Diposting Rabu, 20 Oktober 2010 jam 6:34 pm oleh Gun HS

Memori Lebah Memudar Seiring Penuaan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Oktober 2010 -


Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya memori manusia saja yang memudar. Para ilmuwan dari Universitas Arizona State dan Life Sciences Universitas Norwegia meneliti bagaimana penuaan berdampak pula pada kemampuan lebah madu untuk menemukan jalan pulang.

Sementara lebah secara tipikal merupakan navigator yang mengesankan, mampu melakukan perjalanan pulang melewati pemandangan yang kompleks setelah mengunjungi bunga yang jauh dari sarang mereka, penuaan merusak kemampuan lebah dengan memadamnya ingatan terhadap situs sarang yang salah setelah koloninya telah menetap di rumah yang baru.

Studi ini muncul dalam jurnal PLoS ONE, yang diterbitkan oleh Public Library of Science.

“Dari penelitian sebelumnya, kami tahu bahwa lebah tua dicirikan dengan buruknya pembelajaran ketika dilatih untuk mencium aroma bunga di laboratorium,” kata Gro Amdam, seorang profesor di School of Life Sciences di ASU College of Liberal Art and Science. “Jadi, kami ingin menguji apakah penuaan juga mempengaruhi perilaku belajar yang penting bagi kelangsungan hidup lebah di alam liar.”

Lebah sangat terlatih sebagai penjelajah setelah tiga hingga empat hari masa penerbangan, kata Amdam. Sedangkan lebah dewasa telah diujicobakan melakukan perjalanan ke dan dari sarang selama lima sampai 11 hari dan lebah tua memiliki lebih dari dua minggu waktu penerbangan.

Untuk menguji seberapa lama lebah beradaptasi ke lokasi rumah yang berubah, peneliti melatih lebah ke kotak sarang baru selagi bekas sarang mereka ditutup. Kelompok yang terdiri dari lebah dewasa dan tua ini diberi beberapa hari untuk mengetahui lokasi rumah baru dan untuk memadamkan memori lebah dari kotak sarang mereka sebelumnya yang sudah tidak dapat digunakan lagi.

Para ilmuwan kemudian membongkar rumah baru lebah dan memaksa kelompok lebah berbagai usia untuk memilih antara tiga lokasi sarang alternatif, termasuk kotak bekas sarang. Lebah tua dengan gejala penuaan secara istimewa berorientasi pada situs sarang bekas, meskipun pengalaman seharusnya mengatakan kepada mereka bahwa itu tidak dapat digunakan lagi.

“Meskipun banyak lebah tua gagal dalam tugas belajar, kami juga menemukan bahwa beberapa di antaranya masih tampil dengan keunggulan,” jelas Daniel Munch, penulis utama studi dan peneliti ilmu kehidupan senior di Norwegia.

Para ilmuwan yakin bahwa temuan mereka mengenai lebah ini menawarkan arti baru pada model dan memahami variabilitas yang ditemukan dalam fungsi otak di antara individu, di mana beberapa memori individu tetap utuh, sedangkan perilaku pembelajaran lainnya menjadi tidak fleksibel seiring usia.

Sumber Artikel: eurekalert.org
Referensi Jurnal:
Daniel Münch, Nicholas Baker, Claus D Kreibich, Anders T Bråten, Gro V Amdam. In the Laboratory and during Free-Flight: Old Honey Bees Reveal Learning and Extinction Deficits that Mirror Mammalian Functional Decline. PLoS ONE, 2010; DOI: 10.1371/journal.pone.0013504

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.