Diposting Sabtu, 13 November 2010 jam 2:35 pm oleh Gun HS

Perilaku Menyenangkan Mengurangi Stres Lewat Jalur Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 13 November 2010 -


Entah itu makanan atau seks, aktivitas menyenangkan menyediakan lebih dari sekedar kesenangan, kata para peneliti Universitas Cincinnati (UC). Aktivitas ini sebenarnya mengurangi stres dengan menghambat respon kecemasan di otak.

Penemuan ini dipublikasi secara online 8 November 2010, di halaman depan Proceedings of the National Academy of Sciences.

Percobaan dirancang oleh Yvonne Ulrich-Lai, PhD, asisten profesor penelitian, James Herman, PhD, direktur Laboratory of Stress Neurobiology dan juga profesor psikiatri dan ilmu saraf perilaku di UC, beserta rekan-rekan lainnya, menunjukkan bahwa efek mengurangi stres berlanjut terus selama paling sedikit tujuh hari, menunjukkan manfaat jangka panjang.

“Temuan ini memberikan kita pemahaman yang lebih jelas tentang motivasi untuk mengkonsumsi ‘makanan yang menenangkan’ selama masa stres,” kata Ulrich-Lai. “Tapi penting untuk dicatat bahwa, berdasarkan temuan kami, sejumlah kecil makanan menyenangkan bisa mengurangi efek stres.”

Para peneliti memberikan tikus akses ke larutan gula sehari dua kali selama dua minggu, kemudian menguji tanggapan psikologis dan perilaku tikus terhadap stres. Dibandingkan dengan kontrol, tikus dengan akses ke gula menunjukkan berkurangnya denyut jantung dan tingkat stres hormon selagi ditempatkan dalam tabung berventilasi serta lebih bersedia menjelajahi lingkungan asing dan berinteraksi sosial dengan tikus lainnya.

Tikus yang diberi makanan larutan dengan pemanis buatan sakarin (bukan sukrosa) menunjukkan penurunan yang sama terhadap respon stres, kata para peneliti, seperti halnya tikus yang diberi akses ke mitra responsif seksualnya. Tapi sukrosa yang diberikan langsung ke perut justru tidak mengurangi respon stres tikus, kata peneliti.

“Hal ini menunjukkan bahwa sifat menyenangkan dari makanan lezat, bukan yang berkalori, sudah cukup untuk mengurangi stres,” kata Ulrich-Lai.

Respon psikologis terhadap stres mencakup pengaktifan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenocortical (HPA), diatur oleh struktur otak yang dikenal sebagai basolateral amygdale (BLA). Tikus yang mengalami kegiatan menyenangkan, seperti makanan lezat dan seks, mengalami melemahnya respon aksis HPA terhadap stres, kata para peneliti. Cedera pada BLA mencegah pengurangan stres oleh sukrosa, menunjukkan bahwa aktivitas saraf di BLA diperlukan untuk efek tersebut.

“Penelitian kami mengidentifikasi sirkuit saraf kunci yang mendasari efek makanan yang menenangkan,” catat Ulrich-Lai. “Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi identifikasi sirkuit ini dapat memberikan strategi yang potensial untuk melakukan intervensi dalam mencegah atau mengurangi tingkat kenaikan obesitas dan gangguan metabolisme lainnya.”

Pendanaan untuk penelitian ini disediakan oleh National Institutes of Health. Para penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan.

Sumber Artikel: Pleasurable Behaviors Reduce Stress via Brain Pathways, Research Shows (healthnews.uc.edu)
Kredit: University of Cincinnati Academic Health Center
Referensi Jurnal:
Y. M. Ulrich-Lai, A. M. Christiansen, M. M. Ostrander, A. A. Jones, K. R. Jones, D. C. Choi, E. G. Krause, N. K. Evanson, A. R. Furay, J. F. Davis, M. B. Solomon, A. D. de Kloet, K. L. Tamashiro, R. R. Sakai, R. J. Seeley, S. C. Woods, J. P. Herman. Pleasurable behaviors reduce stress via brain reward pathways. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2010; DOI: 10.1073/pnas.1007740107

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.