Diposting Minggu, 24 Oktober 2010 jam 10:36 pm oleh Gun HS

Peneliti Australia Menemukan Bekas Tumbukan Asteroid Raksasa

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 24 Oktober 2010 -


Seorang peneliti energi panas bumi dari Universitas Queensland (UQ) telah menemukan bukti adanya tumbukan besar asteroid yang terjadi lebih dari 300 juta tahun yang lalu di pedalaman Australia Selatan.

Asteroid, yang menghasilkan zona kejutan setidaknya selebar 80 km, bisa jadi merupakan asteroid kedua terbesar yang pernah ditemukan di Australia.

Peneliti Queensland Geothermal Energy Centre of Excellence UQ, Dr Tonguc Uysal, menemukan tumbukan asteroid selama studi di Cooper Basin, di mana sumber energi panas bumi yang besar sedang dikembangkan di Australia, di perbatasan antara Queensland dan Australia Selatan.

“Saya melihat bahwa butir kuarsa dalam bebatuan memiliki fitur deformasi planar biasa yang mengindikasikan telah terkena tekanan tektonik ekstrim atau tumbukan asteroid besar,” kata Dr Uysal.

Deformasi bebatuan ini dikonfirmasi sebagai hasil dari tumbukan asteroid melalui pemeriksaan mikroskopis dari kristal kuarsa dan tes laboratorium lebih lanjut yang dilakukan oleh Dr Andrew Glikson, dari Universitas Australian National.

“Hasilnya menunjukkan bahwa baik asteroid yang sangat besar atau sekelompok asteroid telah mendarat, tetapi kami perlu melakukan tes lebih lanjut untuk memverifikasi ini,” kata Dr Uysal.

“Tumbukan asteroid memicu ledakan besar, menyebabkan air tanah mendidih serta menyebabkan perubahan kimia dan mineralogi pada bebatuan di sekitarnya.

“Ini mungkin menyebabkan konsentrasi ulang berbagai elemen penghasil panas yang telah membuat Cooper Basin menjadi kaya akan sumber energi panas bumi pada saat ini,” katanya.

Permukaan tanah yang dihantam asteroid itu kini terkubur di bawah lapisan bebatuan sedimen, dan Dr Uysal berpendapat bahwa kawah aslinya paling mungkin terkikis.

Dr Uysal mengatakan, studi lebih lanjut sampel bebatuan dari lubang bor di Cekungan Cooper memerlukan pemetaan luas wilayah tumbukan yang lebih akurat, yang diperkirakan minimal selebar 80 km.

Penelitian lebih lanjut juga memungkinkan estimasi ukuran asteroid yang disebabkan tumbukan.

Asteroid terbesar di Australia tercatat berada di Woodleigh, timur Shark Bay di Western Australia, dan menurut Dr Glikson, struktur tumbukan di Woodleigh (120 km diameter) dihasilkan oleh asteroid selebar enam hingga 12 kilometer, sekitar 360 juta tahun yang lalu.

Dr Uysal dan Dr Glikson akan mempresentasikan temuan ini pada Konferensi Energi Panas Bumi di Adelaide Australia, pada tanggal 16-19 November 2010.

“Pemerintah telah mendanai Pusat untuk mempelajari lebih lanjut tentang potensi bebatuan kering panas sebagai sumber energi bersih, dan bisa menemukan bukti adanya tumbukan asteroid besar selama penelitian panas bumi mereka itu adalah penemuan bonus,” kata Robertson.

Sumber Artikel: uq.edu.au
Makalah Konferensi: uq.edu.au/geothermal

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.