Diposting Sabtu, 16 Oktober 2010 jam 11:27 pm oleh Gun HS

Bagaimana Astronom Menimbang Berat Bintang dengan Menggunakan Bulan?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 Oktober 2010 -


Bagaimana caranya astronom menimbang bintang yang triliunan mil jauhnya dan terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam kamar mandi? Dalam kebanyakan kasus, mereka tidak bisa, meskipun mereka bisa mendapatkan estimasi terbaik dengan menggunakan model komputer struktur bintang.

Karya terbaru astrofisikawan David Kipping mengatakan bahwa dalam kasus khusus, kita bisa menimbang bintang secara langsung. Jika bintang memiliki planet, dan planet memiliki bulan, dan keduanya melintas di depan bintang, maka kita dapat mengukur ukuran dan orbitnya untuk mempelajari bintang.

“Saya sering ditanya bagaimana astronom menimbang bintang. Kami baru saja menambahkan teknik baru pada toolbox kami untuk tujuan itu,” kata Kipping, sesama pra-doktoral Astrofisika.

Para astronom telah menemukan lebih dari 90 planet yang transit di depan, atau melintasi, bintang mereka. Dengan mengukur jumlah cahaya bintang yang diblokir, astronom dapat menghitung seberapa besar planet relatif terhadap bintang. Tapi mereka tidak bisa tahu persis seberapa besar planet itu kecuali mengetahui ukuran bintang yang sebenarnya. Model-model komputer memberikan perkiraan yang sangat baik, tetapi dalam ilmu pengetahuan, pengukuran nyata adalah yang terbaik.

Kipping menyadari bahwa jika sebuah planet transit memiliki bulan yang cukup besar bagi kita untuk melihatnya (dengan juga memblokir cahaya bintang), maka sistem planet-bulan-bintang bisa diukur dengan cara yang memungkinkan kita menghitung persis seberapa luas dan besar ketiga benda itu.

“Pada dasarnya, kami mengukur orbit planet di sekitar bintang dan bulan di sekitar planet. Kemudian dengan menggunakan Hukum Kepler Motion, maka dimungkinkan untuk bisa menghitung massa bintang,” jelas Kipping.

Proses ini tidak mudah dan membutuhkan beberapa langkah. Dengan mengukur seberapa redup cahaya bintang saat planet dan bulan transit, astronom mempelajari tiga angka kunci: 1) periode orbital bulan dan planet, 2) ukuran orbitnya relatif terhadap bintang, serta 3) ukuran planet dan bulan relatif terhadap bintang.

Memasukkan angka-angka ke dalam Hukum Ketiga Kepler menghasilkan kepadatan bintang dan planet. Karena kepadatan adalah massa dibagi dengan volume, maka kepadatan relatif dan ukuran relatifnya memberikan massa relatif. Akhirnya, para ilmuwan mengukur goyangan bintang akibat tarikan gravitasi planet, yang dikenal sebagai kecepatan radial. Dengan menggabungkan ukuran kecepatan dengan massa relatif, astronom dapat menghitung massa bintang secara langsung.

“Apabila tidak ada bulan, seluruh latihan ini tidak akan mungkin,” ujar Kipping. “Tidak ada bulan artinya kami tidak bisa menyelesaikan kepadatan planet itu, sehingga semuanya berhenti dengan tiba-tiba.”

Kipping belum menempatkan metodenya ini ke dalam praktek, karena tidak ada bintang yang diketahui memiliki sebuah planet dan bulan yang transit. Bagaimanapun juga, pesawat antariksa Kepler NASA harus menemukan beberapa sistem seperti ini.

“Ketika mereka sudah ditemukan, kami akan siap untuk menimbang mereka,” kata Kipping.

Penelitian ini akan muncul pada Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Sumber: cfa.harvard.edu
Referensi Jurnal:
David M. Kipping. Binning is sinning: morphological light-curve distortions due to finite integration time. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2010; DOI: 10.1111/j.1365-2966.2010.17242.x

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.