Bakteri Air Limbah Mengisi “Missing Link” dalam Evolusi Awal Kehidupan di Bumi
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 28 November 2010 - "Analisis kami menunjukkan bahwa bakteri PVC [Planctomycetes, Verrucomicrobiae, Klamidia] merupakan jenis intermediasi struktur sel.
Penemuan sekelompok bakteri di rawa asam dan pengolahan limbah pabrik telah memberikan para ilmuwan sebuah bukti ‘missing link’ di dalam salah satu langkah paling penting evolusi kehidupan di bumi – jawaban bagi munculnya sel-sel dengan inti yang mengandung DNA (sel eukariotik).
Selama milyaran tahun, bakteri (organisme bersel satu tanpa inti) merupakan satu-satunya bentuk kehidupan selular di bumi. Lalu, sekitar 1,6-2,1 milyar tahun yang lalu, sel-sel eukariotik muncul. Sel-sel ini (dengan inti) menandakan evolusi kehidupan multi-selular di bumi, termasuk: tanaman, serangga, hewan dan manusia.
Hingga saat ini, para ilmuwan telah mampu mengidentifikasi suatu ‘sel leluhur’ yang menghubungkan prokariota awal dengan eukariota nantinya. Jadi, teori fusi – di mana dua sel bergabung untuk membentuk sel baru – sering diajukan untuk menjelaskan munculnya jenis sel baru ini.
Namun, temuan terbaru dari para ilmuwan di University College Dublin, Irlandia, dan Laboratorium Biologi Molekuler Eropa di Heidelberg, Jerman, yang dipublikasikan dalam Science (26 November 2010), telah menuntaskan penjelasan teori fusi ini, dan menunjukkan bahwa intermediasi atau ‘missing link’ memang ada di antara keduanya miliaran tahun yang lalu.
“Penemuan kami mengindikasikan bahwa kemunculan sel eukariotik di bumi dapat dijelaskan dengan evolusi Darwin selama miliaran tahun daripada sebuah teori fusi ‘big bang’,” kata ahli sel biologi, Dr Emmanuel Reynaud, dari University College Dublin, salah satu rekan penulis makalah ilmiah.
“Analisis kami menunjukkan bahwa bakteri PVC [Planctomycetes, Verrucomicrobiae, Klamidia], anggota-anggota yang umum ditemukan pada pengolahan limbah pabrik atau rawa asam, merupakan jenis intermediasi struktur sel. Mereka sedikit lebih besar dari bakteri yang dikenal lainnya, dan juga mereka membelah diri lebih lambat.”
“Struktur PVC menunjukkan bahwa itu adalah nenek moyang sel ‘missing link’ yang menghubungkan sel prokariotik dengan eukariotik sepanjang jalur evolusi miliaran tahun yang lalu,” kata Dr Damien P Devos dari Laboratorium Biologi Molekuler Eropa, Heidelberg, Jerman, yang turut menulis makalah ilmiah.
Sumber artikel: Sewage water bacteria fills ‘missing link’ in early evolution of life on earth (alphagalileo.org)
Kredit: University College Dublin
Informasi lebih lanjut:
Damien P. Devos, Emmanuel G. Reynaud. Intermediate Steps. Science, 2010; 330 (6008): 1187-1188 DOI: 10.1126/science.1196720
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
