Diposting Rabu, 1 Desember 2010 jam 2:04 am oleh Gun HS

Menuju pada Kepunahan Massal Seiring Meningkatnya Zona Mati Lautan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 1 Desember 2010 -


Para ilmuwan cemas planet ini kembali berada di ambang kepunahan massal sebagaimana zona mati lautan terus bertumbuh dalam ukuran dan jumlahnya.

Lebih dari 400 zona mati lautan  – atau area sangat rendah oksigen di mana kehidupan laut tidak bisa lagi bertahan hidup – telah dilaporkan oleh ahli kelautan di seluruh dunia antara tahun 2000 dan 2008.

Laporan itu dibandingkan dengan 300 zona pada tahun 1990 dan 120 zona pada tahun 1980-an.

Ove Hoegh-Guldberg, seorang profesor di ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies (CoECRS) dan Universitas Queensland di Australia, mengatakan adanya bukti pertumbuhan bahwa kadar oksigen yang menurun di lautan telah memainkan peran utama pada setidaknya empat dari lima kepunahan massal di planet ini.

“Sampai saat ini hipotesis terbaik bagi mereka adalah tumbukan meteor,” katanya.

“Jadi, 65 juta tahun yang lalu mereka punya bukti yang sangat bagus … semua dinosaurus mati karena asap dan bahan-bahan di atmosfer akibat tumbukan meteor.

“Tetapi pada empat peristiwa kepunahan massal lainnya, salah satu penjelasan terbaik saat ini adalah terjadinya peningkatan aktivitas gunung berapi pada masa itu, dan aktivitas gunung berapi ini menyebabkan perubahan dalam sirkulasi laut.

“Sama seperti yang kita lihat pada skala yang lebih kecil saat ini, sebagian besar lautan telah menjadi anoxic (kehabisan larutan oksigen) di kedalamannya.

“Konsekuensinya, Anda akan menemui peningkatan jumlah gas telur busuk, hidrogen sulfida, yang membumbung naik ke atmosfer, dan itulah yang diduga menjadi penyebab beberapa peristiwa kepunahan lain.”

Hoegh-Guldberg mengatakan, hingga 90 persen kehidupan telah tewas dalam kepunahan massal sebelumnya dan bahwa kepunahan serupa bisa terjadi dalam 100 tahun ke depan.

“Kita sudah mengalami kepunahan massal lain sebagaimana manusia memusnahkan kehidupan dan sebagainya, tapi kali ini tampaknya bisa setinggi peristiwa-peristiwa sebelumnya,” katanya.

“Jadi, kombinasi dari perubahan ini pada garis pantai, perubahan iklim dan segalanya, yang sangat kami khawatirkan; kita akan mendorong peristiwa kepunahan keenam, dan itu akan terjadi dalam 100 tahun ke depan karena kita campur tangan dengan hal-hal yang menjaga kelangsungan hidup berbagai spesies.”

Hati dan paru-paru

Para ilmuwan mengatakan bahwa zona mati lautan, yang bervariasi dalam ukuran, dari satu kilometer persegi hingga 70.000 kilometer persegi, telah ditemukan di seluruh dunia.

Hotspot tertentu meliputi Teluk Meksiko, Namibia di Atlantik Selatan, Teluk Benggala, Baltik, Laut Hitam, tropis Pasifik Selatan, Cina dan Australia tenggara.

“Kami melihat perluasan wilayah laut yang sangat rendah oksigen dan juga sangat rendah nutrisi,” kata Hoegh-Guldberg.

“Perubahan iklim mendorong perubahan pada sirkulasi air – jadi, angin, pola cuaca yang aneh, memiliki konsekuensi pada bagaimana laut berubah dan berangin dan sebagainya, dan angin inilah yang banyak memberi senyawa organik ke kedalaman laut.

“Pada saat yang sama, kita menyebarkan banyak benih di sepanjang garis pantai, benih-benih semacam itu berinkubasi pada zona-zona anoxic di kedalaman laut.

“Jadi, kombinasi dari dua hal itu yang menyebabkan perubahan besar pada cara laut bekerja.”

Dia mengatakan, bahan organik yang terbangun di dalam laut adalah masalah besar.

“Anda menemukan sejumlah besar karbon organik terbangun di kedalaman laut, bakteri kemudian merusak bahan organik itu dan bakteri menggunakan oksigen,” kata dia.

“Jadi apa yang Anda temui adalah penurunan substansial oksigen – yang kemudian akan berkonsekuensi bagi nelayan, bagi produktivitas garis pantai dan seterusnya.”

Merusak jalur

Mark McCormick, seorang profesor di CoECRS dan Universitas James Cook, mengatakan bahwa kadar oksigen rendah meningkatkan stres pada ikan.

“Kami tahu dari hasil kerja terbaru kami bahwa peningkatan stres menghasilkan kecacatan, menyebabkan kelangsungan hidup larva ikan menjadi lebih buruk,” katanya.

“Juga telah ditemukan bahwa hal ini bisa menyebabkan ovarium ikan menjadi lebih kecil, menghasilkan telur lebih sedikit, sehingga larva juga menjadi lebih kecil dan kemungkinannya sangat kecil untuk bertahan hidup.”

Hoegh-Guldberg mengatakan, sementara zona mati hanya berada di kantong-kantong laut saat ini, hal itu akan mempengaruhi area yang jauh lebih besar di masa depan kecuali jika ada langkah-langkah untuk mengurangi dampak dari kegiatan manusia di lautan dunia dan kehidupan mereka.

Sumber artikel: Extinctions feared as ocean dead zones grow (cbc.ca)
Kredit: ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.