Diposting Sabtu, 16 Oktober 2010 jam 2:28 am oleh The X

Cicak-cicak di Dinding

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 Oktober 2010 -


Dan beberapa jenis kumbang dapat menempel pada permukaan halus dengan mekanisme penyedot. Tapi bagaimana dengan cicak? Kakinya kering dan tidak dapat menyedot. Namun cicak dapat berlari di dinding yang mulus dan merangkak di langit-langit, bergerak maju atau mundur.

Bagaimana mereka menempel di permukaan, dan bagaimana mereka melepaskan dirinya dengan cepat sehingga mereka bisa berlari di permukaan tersebut?

Kaki cicak memiliki setengah juta rambut yang disebut setae. Tiap seta memiliki ratusan tonjolan segitiga dengan ujung berbentuk daun yang disebut spatulae (karena mereka memang berbentuk spatula). Saat cicak menekankan sebuah seta di dinding, semua spatulae tersebut menempel ke dinding dengan gaya van der Waals. Gaya ini disebabkan oleh interaksi listrik dimana pemindahan muatan positif dan negatif yang sangat kecil di satu permukaan menyebabkan perpindahan yang sama di permukaan kedua. Tiap pemisahan muatan menjadi dipol listrik dan dipol di dua permukaan saling tarik satu sama lain. Susunan ini terjadi pada jutaan atau lebih titik saat seekor cicak meletakkan kakinya di dinding. Walau tiak gaya van der Waals itu lemah, kombinasi semua gaya tersebut di kaki dapat menopang sang cicak. Bahkan bila dinding tersebut kasar secara mikroskopis, kaki sudah memiliki cukup spatulae yang menekan ke dinding untuk mendukung cicak.

diam diam merayap

Tiap seta berkaitan dari samping di dinding, dan penempelan adesi terjadi saat sudutnya relatif kecil. Untuk mencabut kakinya saat berlari, sang cicak mencabut seta dari dinding dengan menariknya sehingga sudutnya membesar. Spatulae kemudian lepas satu demi satu, membebaskan seta.

Referensi

Jearl Walker. Flying Circus of Physics, 2007

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.