Diposting Selasa, 2 November 2010 jam 2:13 am oleh Gun HS

Jejak-jejak Kaki Bayi Brontosaurus Ditemukan di Colorado

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 2 November 2010 -


Staf di Museum Sejarah Alam Morrison telah kembali menemukan jejak kaki bayi dinosaurus di kaki bukit barat Denver, Colorado, dekat kota Morrison. Hasil penanggalan berasal dari Jurassic Akhir, sekitar 148 juta tahun yang lalu, jejak-jejak ini dibuat sebelum Pegunungan Rocky meninggi, ketika Morrison masih merupakan savana luas yang dipenuhi dinosaurus.

Fosil jejak-jejak ini mewakili bayi sauropoda, kata sang penemu, Matthew Mossbrucker, direktur museum. Sauropoda adalah dinosaurus herbivora raksasa berleher panjang, terkadang dikenal sebagai “brontosaurus”. Apatosaurus sauropod pertama kali ditemukan pada tahun 1877 di Morrison. Sepanjang tiga bus sekolah yang terparkir dari ujung ke ujung, dan seberat delapan gajah Asia yang digabung jadi satu, apatosaurus merupakan dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di wilayah metro Denver.

Informasi mengenai jejak-jejak baru ini dipresentasikan pada tanggal 1 November di Pameran dan Pertemuan Tahunan Masyarakat Geologi Amerika 2010 di Denver.

Pada tahun 1877, Arthur Lakes pertama kali menemukan apatosaur – tiga kerangka raksasa seberat 30-ton yang dinamakan Apatosaurus ajax. Kemudian penemuan di Wyoming dan Utah membuktikan bahwa sauropoda berada di antara herbivora raksasa pada zaman Jurassic Akhir.

Penemuan baru-baru ini jejak kaki belakang bayi sauropoda dari Formasi Morrison Jurassic Akhir, Morrison, Colorado, USA. (Kredit: ©2010, Museum Sejarah Alam Morrison - Matthew T. Mossbrucker)

Lakes sangat brilian – ia meneliti batulumpur hijau keabu-abuan lembut dan pasir batu granit-keras di Kota Morrison, dan kembali menemukan balok-balok besar batu yang penuh dengan tulang belulang. Tapi dia melewatkan beberapa hal. Dia tidak menyadari bahwa bagian atas lapisan tulang terdapat banyak lekukan bekas kaki dinosaurus.

Dr Robert T. Bakker dari Museum Ilmu Alam Houston (yang juga bekerja sebagai relawan kurator paleontologi Museum Morrison) menyatakan, “Penemuan terakhir oleh Museum Sejarah Alam Morrison merupakan penghargaan bagi Direktur Matt Mossbrucker beserta kru relawannya yang bermata tajam. Belum pernah sains memberi kita keintiman sekilas terhadap bayi brontosaurus – sebuah wawasan ke dalam Nilai Keluarga Jurassic.”

“Tiga tahun lalu kru Museum Morrison mendeteksi keberadaan Stegosaurus dewasa dan yang masih bayi, mengisyaratkan bahwa kawasan itu dulunya dekat dengan wilayah sarang stego. Jejak-jejak baru bayi sauropoda mungkin menjadi apatosaurus yang sangat terkecil dan termuda yang pernah ditemukan, dalam bentuk tulang atau jejak kaki. Apakah Morrison suatu tempat pembibitan apatosaurus? Bukti ini sangat menarik,” ujar Bakker.

Jejak itu seukuran telur dan hampir bisa dikalahkan oleh secangkir kopi, menunjukkan bahwa bayi sauropoda hanya seukuran anjing kecil. Sementara satu hewan yang meninggalkan jejak kaki rata-rata berjalan, bayi dinosaurus lain berlari sejajar dengan jejak kaki yang dewasa.

Jalur jejak ini berlari dengan tidak biasa. “Jarak di antara setiap langkah adalah dua kali lebih luas daripada apa yang kita amati pada jejak berjalan, menunjukkan hewan itu berlari pada kecepatan rendah,” komentar Mossbrucker. “Saya tidak mengetahui adanya jejak sauropoda yang berlari di mana pun.” Begitu juga dengan Bakker.

Mossbrucker berkelakar bahwa dinosaurus kecil adalah “si leher panjang tercepat di dunia”. Seberapa cepatnya tidak diketahui, tetapi Mossbrucker menduga induk dari empat anak tidak akan punya masalah untuk mengejar “Kecepatan Sauropoda”.

Jejak kaki belakang bayi sauropoda yang seukuran koin; Morrison, Colorado, USA. (Kredit: ©2010, Museum Sejarah Alam Morrison - Matthew T. Mossbrucker)

Yang mengejutkan bagi Mossbrucker dan rekannya adalah bahwa jalur jejaknya saat berlari hanya menunjukkan bagian kaki belakang. “Mungkin selagi dinosaurus kecil itu berlari, kaki belakangnya menghalangi dan menghancurkan jejak kaki depan, atau mungkin makhluk ini hanya berlari dengan kaki belakangnya saja,” kata Mossbrucker. Sedangkan jejak kakinya yang berjalan justru menunjukkan jejak kaki depannya.

Seretan ekor tidak hadir pada kedua jejak kaki, yang mana hal ini tidak mengejutkan, karena jejak kaki sauropoda kebanyakan tidak menunjukkan tanda adanya seretan ekor. Bukti ini, dikombinasikan dengan studi terperinci dari titik ekor, membawa para peneliti meyakini bahwa ekor sauropoda dalam posisi terangkat dari dataran.

Bagian dari jejak bayi sauropoda dari Morrison, Colorado, USA. (Kredit: ©2010, Museum Sejarah Alam Morrison - Matthew T. Mossbrucker)

“Pada akhirnya, kita mengetahui bahwa bayi sauropoda berlari seperti kadal Basilisk, kadal modern yang sebagian besar berjalan dengan empat kaki, tapi ketika ketakutan ia berlari dengan kaki belakangnya.” Studi ini dilakukan untuk memahami biomekanik dari sauropoda Morrison dan seperti apa bayi sauropoda berlari.

Meskipun dikumpulkan lima tahun yang lalu, jejak-jejak ini adalah bagian dari penumpukan penemuan baru yang dilakukan oleh staf Museum. Aliran terus-menerus penemuan yang berasal dari laboratorium Museum Morrison menunjukkan bahwa institusi sejarah alam berkekuatan kecil dapat membuat kontribusi yang unik bagi edukasi sains dan ilmu pengetahuan.

Jejak-jejak tersebut ditampilkan permanen di Museum Sejarah Alam Morrison pada pameran “Fossils of the Foothills” desain ulang, yang didanai oleh Scientific and Cultural Facility District (SCFD). Museum ini dibuka untuk umum setiap hari.

Sumber Artikel: geosociety.org
Kredit: The Geological Society of America
Abstrak:
Paper No. 142-6: FROM THE TOMB OF THE FIRST STEGOSAURUS: A PRELIMINARY REPORT ON A STEGOSAUR-RICH TRACK ASSEMBLAGE FROM LAKES’ QUARRY 5, MORRISON FORMATION OF MORRISON, COLORADO, gsa.confex.com

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.