Diposting Senin, 1 November 2010 jam 4:50 am oleh Gun HS

Wabah “Black Death” di Eropa Kemungkinan Berasal dari Cina

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 1 November 2010 -


Gelombang besar wabah yang sempat dua kali melanda Eropa dan mengubah arah sejarah, ternyata berasal dari Cina, demikian yang dilaporkan sebuah tim ahli genetika medis hari Minggu. Dan kasusnya sama dengan wabah ketiga yang kurang mematikan di abad ke-19.

Dalam penelitian terpisah, tim ahli biologi meyakinkan bahwa agen penyebab wabah yang paling mematikan, Black Death, adalah bakteri yang dikenal sebagai pestis Yersinia. Agen ini selalu menjadi penyebab yang disukai, tapi sebagian kecil ahli biologi dan sejarawan berpendapat bahwa Black Death berbeda dari kasus-kasus wabah modern yang pernah dipelajari di India, dan karena itu harus memiliki sebab yang berbeda.

Black Death dimulai di Eropa pada tahun 1347 dan menyerang sekitar 30 persen lebih penduduk Eropa. Selama berabad-abad epidemi ini terus menyerang setiap 10 tahun atau lebih, wabah terakhir utama menjadi Wabah Besar di London pada tahun 1665-1666. Penyakit ini disebarkan oleh tikus dan ditularkan ke manusia melalui kutu atau, pada beberapa kasus, langsung melalui pernafasan.

Tim ahli biologi, yang dipimpin oleh Barbara Bramanti dari Institut Pasteur di Paris, dan Stephanie Haensch dari Universitas Johannes Gutenberg di Jerman, menganalisis DNA dan protein kuno dari lubang-lubang kuburan massal di seluruh Eropa, korban-korban yang mati akibat wabah. Menulis dalam jurnal PLoS Pathogens bulan ini, mereka mengatakan bahwa Black Death tidak diragukan lagi dibawa oleh pestis Yersinia.

Tim Dr Bramanti mampu membedakan dua strain dari bakteri wabah Black Death, yang berbeda baik dari satu sama lain dan juga dari tiga strain utama di dunia saat ini. Mereka menyimpulkan bahwa di abad pertengahan Eropa pasti telah diserang oleh dua sumber pestis Yersinia yang berbeda. Satu strain mencapai pelabuhan Marseilles di pantai selatan Perancis tahun 1347, menyebar dengan cepat di Perancis dan di tahun 1349 telah mencapai Hereford, sebuah kota pasar di Inggris dan pusat ziarah dekat perbatasan Welsh.

Strain bakteri yang dianalisis dari tulang dan gigi dari sebuah lubang wabah Hereford, yang digali pada tahun 1349, adalah identik dengan yang dari lubang wabah tahun 1348 di Perancis selatan, menunjukkan rute langsung perjalanannya. Namun wabah lubang di kota Belanda Bergen op Zoom memiliki strain bakteri yang berbeda, yang disimpulkan oleh para peneliti tiba dari Norwegia.

Black Death merupakan tiga gelombang besar wabah yang berkecamuk pada masa bersejarah. Yang pertama muncul di abad ke-6 pada masa pemerintahan kaisar Bizantium Justinianus, mencapai hingga ibukotanya, Konstantinopel, pada kapal gandum dari Mesir. Wabah Justinian diperkirakan telah membunuh separuh penduduk Eropa dan telah meredam pengambilalihan Arab terhadap provinsi Bizantium di Timur Dekat dan Afrika.

Gelombang besar wabah ketiga bermula di propinsi Yunnan Cina tahun 1894, muncul di Hong Kong dan kemudian menyebar melalui rute pelayaran di seluruh dunia. Hal itu sampai ke Amerika Serikat melalui sebuah kapal wabah dari Hong Kong yang merapat di Hawaii, di mana wabah menyebar pada bulan Desember 1899, dan kemudian di San Francisco, di mana epidemi  wabah dimulai pada bulan Maret 1900.

Ketiga gelombang wabah ini kini telah diikat bersama-sama pada pohon keluarga yang umum oleh tim ahli genetika medis, sebuah tim yang dipimpin Mark Achtman dari Universitas College Cork di Irlandia. Dengan melihat variasi genetik dalam hidup strain pestis Yersinia, tim Dr Achtman merekontruksi pohon keluarga bakteri. Dengan menghitung jumlah perubahan genetik, mereka melakukan penanggalan poin-poin cabang pohon, yang memungkinkan cabang utamanya berhubungan dengan peristiwa bersejarah.

Dalam edisi Nature Genetics yang dipublikasikan online pada hari Minggu, mereka menyimpulkan bahwa ketiga gelombang besar wabah tersebut berasal dari Cina, di mana akar pohon mereka berada. Wabah mencapai Eropa di sepanjang Jalan Sutra, kata mereka. Epidemi wabah yang mencapai Afrika Timur mungkin disebarkan dari perjalanan laksamana Cina Zheng He yang memimpin armada 300 kapal ke Afrika pada tahun 1409.

“Apa yang menarik adalah bahwa kita dapat merekonstruksi sejarah rute penyakit bakteri selama berabad-abad,” kata Dr Achtman.

K. Lester Little, seorang ahli wabah Justinian di Smith College, mengatakan dalam sebuah wawancara di Bergamo, Italia, bahwa epidemi pertama kali dilaporkan oleh sejarawan Bizantium, Procopius, di tahun 541 SM, berasal dari pelabuhan kuno Pelusium, dekat Suez di Mesir. Sejarawan telah mengasumsikan bahwa epidemik itu tiba di sana dari Laut Merah atau Afrika, namun pendapat ahli genetika bahwa asal-usulnya dari Cina, adalah hal yang mungkin, kata Dr Little.

Pekerjaan genetika itu “sangat mengesankan,” kata Dr Little, dan menambahkan kaki ketiga bagi studi wabah oleh sejarawan dan arkeolog.

Kemungkinan wabah itu berasal dari Cina tidak ada hubungannya dengan penduduk atau kota yang padat, kata Dr Achtman. Bakteri tidak memiliki minat pada orang, yang terinfeksi secara tidak sengaja. Inang alaminya adalah berbagai jenis hewan pengerat seperti marmut dan tikus, yang bisa ditemukan di seluruh Cina.

Sumber Artikel: nytimes.com

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.