Diposting Kamis, 2 Desember 2010 jam 2:23 am oleh Gun HS

Materi Gelap Bisa Mentransfer Energi ke Dalam Matahari

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 2 Desember 2010 -


Peneliti dari Institute for Corpuscular Physics (IFIC) bersama kelompok-kelompok peneliti Eropa lainnya telah mempelajari dampak dari keberadaan materi gelap di Matahari. Menurut perhitungan mereka, massa rendah partikel materi gelap dapat mentransfer energi dari inti ke bagian luar Matahari, yang akan mempengaruhi jumlah neutrino yang mencapai Bumi.

“Kami berasumsi, partikel materi gelap berinteraksi lemah dengan atom Matahari, dan apa yang kami lakukan adalah menghitung pada tingkat apa interaksi ini dapat terjadi, dalam rangka untuk lebih menggambarkan struktur dan evolusi Matahari,” kata Marco Taoso, peneliti di IFIC, pusat gabungan Dewan Riset Nasional Spanyol dan Universitas Valencia.

Observasi astrofisika menunjukkan bahwa galaksi kita terletak di suatu lingkaran partikel materi gelap. Menurut berbagai model, beberapa dari partikel ini, yaitu WIMPs (Partikel Masif Berinteraksi Lemah) berinteraksi lemah dengan partikel normal lainnya, seperti atom, dan dapat terbangun di bagian dalam bintang. Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Physical Review D, mengungkapkan studi mendalam tentang kasus Matahari pada khususnya.

“Ketika WIMPs masuk ke dalam Matahari, mereka mampu memecah atom bintang kita itu dan kehilangan energinya. Hal ini mencegah mereka melarikan diri dari gaya gravitasi Matahari, dan mereka menjadi terjebak, mengorbit di dalamnya, tanpa ada cara untuk meloloskan diri,” kata peneliti.

Materi gelap mendinginkan inti Matahari

Para ilmuwan yakin bahwa sebagian besar partikel materi gelap terkumpul di pusat Matahari, namun dalam orbit yang eliptik, mereka juga melakukan perjalanan ke bagian luar, berinteraksi dan bertukar dengan atom surya. Dengan cara ini, WIMPs menghantarkan energi dari inti pusat pembakaran pada bagian-bagian yang lebih dingin.

“Efek ini menghasilkan pendinginan pada inti, wilayah dari mana neutrino berasal akibat reaksi nuklir dari Matahari,” ungkap Taoso. “Dan ini menyebabkan penurunan fluks neutrino matahari, karena ini sangat bergantung pada temparatur inti.”

Neutrino yang mencapai Bumi bisa diukur dengan menggunakan teknik yang berbeda. Data ini dapat digunakan untuk mendeteksi modifikasi suhu matahari yang disebabkan oleh WIMPs. Penghantaran energi dengan partikel-partikel ini tergantung pada kemungkinan mereka berinteraksi dengan atom, sedangkan “ukuran” dari interaksi ini berhubungan dengan penurunan fluks neutrino.

“Sebagai hasilnya, data saat ini tentang neutrino surya bisa digunakan untuk memberi batas-batas pada sejauh mana interaksi antara materi gelap dan atom. Dengan menggunakan kode numerik, kami telah membuktikan bahwa nilai-nilai tertentu sesuai dengan penurunan pada fluks neutrino Matahari, berselisih dengan berbagai pengukuran,” ungkap ilmuwan.

Tim ini telah menerapkan perhitungan mereka untuk lebih memahami dampak dari partikel massa rendah materi gelap (antara 4 dan 10 giga-elektronvolt). Pada tingkat ini mereka menemukan model yang mencoba menjelaskan hasil eksperimen seperti DAMA (di bawah pegunungan di Italia) atau CoGent (dalam sebuah pertambangan di Amerika Serikat), yang mencari materi gelap dengan menggunakan “scintillators” atau detektor WIMP.

Perdebatan tentang WIMP dan komposisi surya

Tahun ini sebuah penelitian lain oleh para ilmuwan dari Universitas Oxford (Inggris) juga muncul, menyatakan bahwa WIMPs tidak hanya mengurangi fluks neutrino matahari, tetapi juga, lebih jauh lagi, memodifikasi struktur Matahari dan bisa menjelaskan komposisinya.

“Perhitungan kami, bagaimanapun juga, menunjukkan bahwa modifikasi struktur bintang terlalu kecil untuk mendukung klaim ini, dan WIMPs tidak bisa menjelaskan masalah komposisi matahari,” kata Taoso.

Sumber artikel: Dark matter could transfer energy in the Sun (eurekalert.org)
Kredit: FECYT – Spanish Foundation for Science and Technology
Informasi lebih lanjut:
Marco Taoso, Fabio Iocco, Georges Meynet, Gianfranco Bertone y Patrick Eggenberger. Effect of low mass dark matter particles on the Sun. Physical Review D 82 (8), Oct 2010. DOI: 10.1103/PhysRevD.82.083509

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.