Diposting Senin, 8 November 2010 jam 10:38 pm oleh Gun HS

Para ilmuwan Berhasil Memecahkan Rahasia Ledakan Awan Plasma di Matahari

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 8 November 2010 -


Matahari secara sporadis melepas triliunan ton gas hidrogen dalam ledakan yang disebut coronal mass ejections (CMEs). Awan-awannya berukuran sangat besar (rentang jutaan mil) dan terdiri dari gas plasma bermagnet, sehingga panas atom hidrogen terionisasi. CMEs dengan segera dipercepat oleh gaya magnetik, dari kecepatan ratusan kilometer per detik hingga ke atas 2.000 kilometer per detik dalam beberapa puluh menit. CMEs terkait erat dengan pijaran matahari dan, ketika mereka mencapai bumi, dapat memicu tampilnya auroral yang spektakuler. Mereka juga menyebabkan arus listrik yang kuat pada plasma atmosfer bumi (yaitu, magnetosfer dan ionosfer), menyebabkan pemadaman di bidang telekomunikasi dan sistem GPS, bahkan runtuhnya jaringan listrik jika gangguannya sangat parah.

Sejak pengamatan pertama terhadap pijaran matahari pada tahun 1859, ledakan matahari telah menarik banyak perhatian para ilmuwan di seluruh dunia dan telah dipelajari dengan sukses melalui misi satelit internasional yang semakin canggih dalam tiga dekade terakhir. Tantangan utamanya, struktur plasma yang besar dan rumit hanya dapat diamati dari jarak jauh. Akibatnya, sangat sulit menguji model teoritis untuk membangun pemahaman terhadap mekanisme yang menyebabkan ledakan tersebut. Namun pada tahun 2006, sebuah misi satelit kembar internasional yang disebut STEREO, diluncurkan untuk terus mengamati struktur letusan plasma dari matahari ke bumi.

Dengan menggunakan data dari STEREO, penelitian terbaru oleh para ilmuwan di Naval Research Laboratory (NRL) Washington, DC, untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa gerakan terobervasi dari letusan awan plasma yang didorong oleh kekuatan magnet dapat dijelaskan secara tepat dengan model teoritis. Hasil penelitian ini akan dipresentasikan dalam 52nd Annual Meeting of the APS Plasma Physics Division.

Teori ini, kontroversial ketika pertama kali diusulkan pada tahun 1989 oleh Dr James Chen dari NRL, didasarkan pada konsep bahwa letusan awan plasma adalah “tali fluks magnetik” raksasa, tali barisan medan magnet yang “bergulung” membentuk seperti donat parsial. Chen dan Valbona Kunkel, seorang mahasiswa doktoral di Universitas George Mason, telah menerapkan model ini terhadap data STEREO terbaru mengenai CMEs dan menunjukkan bahwa solusi teoritisnya sesuai dengan pengukuran lintasan pelepasan awan pada seluruh bidang pandang dari matahari ke bumi.

Posisi leading edge (LE) dari CME yang meletus pada tanggal 24 Desember 2007, terlacak oleh pesawat ruang angkasa-STEREO A dari tahap awal letusan hingga kedatangannya ke 1 AU sekitar lima hari kemudian. Medan magnet dan parameter plasma diukur dengan pesawat ruang angkasa STEREO-B. Kesesuaian di antara teori dan data mencapai 1 persen pada posisi pengukuran LE ini. Hasil Chen dan Kunkel menunjukkan bahwa prediksi secara teoritis medan magnet dan properti plasma sesuai dengan pengukuran dari STEREO-B. Ini merupakan model pertama yang dapat mereplikasi langsung kuantitas terobservasi di dekat matahari dan bumi serta lintasan CMEs yang sebenarnya. Sebelum STEREO, gerakan CMEs di wilayah yang tercantum pada data HI1 dan HI2 tidaklah terobservasi.

Ilustrasi artis tentang model tali fluks CME yang mengembang, yang akan mencapai bumi. Biru gelap merupakan penghitungan medan magnet yang lemah (dari urutan 15 nanotesla) sementara merah menunjukkan bidang yang kuat (dari urutan 1 gauss). (Kredit: Chen J. dan V. Kunkel)

Menariknya, gaya dasar yang bekerja pada tali fluks matahari adalah sama dengan yang ada di dalam struktur plasma laboratorium, seperti tokamaks yang dikembangkan untuk menghasilkan energi fusi. Mekanisme yang dideskripsikan oleh teori ini juga berlaku untuk letusan pada bintang lainnya.

Sumber Artikel: Scientists unlock the secrets of exploding plasma clouds on the sun (eurekalert.org)
Kredit: American Physical Society

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.