DOI: 10.1007/s00114-010-0739-y

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.