Diposting Sabtu, 16 Oktober 2010 jam 3:02 am oleh The X

Lokasi gen di kromosom berperan penting dalam membentuk bagaimana sifat organisme ber evolusi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 Oktober 2010 -


Hal ini ditemukan oleh para ahli biologi genom dari Pusat Biologi Sistem dan Genomik di Universitas New York dan Lembaga Lewis Sigler untuk Genomik Integratif di Universitas Princeton. Penelitian mereka, yang tampil di edisi terbaru jurnalScience, menyarakankan kalau evolusi bukanlah fungsi sifat fisik namun merupakan hasil gen yang mempengari sifat yang ada di genom tersebut.

Sifat fisik yang ditemukan di alam, seperti tinggi badan atau warna mata, beraneka ragam tergantung individu. Sementara sifat ini berbeda secara nyata dalam populasi, hanya beberapa proses yang dapat menjelaskan apa penyebab variasi ini – yaitu mutasi, seleksi alam dan kebetulan.

Dalam studi Science, para peneliti UNY dan Princeton mencoba memahami secara detil mengapa sifat ini berbeda dalam jumlah variasinya. Namun mereka juga ingin menentukan bagian genom yang bervariasi dan bagaimana hal ini mempengaruhi ekspresi sifat fisiknya. Untuk melakukan hal ini, mereka menganalisa genom cacing Caenorhabditis elegans (C. elegans). C. elegans adalah spesies hewan pertama yang genomnya sepenuhnya dibariskan. Ia menjadi organisme model untuk mempelajari genetika. Dalam analisa mereka, para peneliti mengukur sekitar 16 ribu sifat C. elegans. Sifat ini diukur dari berapa aktifnya tiap gen di ekspresikan dalam sel sang cacing.

variasi fenotipe pada kucing rumahan

Para peneliti mulai dengan bertanya apakah sebagian sifat lebih mungkin daripada yang lain untuk menjadi rentan terhadap mutasi, dengan beberapa tampilan fisik yang berarti lebih mungkin bervariasi dari yang lainnya. Berbagai tingkatan mutasi memang menjelaskan sebagian hasil ini. Penemuan mereka juga mengungkapkan perbedaan nyata dalam jangkauan variasi karena seleksi alam – sifat yang vital bagi kesehatan organisme, seperti aktivitas gen yang diperlukan bagi janin untuk berkembang, jauh lebih sulit untuk bervariasi daripada yang kurang penting untuk keberlangsungan hidup, seperti aktivitas gen untuk mencium bau tertentu.

Namun, hasil ini menyisakan pola variasi fisik yang masih tak terjelaskan – ada faktor yang hilang.

Caenorhabditis elegans

Untuk mencari faktor yang hilang ini, para peneliti mempertimbangkan make-up kromosom C. elegans — khususnya, di daerah kromosom mana gennya yang beragam itu tinggal.

Kromosom memuat ribuan gen, dengan sebagian berada di tengah struktur liniernya sementara yang lain di daerah ujung. Dalam analisis mereka, para peneliti UNY dan Princeton menemukan kalau gen yang berada di tengah kromosom lebih sulit memberikan variasi genetik daripada gen yang ada di ujung. Dengan kata lain, lokasi gen di sebuah kromosom mempengaruhi jangkauan perbedaan fisik pada berbagai sifat.

Para ahli biologi juga mempertimbangkan mengapa lokasi merupakan faktor dalam variasi sifat fisik. Dengan memakai model matematika, mereka mampu menunjukkan kalau gen yang berada di dekat banyak gen lainnya terikat secara evolusi dengan tetangga genomiknya. Khususnya, seleksi alam, dimana variasi dalam gen vital dibuang, juga membuang perbedaan dalam gen bertetangga, tanpa melihat keberartiannya. Pada C. elegans, gen-gen di pusat kromosom terikat dengan lebih banyak tetangga daripada gen yang ada di ujung kromosom. Hasilnya, gen di pusat ini kurang mampu menghasilkan variasi genetik.

Penelitian dilakukan oleh Matthew V. Rockman, profesor di jurusan biologi dan pusat biologi sistem dan genomik universitas new york dan  Sonja S. Skrovanek serta Leonid Kruglyak, para peneliti dari Lembaga Lewis Sigler untuk Genomik Integratif universitas Princeton, Jurusan Ekologi dan Biologi evolusioner dan Lembaga medis Howard Hughes.

Studi ini didukung dana dari Lembaga Kesehatan Nasional AS.

Referensi silang:

M. V. Rockman, S. S. Skrovanek, L. Kruglyak. Selection at Linked Sites Shapes Heritable Phenotypic Variation in C. elegans. Science, 2010; 330 (6002): 372

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.