Diposting Rabu, 10 November 2010 jam 11:41 pm oleh Gun HS

Rekor Testis Terbesar Dipegang oleh Bushcricket

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 10 November 2010 -


Para peneliti di Universitas Derby dan rekan-rekannya di Universitas Cambridge yakin bahwa mereka telah menemukan spesies yang memiliki testis terbesar dalam kaitannya dengan berat badan di planet ini – serta menjelaskan alasannya!

Namun, tim peneliti juga menemukan bahwa testis besar tidak selalu berhubungan dengan jumlah sperma yang lebih besar – yang bertentangan dengan pemikiran tradisional dalam dunia ilmu pengetahuan.

Ahli biologi di Universitas Derby, yang memimpin proyek penelitian, mengatakan bahwa Bushcricket berbonggol (Platycleis affinis) memiliki testis sebesar 14% dari massa tubuh jantan, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan pada tanggal 9 November dalam Biology Letters, Royal Society Journal.

Spesies ini dibandingkan dengan spesies lalat buah (Drosophila bifurca), yang testisnya terhadap berat badan telah tercatat sebesar 10,6%.

Peneliti utama, Dr Karim Vahed, Reader in Behavioural Ecology di Universitas Derby, mengatakan, “Kami tidak bisa percaya dengan ukuran organ ini, mereka seolah mengisi seluruh perut.

“Kami juga tertarik pada alasan mengapa mereka begitu besar. Aturan evolusi hampir universal bahwa variasi dalam ukuran relatif testis terkait dengan perilaku kawin betinanya; Testis cenderung lebih besar pada spesies di mana betinanya tidak memilih-milih, sebagaimana yang telah dibuktikan dalam berbagai spesies ikan, burung, serangga dan mamalia.

“Tapi setidaknya dua hipotesis dapat menjelaskan pola ini – kompetisi sperma di satu sisi dan tingkat kawin pejantan di sisi lain.

“Namun penelitian kami tampaknya menjadi studi pertama yang menunjukkan bahwa, dalam kasus Bushcricket berbonggol, testis yang lebih besar tidak selalu menghasilkan sperma yang lebih banyak per ejakulasi.”

Sebagai bagian dari studi Derby, Dr Vahed, Darren Parker (seorang lulusan baru Derby Biologi yang kini mempelajari PhD di Universitas St Andrews), beserta Dr James Gilbert dari Universitas Cambridge, membandingkan ukuran relatif testis di 21 jenis bushcricket. Seperti penelitian lainnya, mereka menemukan bahwa testis proporsional lebih besar pada spesies di mana betina kawin dengan lebih banyak pejantan – Bushcricket berbonggol betina kawin bisa hingga 23 kali dengan pejantan yang berbeda dalam kehidupan dewasa dua bulan mereka.

Namun, yang mengejutkan adalah, Bushcricket berbonggol tidak menghasilkan sperma lebih banyak: pada kenyataannya mereka memproduksi ejakulasi yang kurang tebal.

Dr Gilbert mengatakan, “Secara tradisional telah cukup aman untuk mengasumsikan bahwa ketika betina kawin tanpa memilih-milih, maka pejantan menggunakan testis berukuran besar untuk memberikan sejumlah besar sperma ke medan persaingan – bahkan demikian juga pada primata. Studi kami menunjukkan bahwa kita harus memikirkan kembali asumsi ini. Studi menunjukkan bahwa testis yang besar hanya memungkinkan pejantan untuk kawin berulang-ulang tanpa harus cadangan sperma mereka kehabisan.”

Dr Vahed berkata, “Hal ini sangat menunjukkan bahwa testis ekstra besar pada bushcricket memungkinkan pejantan mentransfer relatif kecil ejakulasi untuk lebih banyak betina. Pejantan tidak meletakkan semua telur mereka (atau lebih tepatnya sperma!) dalam satu keranjang.”

Secara tradisional, asumsi bahwa testis lebih besar menghasilkan lebih banyak sperma per ejakulasi dan dengan demikian memberikan pejantan keunggulan dalam persaingan sperma (ketika pejantan berlomba-lomba melakukan pembuahan telur betina).

Kompetisi sperma menjadi paling intens ketika betina kawin dengan banyak pejantan, sedangkan pejantan yang telah menghasilkan sperma yang paling sering, diasumsikan pada sebuah keuntungan, maka perkembangan testis menjadi lebih besar pada spesies tersebut.

Tapi betina yang tidak memilih-milih pasangan juga meningkatkan jumlah peluang perkawinan yang tersedia untuk pejantan. Oleh karena itu mungkin testis yang lebih besar telah berevolusi dalam spesies yang lebih polyandrous karena mereka memungkinkan peningkatan produksi ejakulasi, memungkinkan pejantan terlibat dalam sejumlah besar perkawinan berturut-turut, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian terbaru ini.

Para peneliti menyarankan bahwa temuan ini menawarkan manfaat untuk berpikir tentang hubungan antara pemberian, perkawinan majemuk dan reproduksi dalam serangga di dunia biologi.

Sumber Artikel: Bushcricket Has the Largest Testicles Relative to Body Mass of Any Animal (sciencedaily.com)
Kredit: Universitas Cambridge

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.