Diposting Minggu, 17 Oktober 2010 jam 2:46 am oleh Gun HS

Debunking Konspirasi: Gambar Photoshop NASA untuk Alasan yang Lebih Baik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 17 Oktober 2010 -


Teori-teori konspirasi beramai-ramai dihembuskan bahwa foto NASA baru-baru ini sudah diutak-atik sebelum dirilis ke publik.

Tapi ini bukan berita, atau bukti bahwa badan antariksa memiliki sesuatu yang disembunyikan. NASA secara rutin memproses gambar mentah untuk meningkatkan rinciannya, atau untuk memvisualisasikan hal-hal di mana mata manusia tidak pernah bisa melihatnya, ungkap para pejabat agensi. Badan ruang angkasa lain, dan banyak astronom lainnya, juga melakukan hal yang sama.

Pengeditan tersebut memungkinkan para ilmuwan dan masyarakat meraih pemahaman yang lebih baik terhadap struktur benda-benda langit – dan juga mengapresiasi keindahannya dengan lebih baik.

Gambar Cassini: kehebohan yang tidak berarti

Kontroversi berkobar pekan lalu, ketika seorang penganut teori konspirasi melihat noda hitam di pinggiran foto pesawat luar angkasa Cassini NASA yang diambil dari dua bulan Saturnus, Titan dan Dione. Tuduhan: seseorang telah mengubah gambar itu.

Dan memang, seseorang telah mengubahnya. Kamera digital Cassini mengambil gambar melalui tiga filter yang berbeda: merah, biru dan hijau. Gambar yang terpisah berurutan ini kemudian dikombinasi untuk menciptakan sebuah gambar komposit yang berwarna.

Pada waktu itu melintasi antara tiga foto, Dione sedikit bergerak. Untuk membuat gambar terakhir, Emily Lakdawalla dari Planetary Society, sebuah organisasi advokasi ruang angkasa nirlaba, menyelaraskan dua bulan tersebut, kemudian mem-Photoshop di beberapa bit bayangan yang hilang.

Para ilmuwan dan teknisi biasanya melakukan manipulasi digital semacam ini pada gambar ruang angkasa, demikian menurut pejabat NASA.

Sebuah Nebula Mata Kucing dari Teleskop luar angkasa Hubble, 3.000 tahun cahaya dari bumi. Gambar ini diambil melalui tiga panjang gelombang sempit cahaya merah, tetapi para ilmuwan menampilkan warna merah, biru dan hijau pada panjang gelombang ini untuk menyorot perbedaan halusnya. Kredit: JP Harrington (U. Maryland) & KJ Borkowski (NCSU) HST, NASA)

Foto-foto Hubble: sebuah studi kasus

Sebagai contoh, foto-foto sinar yang mengarah ke bumi oleh Teleskop luar angkasa Hubble, yang telah mencitrakan kosmos sejak tahun 1990. Banyak dari gambar-gambar ini yang diproses atau diedit.

Seperti Cassini, Hubble mengambil gambar berwarna digital yang terpisah melalui filter merah, biru, hijau dan lainnya. Para ilmuwan dapat menggabungkan foto-foto ini untuk menciptakan sebuah gambaran yang komprehensif. Seringkali, gambar ini berupa perkiraan yang mendekati apa yang bisa dilihat orang jika ia bisa berada cukup dekat dengan objek dalam sebuah pesawat ruang angkasa.

Terkadang, bagaimanapun juga, para ilmuwan meningkatkan warna-warna tertentu untuk menarik keluar detail bagus strukturnya. Sebagai contoh, Hubble memotret Nebula Mata Kucing melalui tiga panjang gelombang sempit cahaya merah yang sesuai dengan radiasi dari atom hidrogen, atom oksigen dan ion nitrogen (atom nitrogen dengan satu elektron dihapus).

Bagi mata manusia, ketiga panjang gelombang cahaya itu akan sulit dibedakan. Jadi, para ilmuwan menggunakan warna merah, biru dan hijau serta mengkombinasikannya untuk menyoroti perbedaan kimia halusnya.

Teleskop luar angkasa Hubble mengambil gambar-gambar ini dari Nebula Telur dalam cahaya yang terlihat (kiri) dan berinfra-merah (kanan). Dalam versi inframerah, biru sesuai dengan cahaya bintang yang terefleksi oleh partikel debu di sekeliling sebuah bintang sekarat, dan merah mewakili radiasi panas yang dipancarkan oleh molekul hidrogen panas. (Kredit: Rodger Thompson, Rieke Marcia, Schneider Glenn, Dean Hines (Universitas Arizona); Raghvendra Sahai (Laboraturium Jet Propulsion); NICMOS Instrumen Definisi Team; NASA)

Hubble juga memiliki filter lain untuk mengambil gambar panjang gelombang cahaya yang tidak bisa dilihat manusia, seperti ultraviolet dan inframerah. Untuk memproses gambar yang diambil melalui filter ini, para ilmuwan menetapkan warna untuk mewakili cahaya yang tidak terlihat.

Hubble mengambil gambar-gambar ini dari Nebula Telur, misalnya, dalam cahaya yang terlihat dan berinfra-merah. Pada versi inframerah, biru sesuai dengan cahaya bintang yang terefleksi oleh partikel debu di sekelilingi sebuah bintang sekarat, dan warna merah mewakili radiasi panas yang dipancarkan oleh molekul hidrogen panas, kata para peneliti.

Gambar inframerah yang sudah diproses membantu para peneliti dan masyarakat memahami apa yang terjadi di Nebula Telur. Sebuah bintang mati meledakkan semburan gas dan debu ke ruang angkasa dengan kecepatan tinggi. Gambar yang telah ditingkatkan memberikan wawasan ke dalam struktur bintang tersebut, dan menghasilkan petunjuk tentang apa saja yang terjadi selama masa-masa bintang sekarat, kata para ilmuwan.

Sumber Artikel: space.com

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.