Diposting Sabtu, 20 November 2010 jam 3:39 am oleh Gun HS

Hubungan Misterius Antara Fosil Kadal di Afrika dengan Komodo di Indonesia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 20 November 2010 -


Para peneliti Universitas Alberta telah menemukan hubungan misterius antara tulang kadal purba yang ditemukan di Afrika dengan kadal modern terbesar, komodo di Indonesia.

Ahli biologi Alison Murray dan Rob Holmes mengatakan bahwa bentuk unik vertebra itu menghubungkan fosil kadal Afrika berusia 33 juta tahun dengan sepupunya Komodo, yang hanya ada selama sekitar 700.000 tahun.

“Fosil Afrika ditemukan pada permukaan padang pasir berangin,” kata Holmes. “Ini jelas dari kadal genus Varanus dan ada lebih dari 50 spesies yang hidup saat ini, termasuk Komodo dan kadal besar lainnya.”

Holmes mengatakan tanda fosil tulang Afrika adalah milik kadal yang panjangnya sekitar satu setengah meter, dan kemampuannya untuk berenang dapat menjadi kunci untuk mencari tahu bagaimana 30 juta tahun kemudian nenek moyang itu muncul di sisi dunia lain.
Holmes mengatakan spesimen Varanus Afrika purba ditemukan di dataran yang pernah menjadi dasar sebuah sungai atau danau kecil. “Apakah hewan itu hidup di air atau darat di sekitarnya, kami tidak tahu, tapi kami tahu bahwa beberapa spesies modern dari Varanus berenang nyaman di air tawar.”

Para peneliti setuju bahwa kolam air tawar tidak akan mengarahkan kadal Afrika sampai ke Indonesia. Murray mengatakan bahwa misteri bagaimana hewan menyebar tergantung saat Anda mempertimbangkan geografi dunia purba. “Dari sekitar 100 juta tahun yang lalu hingga 12 juta tahun yang lalu, Afrika benar-benar terisolasi, dikelilingi oleh laut, namun entah bagaimana mereka keluar dari Afrika selama periode tersebut,” kata Murray. “Itu sebabnya makalah ini penting karena tidak ada hubungan darat yang diketahui.”

Murray mengatakan bahwa salah satu teori yang belum terbukti tentang bagaimana Varanus pindah dari Afrika adalah bahwa selama jutaan tahun, massa daratan yang kecil atau piringan-piringan mikro mungkin telah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, membawa serta fauna mereka.

Pekerjaan para peneliti beserta rekan-rekan penulis ini bertentangan dengan beberapa teori yang berlaku tentang asal-usul beberapa jenis fosil purba yang ditemukan di Afrika termasuk kadal Varanus serta beberapa ikan air tawar. “Asumsi untuk beberapa jenis fosil Afrika purba adalah bahwa hewan tersebut tidak berasal dari Afrika, tetapi datang ke sana dari Asia,” kata Holmes. “Tetapi catatan fosil Varanus menunjukkan persis kebalikan dari jalur migrasi.”

Karya Murray dan Holmes serta berbagai rekan penulis ini diterbitkan dalam jurnal Palaeontology.

Sumber Artikel: Researchers link an African lizard fossil in Africa with the Komodo dragon in Indonesia (eurekalert.org)
Kredit: University of Alberta
Informasi lebih lanjut:
Robert B. Holmes, Alison M. Murray, Yousry S. Attia, Elwyn L. Simons, Prithijit Chatrath. Oldest known Varanus (Squamata: Varanidae) from the Upper Eocene and Lower Oligocene of Egypt: support for an African origin of the genus. Palaeontology, 2010; 53 (5): 1099 DOI: 10.1111/j.1475-4983.2010.00994.x

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.