Diposting Jumat, 5 November 2010 jam 11:59 pm oleh Gun HS

Ritual Agama di Meksiko Memicu Evolusi Ikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 5 November 2010 -


Upacara agama berusia berabad-abad dari adat masyarakat di Meksiko selatan, telah menyebabkan perubahan evolusioner kecil pada suatu spesies ikan lokal, demikian menurut para peneliti dari Universitas Texas A&M.

Sebelum kedatangan Christopher Columbus di Dunia Baru, penduduk Zoque Meksiko selatan setiap tahun selama musim Paskah melakukan perjalanan jauh ke dalam gua Cueva del Azufre, memohon kepada dewa agar diberkahi musim hujan yang berlimpah. Sebagai bagian dari ritual tahunan, mereka melepaskan racun ikan alami ke perairan gua, semacam pasta yang terbuat dari kapur dan umbi tanaman barbasco. Percaya bahwa ikan-ikan gua itu adalah berkah dari dewa, mereka meraup mangsa yang sudah teracuni untuk makanan sebelum masa tanaman mereka siap dipanen.

Namun, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Michael Tobler, seorang ahli ekologi evolusi di Universitas Oklahoma State, beserta Dr Gil Rosenthal, seorang profesor biologi di Texas A&M, telah menemukan bahwa beberapa dari ikan ini telah berhasil tidak hanya mengembangkan resistansi terhadap racun kuat tanaman, tetapi juga mewarisi gen toleran bagi turunan mereka, memungkinkan mereka bertahan dalam menghadapi kematian tertentu yang dialami saudara-saudara mereka yang tidak berevolusi.

Temuan mereka diterbitkan baru-baru ini secara online dalam jurnal Biology Letters.

Seekor molly Atlantik jantan (Poecilia mexicana) yang digunakan dalam studi kasus tim penelitian Texas A&M. (Kredit: Michael Tobler)

Sejak tahun 2004, Tobler telah mempelajari spesies ikan kecil yang tinggal gua ini, yang dikenal sebagai molly Atlantik atau Poecilia mexicana, serta meneliti kemampuannya yang luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan belerang beracun di Cueva del Azufre. Beliau meraih gelar Ph.D. dari Universitas Zurich pada tahun 2008 dan menghabiskan dua tahun ke depan sebagai pasca-doktoral asosiasi penelitian di Texas A&M, bekerja sama dengan Dr Kirk Winemiller, seorang profesor ilmu satwa liar dan perikanan, sebagai bagian dari dua tahun penelitian senilai $79.000 dari Swiss National Science Foundation Postdoctoral Fellowship.

Setelah mempelajari ritual sakral rakyat Zoque dan menyaksikan acara tersebut secara langsung pada tahun 2007, Tobler beserta Rosenthal memutuskan untuk menyelidiki dampak dari upacara aneh itu terhadap ikan-ikan molly dan habitatnya. Ironisnya, itu adalah upacara terakhir yang pernah diadakan. Zoques mengakhiri prakteknya pada tahun itu akibat tekanan politik dari pemerintah, yang berusaha melestarikan gua sebagai kawasan pariwisata dan pendapatan potensial.

“Kami ingin melakukan percobaan laboratorium di mana kami bisa mengekspos ikan dari berbagai bagian sungai yang berbeda dengan barbasco,” kata Tobler. “Sebagian dari ikan ini sudah lebih banyak terekspos daripada yang lain.”

Pada bulan Maret 2010, tim peneliti mengumpulkan spesimen molly dari dua wilayah yang berbeda di dalam gua yang setiap tahun terkena racun barbasco, serta dari dua wilayah di hulu yang berbeda, lebih jauh dari lokasi ritual Zoque. Kedua kelompok ikan ini disatukan ke dalam sebuah tangki, kemudian dimasukkan akar barbasco ke dalamnya untuk menentukan bagaimana kedua kelompok ikan tersebut akan bereaksi.

Mereka menemukan bahwa molly, yang setiap tahun terkena barbasco, memang lebih tahan daripada ikan yang berasal dari hulu – sejauh yang mereka mampu untuk berenang di dalam air beracun hampir 50 persen lebih lama. Kelompok Tobler dan Rosenthal menyimpulkan bahwa manusia, dari waktu ke waktu, tidak hanya mempengaruhi dinamika populasi ikan molly, tetapi juga secara tidak sengaja memicu proses seleksi alam evolusi juga. Ikan molly mampu mentolerir kondisi beracun, bertahan dan menurunkan sifat-sifat tersebut kepada keturunannya, mengorbankan mereka yang tewas sebagai nasib dalam melayani sebuah pesta upacara bagi Zoque.

“Hal yang keren, upacara ini sudah berlangsung lama dan bahwa ikan menanggapi itu secara evolusioner,” kata Tobler. “Banyak spesies yang tidak bisa hidup dengan perubahan-perubahan tersebut. Hal ini menyoroti bagaimana alam dipengaruhi oleh aktivitas manusia.”

Rosenthal berpendapat bahwa gagasan tentang dorongan perbedaan evolusi pada spesies pada skala spasial yang sangat terlokalisasi, bukanlah konsep baru. Bahkan, katanya, sudah terjadi sejak awal manusia dan bahwa gagasan “buas mulia” merupakan hal yang purba.

“Kita cenderung memiliki gagasan Pocahontas indah di mana sebelum orang Eropa datang, semuanya murni dan selaras dengan alam dan semua lingkungan itu berubah setelah pasca-industrialisasi,” ia menjelaskan. “Tidak. Manusia telah mengubah lingkungan hidup selamanya.”

Selain itu, kata Rosenthal, sekali suatu spesies telah beradaptasi secara genetik dengan keberadaan manusia, maka sangat tidak mudah untuk mengalami kemunduran secara tiba-tiba.

Sejak ritual mereka dilarang, Zoques masih melakukan upacara setiap musim Paskah. Bagaimanapun juga, Tobler ingin melihat upacara asli Zoque, tapi dengan cara yang berkelanjutan dengan alam seperti penghuni gua lainnya. Dia dan Rosenthal percaya bahwa kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara aktivitas manusia beserta lingkungannya. Dalam kasus Zoques, mungkin ada beberapa batasan pada penggunaan barbasco untuk ritual mereka, seperti melepaskan racun hanya 50 hingga 60 meter ke dalam gua, bukan lebih dari 100 meter.

Menunggu resolusi lebih lanjut, Tobler akan melanjutkan penelitiannya pada ikan molly di Oklahoma State, di mana mereka ditempatkan di sebuah tangki khusus yang dibangun dengan meniru kondisi sulfat mereka di Cueva del Azufre.

“Kami perlu memahami dampak apa yang benar-benar terjadi pada ikan ini daripada menghilangkan upacara sepenuhnya,” kata Tobler. “Kami berharap menemukan keseimbangan di antara praktek-praktek budaya masyarakat ini dan ekosistem.”

Sumber Artikel: Moved by Religion: Mexican Cavefish Develop Resistance to Toxin (science.tamu.edu)
Kredit: Universitas Texas A&M
Referensi Jurnal:
M. Tobler, Z. W. Culumber, M. Plath, K. O. Winemiller, G. G. Rosenthal. An indigenous religious ritual selects for resistance to a toxicant in a livebearing fish. Biology Letters, 2010; DOI: 10.1098/rsbl.2010.0663

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.