Diposting Senin, 15 November 2010 jam 4:46 am oleh Gun HS

Memiliki Beberapa Ayah dalam Satu Keluarga adalah Hal yang Umum di Amazon

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 15 November 2010 -


Dalam budaya modern, tidak diterima secara sosial jikalau orang yang sudah menikah memiliki pasangan seksual di luar nikahnya. Namun, dalam beberapa budaya di Amazon, urusan seksual di luar nikah adalah hal umum, dan mereka percaya bahwa ketika seorang wanita hamil, maka masing-masing mitra seksualnya akan dianggap bagian ayah-biologis.

Sekarang, sebuah studi terbaru dari Universitas Missouri, yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, telah menemukan bahwa 70 persen budaya Amazon mungkin telah percaya pada prinsip beberapa ayah.

“Dalam budaya ini, jika ibu memiliki hubungan seksual dengan beberapa laki-laki, mereka percaya bahwa masing-masing laki-laki itu adalah, dalam bagian, ayah biologis anak,” kata Robert Walker, asisten profesor Antropologi di Sekolah Tinggi Seni dan Sains. “Itu diterima secara sosial bagi anak-anak untuk memiliki beberapa ayah, dan ayah sekunder sering memberikan kontribusi untuk membesarkan anak-anak mereka.”

Walker mengatakan bahwa hubungan seksual adalah normal dan dapat diterima dalam banyak masyarakat tradisional Amerika Selatan. Dia mengatakan pasangan yang sudah menikah biasanya tinggal dengan keluarga istri, yang katanya meningkatkan kebebasan seksual mereka.

“Dalam beberapa budaya Amazon, suami yang cemburu pada mitra di luar nikah istrinya adalah sikap yang buruk,” kata Walker. “Itu juga dianggap aneh jika Anda tidak memiliki banyak pasangan seksual.”

Penelitian sebelumnya telah menemukan adanya beberapa ayah dalam beberapa budaya Amazon. Namun, para antropolog tidak menyadari seberapa banyak masyarakat yang memegang kebudayaan ini. Tim Walker menganalisa etnografi (cabang antropologi yang berhubungan secara deskriptif dengan budaya) dari 128 masyarakat di seluruh dataran rendah Amerika Selatan, yang mencakup Brazil dan banyak negara sekitarnya. Beberapa-ayah dilaporkan muncul di 53 masyarakat, dan ayah tunggal dalam 23 masyarakat. Etnografi untuk 52 masyarakat tidak menyebutkan keyakinan konsepsi.

Tim Walker memiliki beberapa hipotesis tentang manfaat beberapa-ayah. Wanita percaya bahwa dengan memiliki banyak pasangan seksual mereka mendapat manfaat dari kolam gen yang lebih besar bagi anak-anak mereka. Dia mengatakan wanita memperoleh manfaat dari sistem ini karena para ayah sekunder memberi hadiah dan membantu mendukung anak, yang telah terbukti menaikkan tingkat kelangsungan hidup anak. Selain itu, peperangan brutal adalah hal yang umum di Amazonia kuno, sehingga seandainya sang ibu menjadi janda, anaknya masih akan memiliki figur ayah.

Pria memperoleh manfaat dari sistem beberapa-ayah karena mereka mampu membentuk aliansi bersama laki-laki lain dengan berbagi istri. Walker menghipotesis bahwa beberapa-ayah juga memperkuat ikatan keluarga, sebagaimana saudara sering berbagi istri dalam beberapa kebudayaan.

Walker berkolaborasi dengan Mark Flinn, profesor di Departemen Antropologi MU, dan Kim Hill, profesor di School of Human Evolution and Social Change Universitas Arizona State.

Sumber Artikel: Multiple Fathers Prevalent in Amazonian Cultures (munews.missouri.edu)
Kredit: University of Missouri-Columbia
Referensi Jurnal:
R. S. Walker, M. V. Flinn, K. R. Hill. Evolutionary history of partible paternity in lowland South America. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2010; 107 (45): 19195 DOI: 10.1073/pnas.1002598107

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.