Diposting Kamis, 28 Oktober 2010 jam 8:15 pm oleh Gun HS

Membuat Tulang di Laboratorium

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 28 Oktober 2010 -


Para peneliti di Tekhnologi Universitas Eindhoven (TU/e) telah berhasil meniru proses pembentukan tulang di laboratorium, dan memvisualisasikan prosesnya dengan sangat rinci.

Hasilnya akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Materials edisi Desember.

Tulang terdiri dari serat kolagen, di mana fosfat kalsiumnya tersimpan dalam bentuk nanokristal. Tim dr. Nico Sommerdijk (Departemen Teknik Kimia dan Kimiawi) yang terdiri dari peneliti TU/e dan Universitas Illinois, di laboratorium mampu meniru pertumbuhan fosfat kalsium di dalam kolagen, persis seperti yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Untuk waktu yang lama terdapat dugaan bahwa kolagen hanyalah pola bagi pengendapan kalsium fosfat, dan bahwa pembentukan tulang dikendalikan oleh biomolekul khusus. Namun, pencitraan yang diambil oleh peneliti Eindhoven menunjukkan bahwa serat kolagen sendiri mengontrol proses pembentukan mineral dan dengan demikian  secara langsung melakukan pembentukan tulang. Biomolekul telah terbukti memiliki peran yang berbeda dalam proses mineralisasi: mereka menjaga kalsium fosfat dalam larutan sampai pertumbuhan mineral dimulai.

Tim peneliti memvisualisasikan proses ini dengan menggunakan mikroskop elektron yang unik. Mikroskop bernama cryoTitan ini memungkinkan para peneliti menyelidiki sampel yang mengeras dengan sangat cepat, sehingga langkah-langkah prosesnya bisa ditangkap dan dilihat. CryoTitan memiliki resolusi yang sangat tinggi, dan bahkan dapat membedakan atom tunggal.

Sebuah lembaga riset Italia (ISTEC) telah mengembangkan implan tulang baru berdasarkan pengetahuan yang didapat dari Sommerdijk dan pasca doktoralnya, Fabio Nudelman. Kelompok Sommerdijk tidak bermaksud untuk mengambil langkah ini untuk diproduksi: “Kami telah mengambil langkah maju yang besar di bidang pembentukan tulang, tetapi kepentingan kami adalah memahami, bukan memproduksi.”

Pengetahuan baru tentang pembentukan tulang telah membuka pintu ke area penelitian baru bagi kelompok Sommerdijk. Dia yakin, prinsip-prinsip yang sama dapat digunakan untuk membuat berbagai macam nanomaterial. Sommerdijk dan Nudelman memulai dengan magnetit, bahan magnetik yang dapat digunakan sebagai biomarker atau untuk penyimpanan data. Namun ambisi mereka beranjak lebih jauh lagi. “Saya benar-benar yakin, kita dapat membuat segala macam bahan dengan menggunakan prinsip-prinsip ini,” kata Sommerdijk. Ia sangat antusias tentang arah penelitian baru. “Pembentukan biomimetik dari material magnetik merupakan area baru yang benar-benar masih belum diselidiki.”

Awal tahun ini Sommerdijk dianugerahi pendanaan Vici oleh NWO (Netherlands Organisation for Scientific Research). Pendanaan Vici diberikan kepada ilmuwan yang telah berhasil menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan lini inovatif penelitian mereka sendiri. Pendanaan sebesar 1,5 juta euro untuk 5 tahun. Sommerdijk telah menerima pendanaan Vidi NWO pada tahun 2003.

Animasi yang menjelaskan prosesnya dapat dilihat di YouTube: http://www.youtube.com/watch?v=nEOyF0C24xA

Sumber Artikel: w3.tue.nl
Referensi Jurnal:
Fabio Nudelman, Koen Pieterse, Anne George, Paul H. H. Bomans, Heiner Friedrich, Laura J. Brylka, Peter A. J. Hilbers, Gijsbertus de With, Nico A. J. M. Sommerdijk. The role of collagen in bone apatite formation in the presence of hydroxyapatite nucleation inhibitors. Nature Materials, 2010; DOI: 10.1038/nmat2875

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.