Diposting Senin, 25 Oktober 2010 jam 7:50 pm oleh Gun HS

Golongan Darah Bisa Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 25 Oktober 2010 -


Golongan darah seorang wanita dapat mempengaruhi peluangnya untuk hamil,  demikian hasil yang ditemukan para ilmuwan.

Mereka yang bergolongan darah O mungkin perlu berjuang untuk hamil karena jumlah dan kualitas telurnya lebih rendah, sementara mereka yang bergolongan darah A tampaknya lebih subur.

Lebih dari 560 perempuan dengan usia rata-rata 35, yang tengah menjalani perawatan kesuburan, ambil bagian dalam penelitian yang dipimpin oleh para ahli dari Albert Einstein College of Medicine di New York dan Universitas Yale.

Sampel darah diambil untuk mengukur tingkat follicle stimulating hormone (FSH), penanda kesuburan kandungan.

Tingkat FSH yang lebih dari 10 menunjukkan seorang wanita akan mengalami kesulitan hamil dibandingkan mereka yang tingkatannya berada di bawah 10.

Tingkat FSH yang tinggi adalah indikasi berkurangnya cadangan ovarium, yang mengacu pada kualitas telur dan jumlah telur yang tersedia untuk pembuahan.

Cadangan ovarium cenderung menurun secara signifikan saat usia seorang wanita mencapai pertengahan hingga akhir 30-an, dan lebih cepat lagi di awal 40-an.

Studi ini menunjukkan bahwa wanita yang bergolongan darah O dua kali lebih mungkin memiliki tingkat FSH lebih dari 10 dibandingkan dengan yang bergolongan darah lainnya. Hasilnya tetap sama bahkan ketika usia wanita itu diperhitungkan dan juga fakta bahwa wanita itu berasal dari dua klinik yang berbeda.

Sementara itu, mereka yang bergolongan darah A “secara signifikan lebih kecil kemungkinannya” memiliki tingkat FSH lebih dari 10 dibandingan mereka yang bergolongan darah O.

Orang yang bergolongan darah A memiliki antigen A, yang merupakan protein pada permukaan sel, tetapi kandungan ini tidak terdapat pada orang yang bergolongan O.

Dr Edward Nejat, dari departemen obstetri dan ginekologi di Albert Einstein College, mempresentasikan temuan ini pada konferensi American Society for Reproductive Medicine (ASRM) di Denver.

Dia mengatakan, “Pada kedua kelompok wanita yang mencari perawatan kesuburan, mereka yang bergolongan darah O dua kali lebih mungkin memiliki tingkat FSH lebih dari 10 dibandingkan dengan bergolongan darah lainnya dari O.

“Kami menemukan bahwa wanita dengan A dan AB – wanita dengan gen kelompok darah A – telah terlindungi dari pengaruh berkurangnya cadangan ovarium.

“Dari populasi yang kami pelajari, dan fakta adanya dua klinik kesehatan berbeda dan terdapat campuran pasien yang baik dari berbagai etnis dan ras, kami dapat mengatakan bahwa golongan darah O dikaitkan dengan tingkat FSH yang lebih besar dari 10 pada wanita yang mencari evaluasi infertilitas dan/atau perawatan.

“Pasien yang bergolongan darah O, yang mencari evaluasi infertilitas di klinik kesehatan, memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk bisa didiagnosis dengan FSH, dan hasil yang diperoleh adalah fakta kurangnya cadangan ovarium.”

Nejat mengatakan, tingkat FSH hanyalah satu penanda kesuburan dan studi lebih lanjut masih diperlukan. “Usia seorang wanita tetap merupakan faktor paling penting dalam menentukan keberhasilannya hamil.

“Basis FSH memberi kita gambaran tentang kualitas dan kuantitas telur wanita.”

Tony Rutherford, ketua dari British Fertility Society, mengatakan, “Ini merupakan pertama kalinya saya menyadari bahwa peneliti telah menunjukkan hubungan antara golongan darah dan potensi kesuburan.”

Namun, ia mengatakan, ada hormon lain yang bisa juga memprediksi berkurangnya cadangan ovarium, yang juga penting untuk digunakan.

“Ini menarik dan menunjukkan sebuah hubungan yang potensial namun kita pun benar-benar harus melihatnya dengan cara lain, yang lebih sampai pada pengujian penanggalan cadangan ovarium.”

Rutherford mengatakan, studi yang lebih besar perlu dilakukan pada masyarakat umum untuk melihat apakah golongan darah memang menyebabkan masalah bagi wanita yang berusaha untuk hamil.

“Kita perlu melihat kelompok prospektif wanita untuk memeriksa apakah golongan darah ini memang mempengaruhi peluang Anda untuk hamil,” katanya. “Ini membutuhkan eksplorasi lebih lanjut.”

Sumber Artikel: guardian.co.uk

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.