Diposting Rabu, 20 Oktober 2010 jam 9:19 pm oleh Gun HS

Bagaimana Macan Tutul Memperoleh Pola Tutulnya?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Oktober 2010 -


Lebih dari seabad setelah Rudyard Kipling memberikan penjelasannya dalam Just So Stories, para ilmuwan telah mengungkapkan bagaimana macan tutul memperoleh hiasan tutul-tutulnya.

Hewan-hewan gelap, bertanda mirip hiasan mawar, dan lain-lain dari kucing liar lainnya, adalah respon evolusi terhadap lingkungan makhluk hidup dan tergantung apakah mereka berburu pada siang atau malam hari, kata peneliti di Univeristas Bristol.

Kucing yang berburu pada daerah terbuka, tanah berbatu di siang hari cenderung berevolusi ke arah bulu berwarna polos, sementara mereka yang menerkam dari cabang-cabang pohon hutan tropis biasanya mengarah ke bulu belang-belang. Pada setiap habitat, pola-pola pada bulu kucing meningkatkan kamuflase dan membuatnya menjadi pemangsa yang lebih efektif.

Untuk kucing yang lebih kecil, warna bulu dapat membantu mereka bersembunyi dari karnivora yang lebih besar.

Will Allen, seorang ahli ekologi perilaku, mempelajari pola bulu dari 35 spesies kucing liar dan rincian terkompilasi dari habitatnya, gaya perburuan dan ketika mereka terus berkeliaran.

Kucing dengan tanda-tanda kompleks dan tidak teratur, seperti macan yang bertutul, umumnya ditemukan di hutan lebat yang gelap dan berburu di malam hari.

Dalam kisah Kipling pada tahun 1902, pola bintik-bintik pada macan tutul pemburu Ethiopia adalah untuk membantunya menyatu ke dalam “bayangan berbintik-bintik, gelap-merata” di hutan.

“Selain dari bagian lukisan, Kipling sangat benar,” kata Will Alen dari Sekolah Psikologi Eksperimental Bristol, yang memimpin penelitian. “Macan tutul memperoleh pola bintik-bintiknya dari kehidupan di habitat hutan, di mana ia memanfaatkan pohon dan berburu pada malam hari.”

Laporan studi ini muncul dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Sepuluh kucing dalam studi Allen memiliki bulu polos dan tinggal di daerah terbuka, lebih sering di lanskap yang tandus. Kucing pasir ditemukan di padang pasir gersang Asia dan Afrika dan memiliki kaki yang berbulu untuk melindungi mereka dari pasir yang panas.

Kucing Pallas berbulu polos menyatu dengan dataran tanpa pohon di Asia Tengah, sedangkan kucing kecil gunung Andes memiliki bulu perak abu-abu yang cocok dengan lanskap berbatu.

Di beberapa bagian dunia, jaguar dan macan benar-benar hitam, sebuah adaptasi yang tampaknya hanya muncul pada spesies yang hidup di beragam habitat.

Dalam studi tersebut, Allen meminta para relawan mencocokkan perbedaan bulu kucing liar pada komputer yang menampilkan pola bulu bervariasi, dari pola-pola yang polos dan sederhana hingga yang rumit dan tidak teratur. Ketika Allen membandingkan pola-pola melalui pohon keluarga kucing, ia menemukan bahwa pola serupa muncul dengan cepat dan terjadi beberapa kali selama evolusi kucing.

Beberapa kucing tampaknya memiliki pola-pola yang tidak sesuai dengan dasar alami mereka. Cheetah, misalnya, memiliki mantel berbintik yang berbeda tetapi tinggal di padang pasir sub-Sahara Afrika.

Namun atletisme yang mengesankan dari hewan itu, yang dapat berlari dengan kecepatan lebih dari 60 mil per jam dalam tiga detik, memungkinkan ia kurang mengandalkan kamuflase dibandingkan kucing lain.

Will Allen  mengatakan, “Metode kami memiliki perkembangan yang menawarkan wawasan pada pola-pola kucing pada tingkat penjelasan yang banyak, dan kami sekarang menerapkannya pada kelompok hewan lainnya.”

Sumber Artikel:
guardian.co.uk
bris.ac.uk
Referensi Jurnal:
William L. Allen, Innes C. Cuthill, Nicholas E. Scott-Samuel and Roland Baddeley. Why the leopard got its spots: relating pattern development to ecology in felids. Proceedings of the Royal Society B, 2010; (in press)

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.