Diposting Senin, 29 November 2010 jam 7:36 am oleh Gun HS

Hasil Pertama Eksperimen ALICE pada LHC: Alam Semesta Awal adalah Cairan Panas

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 29 November 2010 -


Pada sebuah eksperimen besar dalam rangka membenturkan satu sama lain inti pada Large Hadron Collider (LHC) CERN, para fisikawan dari tim detektor ALICE, yang meliputi para peneliti dari Universitas Birmingham, telah menemukan bahwa alam semesta sangat awal tidak saja sangat panas dan padat, tetapi juga berperilaku seperti cairan panas.

Dengan mempercepat dan membenturkan inti secara bersamaan pada tingkat energi tertinggi, eksperimen ALICE telah menghasilkan bola-bola api sub-atomik yang sangat panas dan padat, menciptakan kondisi yang terjadi pada beberapa mikro-detik pertama setelah Big Bang. Para ilmuwan mengklaim bahwa Big Bang mini ini menghasilkan temperatur lebih dari sepuluh triliun derajat.

Pada suhu ini, materi normal dipastikan meleleh ke dalam sebuah ‘sup’ primordial eksotis yang dikenal sebagai plasma quark-gluon. Hasil pertama dari tabrakan tersebut telah menghadirkan beberapa model teori fisika, termasuk teori yang memperkirakan bahwa plasma quark-gluon yang tercipta pada energi ini akan berperilaku seperti gas.

Meskipun penelitian pada energi yang lebih rendah, yang sebelumnya dilakukan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa bola-bola api panas yang dihasilkan dalam tumbukan inti berperilaku seperti cairan, masih banyak yang menduga bahwa plasma quark-gluon berperilaku seperti gas pada energi yang sangat tinggi ini.

Para ilmuwan dari School of Physics and Astronomy di Universitas Birmingham memainkan peran utama dalam fase baru program LHC, yang setelah tujuh bulan akhirnya berhasil menabrakkan proton pada energi tinggi. Dr David Evans, dari School of Physics and Astronomy Universitas Birmingham School, dan kepala peneliti Inggris pada percobaan ALICE, mengatakan, “Walaupun ini masih terlalu dini, kami sudah belajar lebih banyak tentang alam semesta awal.”

Dia melanjutkan, “Hasil pertama ini sepertinya mengusulkan bahwa awal semesta alam berperilaku seperti cairan super-panas, segera setelah Big Bang.”

Tim peneliti juga menemukan bahwa partikel sub-atom lebih banyak diproduksi dari tabrakan tersebut dibandingkan dengan beberapa model teoritis sebelumnya. Bola-bola api akibat tabrakan tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat, namun ketika ‘sup’ mendingin, para peneliti bisa melihat ribuan partikel memancar keluar dari dalam bola-bola api. Peristiwa itu berada di dalam di puing-puing ini, memungkinkan para peneliti untuk menarik kesimpulan terhadap perilaku sup.

Penelitian ini didanai oleh Science and Technology Facilities Council (STFC).

Sumber artikel: Early universe was a liquid: The ALICE experiment announces first results from lead nuclei collisions at the LHC (birmingham.ac.uk)
Kredit: University of Birmingham
Informasi lebih lanjut:

  1. Elliptic flow of charged particles in Pb-Pb collisions at 2.76 TeV. arXiv:1011.3914v1 [nucl-ex]
  2. Charged-particle multiplicity density at mid-rapidity in central Pb-Pb collisions at sqrt(sNN) = 2.76 TeV. arXiv:1011.3916v2 [nucl-ex]
Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.