Diposting Senin, 8 November 2010 jam 7:52 pm oleh Gun HS

Organisme Rekayasa Genetik Secara Spontan Bisa Terjadi di Alam

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 8 November 2010 -


Rekayasa genetika tanaman bisa terjadi dengan cara alami. Sebuah kelompok penelitian di Universitas Lund di Swedia menggambarkan rincian peristiwanya di antara tumbuhan tingkat tinggi. Ini dimungkinkan bahwa transfer gen dimediasi oleh parasit atau patogen.

Perdebatan mengenai organisme rekayasa genetika (GMO) tengah memanas. Salah satu argumen adalah bahwa tidaklah wajar jika mencampur gen dari spesies yang berbeda. Namun, penelitian di Lund, Swedia, menunjukkan bahwa modifikasi genetik dapat terjadi secara alami di antara tanaman liar.

“Dalam kelompok penelitian kami memang telah mencurigai hal ini untuk beberapa waktu, dan kini rekan saya, Pernilla Vallenback, telah menggunakan analisis DNA untuk menunjukkan bahwa hal ini memang terjadi,” kata Profesor Bengt O. Bengtsson dari Departemen Biologi di Universitas Lund.

Kelompok penelitian tentang evolusi genetika telah menemukan bahwa gen untuk enzim PGIC telah ditransfer ke tanaman fescue domba (Festuca ovina) dari suatu padang rumput, mungkin Poa palustris, spesies yang berbeda secara reproduktif. Analisis DNA juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil kromosom yang dipindahkan. Ini adalah kasus pertama yang membuktikan adanya transfer horizontal gen dengan fungsi yang diketahui, dari inti satu tanaman yang lebih tinggi ke yang lainnya.

“Sayangnya, kami tidak tahu persis bagaimana lompatan gen di antara spesies terjadi, yang tidak mengejutkan karena terjadi mungkin 700.000 tahun yang lalu. Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa gen ini ditularkan oleh parasit atau patogen, seperti virus, mungkin dengan bantuan serangga penghisap getah,” kata Profesor Bengtsson.

Jika lompatan gen dapat terjadi secara alami di antara tanaman spesies yang berbeda, apakah ini berarti tidak ada lagi alasan untuk menentang rekayasa genetik tanaman? Menurut Bengt O. Bengtsson, jawabannya jauh dari sederhana. Dia mencatat bahwa hasil terbaru adalah menarik dan penting, tetapi mereka tidak bicara banyak tentang apa yang benar atau salah di dalam masyarakat.

“Banyak ketakutan terhadap rekayasa genetika tanaman karena mereka percaya bahwa itu dapat menyebabkan penyebaran gen yang tidak diinginkan di alam. Argumen ini tidak membuat saya terkesan. Bagaimanapun juga, saya setuju dengan kegelisahan atas meningkatnya penggunaan paten dan praktek monopoli dalam pemuliaan tanaman. Itulah sebabnya sangat penting jika penelitian bebas dan independen secara komersial pada genetika tanaman dapat dilakukan di perguruan tinggi,” kata Bengt O. Bengtsson.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE.

Sumber Artikel: Spontaneous GMOs in Nature (lunduniversity.lu.se)
Kredit: Universitas Lund
Referensi Jurnal:
Pernilla Vallenback, Lena Ghatnekar, Bengt O. Bengtsson. Structure of the Natural Transgene PgiC2 in the Common Grass Festuca ovina. PLoS ONE, 2010; 5 (10): e13529 DOI: 10.1371/journal.pone.0013529

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.