Diposting Jumat, 15 Oktober 2010 jam 6:57 am oleh Gun HS

Memanfaatkan yang Tak Terpakai, Ilmuwan Menentukan Lokasi Habitat Dinosaurus

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Oktober 2010 -


Dengan memeriksa jenis batu tempat melekatnya fosil dinosaurus, suatu bagian yang seringkali tidak dihargai, para ilmuwan telah menentukan bahwa spesies dinosaurus Amerika Utara yang berbeda-beda pada periode Cretaceous Akhir, 65 juta tahun yang lalu, mendiami lingkungan yang berbeda-beda, hanya terpisah beberapa mil jauhnya.

Hadrosaurus atau dinosaurus paruh-bebek, bersama dengan ornithopod Thescelosaurus kecil, lebih suka tinggal di sepanjang tepi sungai, demikian menurut penelitian. Ceratopsians, di sisi lain, yang juga meliputi Triceratops, lebih suka beberapa kilometer ke pedalaman.

Penemuan ini, yang muncul dalam edisi online Proceedings of the Royal Society B, memberi gambaran yang lebih lengkap bagi para ilmuwan tentang distribusi spesies yang berbeda, dan membantu menjelaskan bagaimana beberapa herbivora besar berhasil hidup secara berdampingan.

Tyler Lyson dari Universitas Yale dan Marmarth Research Foundation, bersama dengan peneliti Yale, Nicholas Longrich, menganalisis lebih dari 300 fosil yang mewakili lebih dari setengah lusin spesies dinosaurus asal Kanada Barat, Montana, Wyoming dan sekitarnya.

Setelah beberapa tahun kerja lapangan, Lyson mulai memperhatikan pola pada distribusi geografis spesies yang berbeda. Dia dan Longrich juga mencari data melalui koleksi museum fosil, beberapa di antaranya berisi informasi tentang jenis batu di mana fosil ditemukan, dan beberapa potongan batu masih melekat pada mereka, yang cukup besar bagi para peneliti untuk mengenalinya sebagai pasir atau batulempung.

“Kami menggunakan apa yang biasanya dibuang oleh para ahli paleontologi ketika mereka menggali lokasi fosil. Itu sebagai petunjuk di mana spesies yang berbeda-beda ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka,” kata Lyson.

Sebagai karnivora tunggal yang besar di kawasan ini, Tyrannosaurs rex sepertinya telah menjelajahi kedua habitat, kemungkinan memakan herbivora yang besar. Namun, tim menemukan bahwa fosil hadrosaurus dan Thescelosaurus lebih sering ditemukan pada batu pasir, yang hanya ada di sepanjang pinggiran sungai, sedangkan ceratopsians cenderung tertanam dalam batulumpur dari dataran banjir.

“Kami benar-benar tidak menduga tentang distribusi antara spesies yang berbeda sebelum sekarang ini,” kata Longrich. “Tapi tergantung pada jenis batuan apa yang Anda lihat, Anda mendapatkan gambaran yang sangat berbeda terhadap komunitas yang hidup di sana.”

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dinosaurus memiliki kebiasaan makan yang khusus (sesuatu yang sangat sedikit yang diketahui), dan mungkin memakan berbagai jenis tanaman yang ditemukan di lingkungan masing-masing, kata Longrich.

“Ini membuka kemungkinan untuk menemukan spesies baru jika kita mencari berbagai jenis batu,” kata Longrich. “Ini juga menekankan pentingnya pencatatan data tentang batu di mana fosil terawetkan, yang dapat memberi kita petunjuk penting tentang paleoekologi hewan-hewan tersebut.”

Sumber: opa.yale.edu
Referensi Jurnal:
T. R. Lyson, N. R. Longrich. Spatial niche partitioning in dinosaurs from the latest cretaceous (Maastrichtian) of North America. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 2010; DOI: 10.1098/rspb.2010.1444

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.