Diposting Sabtu, 16 Oktober 2010 jam 8:55 pm oleh Gun HS

Apa yang Dimakan Tyrannosaurus Rex? Bukti Mengarahkannya pada Kanibalisme

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 Oktober 2010 -


Ternyata raja yang diakui di antara dinosaurus, Tyrannosaurus rex, tidak hanya memakan dinosaurus lainnya, tetapi juga satu sama lain. Ahli paleontologi dari Amerika Serikat dan Kanada telah menemukan bekas gigitan yang dibuat oleh  T. rex pada tulang belulang raksasa, demikian menurut sebuah penelitian baru yang dipublikasikan online pada jurnal PLoS ONE, 15 Oktober.

Selagi melakukan pencarian melalui koleksi fosil dinosaurus selama penelitian tulang-tulang dinosaurus yang memiliki tanda gigi mamalia, peneliti Yale, Nick Longrich, menemukan sepotong tulang dengan torehan-torehan besar di permukaannya. Mengingat usia dan lokasi fosil, tanda tersebut pastilah ulah dari T. rex, kata Longrich. “Tanda ini bisa saja dibuat oleh karnivora raksasa manapun, tapi hanya T. rex yang menjadi karnivora besar di barat Amerika Utara 65 juta tahun lalu.”

Hanya saja, setelah menemukan tanda-tanda gigitan dari T. rex, Longrich menyadari bahwa tulang itu sendiri juga milik hewan raksasa. Setelah melakukan pencarian melalui pulahan tulang T. rex dari beberapa koleksi museum fosil yang berbeda, ia menemukan total tiga tulang kaki (termasuk dua jari kaki) dan satu tulang lengan yang menunjukkan bukti kanibalisme T. rex, mewakili persentase yang signifikan.

T. rex adalah satu-satunya karnivora besar di barat Amerika Utara 65 juta tahun lalu yang mampu membuat semacam torehan-torehan besar, seperti yang terlihat pada tulang kaki fosil di atas. (Kredit: Nicholas Longrich/Universitas Yale)

“Sungguh mengejutkan seberapa sering tampaknya ini telah terjadi,” kata Longrich. “Kami tidak yakin apa artinya ini.”

Tanda-tanda itu pasti hasil dari gigitan memakan, meskipun para ilmuwan tidak yakin apakah itu adalah hasil dari pemakan bangkai atau hasil akhir dari pertempuran. Longrich menambahkan, seandainya dua T. rex bertarung sampai mati, pemenangnya mungkin memakan lawannya. “Karnivora besar modern melakukan hal ini sepanjang waktu,” katanya. “Ini cara yang nyaman untuk berkompetisi sekaligus mendapatkan sedikit makanan.”

Bagaimanapun juga, tanda-tanda itu tampaknya telah dibuat beberapa saat setelah kematian, kata Longrich, artinya jika satu dinosaurus membunuh yang lain, ia mungkin memakan sebagian besar bagian-bagian daging yang lebih mudah diakses sebelum kembali memilih tulang kaki dan lengan yang lebih kecil.

Selain T. rex, ada satu lagi spesies dinosaurus lainnya, Majungatholus, diketahui telah menjadi kanibal. Longrich mengatakan, praktek ini mungkin lebih umum daripada yang kita pikirkan dan pemeriksaan lebih dekat pada tulang fosil bisa memunculkan lebih banyak bukti bahwa spesies lain juga memangsa satu sama lain.

Temuan ini merupakan petunjuk besar terhadap kebiasaan makan predator-predator besar. Sementara karnivora besar saat ini sering berburu bersama-sama dalam kesatuan, T. rex mungkin bertindak sendirian, kata Longrich. “Hewan ini adalah karnivora darat terbesar sepanjang masa, dan cara mereka memakan pada dasarnya berbeda dari spesies modern,” katanya. “Ada misteri besar di seputar apa dan bagaimana mereka makan, dan penelitian ini membantu untuk mengungkap satu bagian dari teka-teki itu.”

Penulis lain pada makalah termasuk John Horner (Universitas Montana State), Gregory Erickson (Universitas Florida State) dan Philip Currie (Universitas Alberta).

Sumber Artikel: eurekalert.org
Jurnal Referensi:
Andrew Allen Farke, Nicholas R. Longrich, John R. Horner, Gregory M. Erickson, Philip J. Currie. Cannibalism in Tyrannosaurus rex. PLoS ONE, 2010; 5 (10): e13419 DOI: 10.1371/journal.pone.0013419

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.