Diposting Kamis, 4 November 2010 jam 1:47 am oleh Gun HS

Studi pada Semut Menunjukkan, Pekerja Memegang Kekuasaan dalam Evolusi Masyarakat

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 4 November 2010 -


Sebuah studi terbaru yang menganalisis bagaimana alam mengatur masyarakat berkembang menjadi sangat kompleks, telah menemukan bahwa para pekerja memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang teratur, di mana konflik mampu diminimalkan. Dalam menentukan siapa yang mereproduksi di dalam kumpulan semut, ahli biologi Universitas Leicester telah menemukan bahwa pekerja yang rendah hati berperan dalam memilih ratu mereka sendiri.

Informasi ini merupakan kunci untuk memahami evolusi masyarakat yang kompleks – selama lebih dari 100 juta tahun – yang telah berevolusi ke arah mekanisme kebersamaan yang stabil dan meresolusi konflik.

Apa yang ditemukan tim Leicester cukup mengejutkan: Semut pekerja Spanyol yang kejam menentukan siapa yang menjadi ratu mereka – dan dengan demikian sang terpilih memperoleh hak untuk mereproduksi – sedangkan spesies semut yang sama di Perancis, Jerman dan Inggris, justru dikenal lebih ‘apatis’.

Sementara pekerja Spanyol diganggu atau bahkan dibunuh ratu saingan untuk memilih ratu mereka, pekerja Inggris tidak agresif sama sekali dan kesetiaan mereka ditujukan kepada sejumlah ratu.

Penelitian oleh Dr Robert Hammond dan Dr Richard Gill dari Universitas Leicester Departemen Biologi, diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B. Penelitian ini didanai oleh Natural Environment Research Council.

Temuan ini dapat memiliki aplikasi penting. Dr Hammond mengatakan, “Beberapa semut merupakan hama, dan semut invasif khususnya – yang telah menjajah negara-negara baru dan benua – sangat merusak, menyebabkan jutaan pon kerusakan. Dalam sejumlah kasus penting, semut menginvasi karena mengalami pergeseran dalam organisasi sosial mereka. Maka, dengan memahami alasan perbedaan dalam organisasi sosial pada spesies non invasif, mungkin membantu memahami jenis masalah.”

Penelitian selama empat tahun mengungkapkan bahwa masyarakat semut Spanyol terdiri dari unit-unit keluarga tunggal, di mana hanya satu ratu yang berkuasa mengatur. Namun masyarakat semut Inggris terdiri dari campuran unit-unit keluarga yang lebih kompleks, di mana terdapat banyak ratu yang mereproduksi.

Semut pekerja Spanyol benar-benar revolusioner, sementara semut pekerja Inggris lebih ‘apatis’.

Dr Gill berkata, “Banyak hewan – termasuk manusia – hidup dalam kelompok sosial dan, seperti yang kita tahu, kepentingan anggota kelompok sering mengalami konflik dan ‘argumen-argumen’ sering dikeluarkan. Semut memiliki beberapa masyarakat yang paling terintegrasi dan kompleks yang ditemukan di alam, dan hal itu sangat menarik untuk memahami seandainya ada konflik dalam masyarakat mereka, serta bagaimana mereka menyelesaikannya. Karena semut telah hidup di dalam masyarakat yang kompleks selama jutaan tahun, dan kerjasama sangat penting bagi keberhasilan mereka, mekanisme yang mengatasi argumen semestinya berevolusi.”

“Kami berusaha mencari tahu bagaimana argumen siapa yang akan yang memimpin koloni semut dapat diselesaikan. Argumentasi yang berkisar tentang siapa mereproduksi ini tidak hanya terbatas pada semut yang kami pelajari, tapi juga merupakan masalah umum dalam sosial hewan yang hidup. Pada hewan meerkat, hanya sedikit betina yang mereproduksi. Begitu juga pada tikus mol, hanya satu ‘ratu’ tikus mol yang mereproduksi. Namun pada singa semua betinanya mereproduksi dalam kelompok sosial. Tujuan pekerjaan ini adalah membantu menjelaskan mengapa kita melihat variasi tersebut dalam hal siapa yang mereproduksi pada kehidupan sosial hewan.”

Para peneliti Leicester mempelajari ‘semut ranting’ – Leptothorax acervorum – yang memiliki lebih dari satu ratu per sarang (ini sebenarnya cukup umum pada semut). Namun, dalam populasi Spanyol, hanya satu ratu yang mereproduksi – meskipun ratu lainnya di sarang mampu melakukannya.

“Kami menemukan bukti bahwa para pekerja memang memegang kekuasaan – dan, seperti pekerja yang memberontak – massa yang ganas dengan pekerja yang memukuli – bahkan membunuh – semua kecuali satu ratu yang mereka siapkan sebagai pengantin dan yang akhirnya mereproduksi,” kata Dr Hammond.

Tapi ‘kekuatan pekerja’ ini tidak ditemukan pada seluruh populasi semut ranting. Bahkan pada koloni semut ranting dari Inggris, Perancis, Jerman dan dari banyak tempat lainnya – pekerja sama sekali tidak agresif terhadap ratu dan beberapa ratu akhirnya bisa bereproduksi. Koloni dalam kasus ini merupakan himpunan beberapa keluarga, bukan dari satu keluarga seperti yang ditemukan pada semut Spanyol.

Dr Hammond mengatakan, “Pekerja semut diketahui menjadi pemain penting pada berbagai argumen yang terjadi di dalam koloni, tapi ini adalah pertama kalinya semut pekerja terbukti menjadi begitu berpengaruh pada ratu yang mereproduksi. Selain itu, kekontrasan dalam hal kekuasaan pekerja si antara semut ranting pekerja Spanyol agresif dan para pekerja semut ranting apatis yang ditemukan di Inggris dan di tempat lainnya adalah sangat menarik.

“Peran pekerja telah diabaikan dalam argumen menentukan ratu yang mereproduksi. Juga, suatu spesies tertentu sering dianggap memiliki organisasi sosial yang tetap. Penelitian ini menunjukkan bahwa spesies dapat bervariasi dalam aspek-aspek fundamental bagaimana masyarakat mereka terorganisir.”

Sementara studi ini telah menetapkan bahwa dalam koloni semut Spanyol perilaku pekerja adalah penentu ratu yang mereproduksi, peneliti belum menentukan alasan utama mengapa para pekerja berperilaku demikian, dan juga mengapa perilaku pekerja bervariasi.

“Kita perlu menetapkan sampai sejauh mana nature (gen) dan nurture (lingkungan) bertanggung jawab atas perbedaan perilaku di antara semut Spanyol dan Inggris.”

Sumber Artikel: Workers hold key to power in nature’s oldest societies
Kredit: Universitas Leicester
Referensi Jurnal:
Richard J. Gill, Robert L. Hammond. Workers influence royal reproduction. Proceedings of the Royal Society B, 2010; DOI: 10.1098/rspb.2010.1774

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.