Diposting Jumat, 15 Oktober 2010 jam 8:19 am oleh The X

Pukulan Squash

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Oktober 2010 -


Kamu dapat memberinya spin dengan memukulnya dengan raket di bagian atas atau bawah bola. Atau kamu dapat memukulkan bola tersebut ke dinding atau langit-langit sehingga tumbukannya menghasilkan spin. Saat terwujud, spin tersebut dapat memberi pantulan yang dapat merepotkan lawanmu.

Sebagai contoh, apa yang bola tersebut lakukan bila ia menghantam dinding depan secara mendatar dengan topspin atau backspin?

Salah satu teknik terbaik dalam squash adalah Z-shot, yang ditemukan tahun 1970 an. Seperti ditunjukkan dalam gambar, bola dipukul dari sisi kanan lapangan. Setelah ia menghantam tinggi sisi kiri dinding depan dan terus ke bagian depan dinding kiri, ia memantul rendah di bagian belakang dinding kanan.

Ia kemudian bergerak sejajar dan begitu dekat dengan dinding belakang sehingga lawanmu merasa kesulitan mengembalikan pukulan. Salah satu alasannya adalah bola berjalan di seluruh lapangan, situasi yang aneh dalam permainan ini. Alasan lain adalah bolanya begitu dekat dengan dinding sehingga lawan tidak dapat berada di belakangnya untuk mengembalikan bola. Satu-satunya harapan adalah memukul bola ke dinding belakang dengan kuat sehingga ia memantul kembali ke dinding depan.

Apa yang menyebabkan jalur yang diambil bola dalam sebuah Z-shot?

Peran spin dan gesekan pada bola yang memantul adalah sebagai berikut. Bila kamu memukul bola secara mendatar ke dinding depan dengan topspin, bola menanjak tinggi dan kemudian turun di lapangan jauh. Bila kamu memukul dengan backspin, ia memantul turun ke sebuah titik di dekat dinding depan. Karenanya dengan memakai spin kamu bisa membuat lawanmu berlari di sepanjang lapangan.

Dalam sebuah z-shot kamu memukul bola tanpa memberinya spin, namun ia mengambil spin searah jarum jam (seperti dilihat dari atas) dengan dua pantulan pertamanya. Saat ia melakukan pantulan ketiga, gesekan yang dibangkitkan spin menahan gerakan mundur bola, dan tumbukan mendorong bola sepanjang jalan tegak lurus dinding kanan. Pemain yang pertama kali menemukan pukulan ini membuat lawannya tertegun karena arah akhir bola begitu baru sehingga pengalaman bermain mereka tidak dapat mengantisipasinya.

Referensi

Walker, J. 2007. Flying Circus of Physics.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.