Diposting Jumat, 15 Oktober 2010 jam 8:44 am oleh The X

Tenis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Oktober 2010 -


Di daerah mana di kepala raket tenis kamu harus memukul bola bila ingin bolanya mencapai kecepatan maksimum, kekuatan dorong terkecil karena pantulan, atau usaha terkecil untuk menahan pegangan berputar karena pantulan, atau ayunan terkecil raket karena pantulan (dan karenanya ayunan terkecil pegangan di tangan)?

Apakah kekuatan pegangan mempengaruhi kecepatan pantul bola? Apakah ada lapangan cepat dan lapangan lambat?

Saat kamu memukul bola, kamu harus berjuang mendapatkan pantulan sepanjang sumbu panjang raket; kamu bukan hanya memberi kecepatan tambahan pada bola, namun juga menghindari raket berpuntir dalam pegangan. Namun di bagian mana sumbu ini kamu memukul bola tergantung pada tipe raket dan tujuan apa yang paling penting. Masing-masing daerah di jaring raket yang memenuhi tujuan tersebut dikatakan sebagai titik manis. Jadi istilah ini sering membingungkan kecuali kita tahu tujuannya.

­Titik manis 1 adalah daerah dimana pantulan akan menghasilkan kecepatan bola tertinggi. Titik manis ini berada dekat dengan tenggorokan raket dan tidak di pusat kepala raket.

Posisi ini berhubungan dengan energi yang hilang saat pantulan. Saat pantulan, baik raket maupun bola berubah bentuk dan kemudian kembali ke bentuk semula. Energi pada pengubahan bentuk raket tidak kembali ke bola karena bola telah meninggalkan jaring raket sebelum energi pegas raket berbalik. Jadi, untuk meminimalkan hilangnya energi, bola harus menghantam daerah di dekat  tenggorokan dimana rangka raket sangat kaku karena ada pegangan di dekatnya. Namun, kehilangan energi pada pengubahan bentuk bola menggeser titik manis dari tenggorokan ke atas. Kehilangan ini lebih besar di daerah yang sangat dekat dengan tenggorokan dimana jaringnya lebih erat dan karenanya memberikan struktur yang lebih kaku pada bola daripada di dekat pusat. Jadi, titik manis 1 berada di dekat tenggorokan karena kekakuan raket namun sedikit di atas tenggorokan karena jaring raket yang lebih renggang ada di sana.

Titik manis 2 adalah daerah dimana pantulan tidak menghasilkan gaya pada tangan di pegangan. Walaupun pantulan cenderung mendorong raket dan tangan mundur, ia juga cenderung memutar raket. Saat pantulan berada di titik manis 2, dorongan mundur ke tangan dihilangkan lewat gerakan maju pegangan karena putaran. Bila bola menghantam lebih jauh ke tangan daripada titik manis 2, putaran raket menyebabkan pegangan tertarik keluar dari tangan. Bila ia menghantam lebih dekat ke tangan daripada titik manis 2, putaran menyebabkan pegangan bergerak di tangan.

Titik manis 3 adalah daerah dimana tumbukan menghasilkan sedikit ayunan di raket, dan karenanya sedikit ayunan melawan tangan di pegangan. Bila raket menghantam daerah lain, ia akan berayun, seperti besi nadan yang berayun saat dipukul di xylofon.

Ada juga yang namanya titik manis 4 yang tidak jelas pengertiannya dimana seorang pemain secara subjektif menilai pukulannya terbaik di situ, atas sejumlah alasan.

Walaupun sebagian instruktur tenis menyarankan pemain memegang raket dengan sangat kuat saat tumbukan bola-raket untuk meningkatkan kecepatan pantul bola, penelitian menunjukkan kalau kecepatan pantulan tersebut tidak dipengaruhi oleh kekuatan pegangan.

Keuntungan utama memegang dengan kuat adalah pengendalian yang lebih baik pada puntiran raket akibat tumbukan lepas dari sumbu panjang raket. Kerugian utama pegangan yang kuat adalah gaya tumbuk dan ayunan yang dihasilkan raket terkirim lebih banyak ke tangan, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang terjadi di siku.

Mungkin untuk mengurangi transfer ini, seorang pemain profesional mengistirahatkan sedikit pegangan raket sesaat setelah tumbukan dengan bola berhenti mempercepat raket.

Bahan di lapangan (tanah liat, kayu, rumput, karpet dan penutup lainnya) dapat mempengaruhi kecepatan mendatar bola yaitu mengarah rendah di net dan kemudian menghantam lapangan, menggelincir di lapangan sebelum memantul. Seberapa besar kecepatan mendatar bola dicapai setelah pukulan menentukan apakah lapangan itu cepat atau lambat: Di lapangan cepat, gesekannya rendah dan kecepatan mendatar lebih banyak dipertahankan. Pada lapangan lambat, gesekannya tinggi dan kecepatan mendatarnya kurang bertahan. Saat bola dikirim tinggi, ia turun dengan sudut yang cukup curam sehingga ia berguling (bukannya menggelincir) di lapangan, dan bola selalu kehilangan 40% kecepatan mendatarnya untuk material lapangan tradisional.

Referensi

Flying Circus of Physics.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.